Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Bab 30. Happy ending


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Leon langsung beranjak mendengar suara Violet memanggil namanya. Tanpa peduli keadaan sekitar dan pekerjaan nya, Leon menghilang dengan sihir teleportasi nya.


SLING!


Wushhh~~


Dalam sekejap mata, Leon sudah berada di dalam kamar kedua anak kembarnya. "Leon!"


"Violet ada apa?" tanya Leon sambil menghampiri istrinya yang sedang menggendong baby Al, dia melihat wajah istrinya terlihat cemas.


"Aelina, lihat lah dia!" Tubuh Violet gemetar, jarinya menunjuk pada bayi kecil mungil yang sedang duduk sambil meminum susu layaknya orang dewasa.


Leon juga terperangah melihat anak perempuan nya seperti itu. Padahal usia nya kurang dari satu bulan, tapi bayi itu sudah bisa duduk dan minum susu sendiri. Orang tua mana yang tidak gemetar dan takut saat melihatnya.


Haih, seandainya Gloria tidak sedang bertapa. Dia pasti tau apa yang terjadi. Kenapa aku merasakan energi iblis darinya?


Leon mengerutkan keningnya, dia tidak percaya dengan pemandangan yang berada di depannya itu.


"Leon! Lakukan sesuatu! Kenapa kau malah diam saja, hah?!" Violet memegang tangan Leon seraya meminta suaminya melakukan sesuatu.


Duingg!!


Ketika Leon akan bergerak dan menghampiri anak perempuan nya, tiba-tiba saja baby Ae melayang ke atas langit-langit kamar itu. Hal itu membuat kedua orangnya panik.


"Hah! Aelina!!" teriak Violet syok melihat bayi perempuan nya berada di atas langit-langit kamar.


"Sayang, ayo turun! Sayang, anakku.." Leon merentangkan kedua tangannya, meminta bayinya turun dari atas langit-langit. Namun anak itu masih anteng berada disana, malah dia tersenyum seperti menikmati nya. "Aelina! Papa bilang turun!" Leon setengah berteriak, tapi anak itu tidak menggubris papa nya.


Mata Violet masih membulat, dia meletakkan baby Al yang sedang tidur di ayunan bayi. Kemudian dia berusaha membujuk Aelina untuk turun, sama hal nya seperti yang dilakukan oleh Leon. Padahal di dalam hatinya dia sendiri sangat syok melihat keadaan Aelina.

__ADS_1


"Aelina sayang, turun ya nak. Sini sama mama yuk!" Ajak Violet lemah lembut, sembari merentangkan kedua tangannya menyambut Aelina.


Hanya dengan satu kata lembut dari Violet, perlahan-lahan Aelina turun dari atas langit-langit itu dan menghampiri mama nya. Violet menggendong anaknya, Aelina kembali menjadi bayi biasa.


"Ah.. syukurlah.." Violet gemetar, kakinya lemas dan dia hampir terjatuh jika bukan karena Leon yang menopang tubuhnya.


"Sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya Leon cemas.


"Apa menurutmu aku baik-baik saja?" Violet duduk diatas ranjang. Dia memegang kepalanya yang penat.


"Sayang, kau istirahat dulu. Berikan Aelina padaku," ucap Leon pada istrinya.


"Haahh.. iya,"


Violet menyerahkan bayi yang ada di dalam gendongan nya itu pada suaminya. Leon menggendong Aelina, dia melihat bayinya dengan seksama. Dia merasakan energi iblis yang kuat di dalam tubuh anak itu. Bahkan Leon melihat mata Aelina berwarna merah menyala seperti miliknya.


Alexander tidak memiliki energi iblis, tapi Aelina memiliki energi iblis yang besar. Apa darah iblis di dalam diriku telah mengalir pada bayi perempuan ku ini? Apa dia manusia setengah iblis sama seperti Gloria? Ataukah..


"Tidak ada apa-apa!"


3 bulan kemudian..


Setelah kejadian itu, keanehan Aelina tidak hanya berhenti disana. Aelina menunjukkan perilaku yang tidak umum, dia sudah bisa bicara di usianya yang masih tiga bulan. Gloria pun kembali dan menjelaskan semua keanehan Aelina.


Seperti yang sudah di duga oleh Leon, kalau Aelina adalah manusia setengah iblis yang memiliki kekuatan luar biasa. Sementara Alexander masih terlihat seperti anak manusia biasa pada umumnya.


Namun, pada saat usia mereka sudah menginjak 5 tahun. Ketika mereka sedang bermain di halaman belakang rumah.


"Aelina! Kau selalu saja begitu! Jangan gunakan kekuatanmu!" Alex mengeluh karena dia selalu kalah main petak umpet dari kembarannya yang selalu memakai kekuatan.


"Kalau kau merasa tidak adil, maka pakai kekuatan mu juga! Tapi, kau tidak punya kan?" tanya Aelina sambil memainkan api di jarinya. Matanya memerah, dia menyeringai menatap saudara nya.

__ADS_1


"Kau sombong sekali! Suatu saat nanti aku akan punya kekuatan seperti mu, lihat saja! Malah aku akan lebih kuat darimu!" Alex menggerutu, dia kesal pada adiknya itu.


"Hah? Apa itu akan terjadi?" Aelina tersenyum meremehkan kakaknya.


Violet dan Leon datang menghampiri kedua anaknya yang tidak terlihat seperti anak berusia 5 tahun itu. Leon mengikat Aelina dengan tali sihir, dan membuat anak nya itu duduk di kursi.


"A-ayah! Apa apaan ini ayah? Mengapa ayah mengikatku?!" Aelina mengerucut, menatap ayahnya kesal.


"Kau selalu saja menggunakan kekuatan mu, ayah kan sudah bilang untuk bersikap bijak! Bagaimana kalau para pelayan di rumah ini tau tentang kekuatan mu?" tanya Leon kesal.


"Ayah kan tinggal menghapus ingatan mereka, apa susahnya." Gumam Aelina sebal.


"Aelina! Kau sangat keras kepala ya! Leon, kau harus menghukum nya." kata Violet.


"Oh tentu saja, aku akan meminta Gloria menyegel kekuatan nya!'


"Ja-jangan ibu, baiklah aku akan meminta maaf pada Alexander."


"Ingatlah untuk jangan bersikap sombong! Cepat minta maaf, atau ayahmu akan menghukum mu!" Violet tidak suka dengan kesombongan, maka dari itu dia meminta anaknya meminta maaf pada Alexander.


Aelina meminta maaf pada Alexander saudaranya, dia menyesal karena sudah mencurangi permainan mereka. Alexander memaafkan Aelina dan mereka pun berbaikan.


Kali ini kisah Camellia dan Kainer bisa bersatu lewat Violet dan Leon di masa depan. Mereka hidup bahagia selamanya.


...End...


...----***----...


Makasih atas dukungan kalian ya, mungkin novel ini terbilang singkat padat dan jelas. Mohon pengertiannya, karena ini novel sekuel jadi sedikit. Maaf ya kalau end nya kurang memuaskan 🥺


Ini novel baru ku😍 jangan lupa mampir ya nanti 🤭

__ADS_1



__ADS_2