
Matahari telah terbit, cahaya masuk melalui jendela dan mengenai mata seorang remaja yang tertidur lelap di kasur.
Kelopak mata dia bergetar, perlahan terbuka menampilkan mata berwana hitam yang indah.
Jam alarm milik dia berbunyi, dia sepontan mematikan alarm tersebut. Menguap dan bangun dari tempat tidur.
"Ha." Dia menghela napas lalu menatap jam. "Pukul 06.30 ya?"
"Aku akan terlambat... omong-omong dimana Emilia? Jika berpikir tentang dia, gadis itu adalah tipe yang bangun pagi dan pasti akan membangunkanku."
Dia masih mengucep matanya karena kelelahan, lalu dia mengingat ingatan buruk.
"Tunggu kalau tidak salah hari ini adalah..."
[Ding! Misi utama terbuka]
[Awasi dan hindari segela jenis kematian Emilia pada hari ini]
[Anda benar tuan. Hari ini adalah tepat dimana Emilia akan mati.]
Dengan cepat Adit membuka mata lebar. Bagaimana bisa dia melupakan hari sepenting ini? Dia mungkin berpikir bahwa gadis itu tidak akan berbuat nekad lagi karena dia sudah dia bantu.
[Jika kamu berpikir seperti terlalu naif, tuan. Mengubah takdir tidak semudah itu.]
[Kematian orang bisa dibilang mutlak. Akan sangat susah mengubahnya karena sudah merupakan konsep dasar waktu.]
[Contohnya jika kamu ingin mengubah masa depan orang yang mati karena tertabrak truk, arus takdir akan sekali lagi membuat banyak kejadian hingga kematian orang itu benar-benar terjadi. ]
[Jadi walaupun anda membuat orang itu terselamatkan dari truk, maka beberapa saat kemudian cara kematian lain akan terpicu.]
Adit mengatup giginya. "Itu artinya meski aku menyelamatkan Emilia dari tindakan nekad seperti bunuh diri, maka arus takdir akan mengubah ke arah kematian yang lain. Dan meski aku mengubah masa lalu di mana Emilia dilecehkan oleh Rivan, maka seperti kemarin dia akan disekap, ya?"
[Anda benar!]
"Cih! Kenapa kamu tidak bilang hal sepenting itu dengan lebih cepat?!"
Adit terdiam beberapa detik karena menyadari sesuatu yang penting, wajah dia menjadi pucat.
"Tunggu, bukankah itu juga berlaku untuk kedua orang tuaku? Jangan bilang meski aku membayar tunggakan dan membawa kedua orang tuaku ke ruang VIP masih ada arus kematian yang lain?!"
Sistem terdiam beberapa saat seolah hal itu adalah sesuatu yang tidak bisa dikatakan dan sulit.
__ADS_1
[....]
[Anda benar.]
Seperti baru saja menyadari sesuatu, dia menjadi lemas dan mata dia kosong. "Tidak mungkin, lalu apa yang harus kulakukan?"
[Anda tidak perlu khawatir. Sebenarnya membocorkan hal ini adalah tabu sebagai sistem: pengubah takdir.]
[Tapi anggap saja bonus... kedua orang tua anda masih baik-baik saja di rumah sakit, tapi sekitar dua minggu lagi ada seseorang jahat yang akan memberikan obat palsu oleh sebab itu, kedua orang tuamu akan mati.]
[Masih ada waktu dua minggu... daripada memikirkan itu, lebih baik segera urus gadis itu, kalau tidak anda akan menyesal seperti dulu lagi.]
"Kamu benar sistem, hari ini akan kupastikan dia selamat!"
Adit langsung menggunakan kemeja sekolah dan menggunakan sepatu.
Dengan cepat dia keluar dari rumah, pada awalnya dia ingin mencari kendaraan tapi tiba-tiba ponsel dia berbunyi.
Bip... Bip..
"Halo ada apa Dika?" tanya Adit yang menjawab telepon.
"Ini gawat bos... dia, Emilia ada di atas atap sekolah. Sekarang kondisi sekolah sudah heboh! Kita harus melakukan sesuatu!"
"Hah, tenang saja." Adit berkata tapi itu untuk dirinya sendiri.
"Hah? Apa bos ada rencana...."
Adit tersenyum karena memiliki ide menarik "Kamu dan geng Eskuma... tidak geng Basis, cepat siapkan airbag safety mat. Untuk menyelamatkan Emi yang jatuh dari ketinggian."
"Ini adalah langkah pertama kalian untuk berubah dan berbuat baik, dan ini juga perintah pertama dariku!"
"Hahaha tenang saja. Akan segera kusiapkan!" Nada dia terdengar sangat bersemangat dan bahagia.
-Bip
Adit menutup teleponnya, dia sudah tidak ada waktu lagi untuk mencari kendaraan.
Maka dari itu dia memutuskan untuk berlari. Tapi lari Adit bukan level lari anak normal.
Saat dia berlari dengan sangat cepat sehingga membuat orang-orang disekitar kaget.
__ADS_1
Pengendara mobil saja kaget karena melihat seberapa cepat dia berlari, karena dia bisa menyeimbangin kecepatan laju mobil.
"Apa aku bermimpi? Ada orang yang bisa lari dengan kecepatan seperti mobil?" batin orang tersebut.
Detik berikutnya Adit mempercepat cara dia berlari sehingga menyelip mobil.
Pengguna mobil itu makin kaget dan berkeringat. "Kayaknya aku minum terlalu banyak... hahaha~ iya pasti aku mabuk!" ucap dia.
Alasan kenapa Adit bisa berlari secepat ini adalah karena dia baru saja membeli skill berlari cepat di sistem dengan harga 1.000 coin.
Dalam sekitar 15 menit dia sampai di sekolah.
"Hah.. hah.." Adit mengatur napas dan melihat ke arah halaman sekolah yang sangat ramai.
Para guru berkumpul semua murid juga berkumpul.
Beberapa guru dan murid memberikan nasihat berupa kalimat manis dan menyuruhnya turun dengan sangat penuh kasih sayang.
Namun ada juga murid-murid yang bodo amat dan malah menertawakan Emilia yang berada di atas gedung sekolah dan ingin melompat, mereka mengejek bahwa Emilia adalah gadis cari perhatian dan tidak punya keberanian untuk melompat.
Semua ini sangat mirip dengan kenangan Adit dan hanya dia saja tahu apa yang akan benar-benar terjadi dalam beberapa menit lagi.
"Sial, aku harus cepat!"
Adit kembali lari walaupun dia sudah kelelahan, melewati banyak orang yang berkumpul dan manaiki tangga atas gedung Sekolah untuk menuju tempat Emilia.
"Hei nak apa yang kamu lakukan?"
"Apa dia gila?"
"Dia ingin menyelamatkan anak itu?"
"Bukankah itu Aditya Narayan yang baru-baru ini jadi pembicaraan, katanya geng Eskumat dia bantai sendiri."
"Serius? Gila."
Komentar demi komentar dilancarkan ke Adit, tapi remaja itu bersikap cuek dan tidak peduli.
Di dalam keramaian, ada satu gadis berambut pendek dan tampak dewasa menatap tindakan Adit, dia terlihat murung dan sedih.
"aku harap kamu bisa menyelamatkan adikku, Adit."
__ADS_1
Dia memohon dan mencengkram kedua tangannya.