Kembali Masa Lalu Dengan Sistem

Kembali Masa Lalu Dengan Sistem
Chapter 30. Dasar sombong


__ADS_3

Tap... Tap.. Tap.


.Terdengar langkah kaki mendekati Adit, orang tersebut adalah pria tampan dengan jas hitam dan terlihat sangat berkuasa.


Seperti yang diinginkan dari Adit, Manejer Farid telah datang.


"Ada keributan apa ini?" tanya Manejer Farid dengan nada tinggi.


Dua satpam itu berbalik badan dengan penuh kehormatan. "Maaf membuat keributan, Tuan Farid. Ini ada gelandang yang menerobos masuk."


Perkataan dari satpam dia abaikan, manejer Farid justru menundukkan kepala tanda hormat ke arah Adit.


"Mohon maaf, Tuan Adit. Apakah ada kendala yang bisa saya selesaikan?"


Farid yang terkenal akan wibawa itu tampak sangat menghormati Adit, bocah SMA.


Tentu fakta ini makin membuat dua satpam dan penghuni Hotel terkejut.


Mereka tidak mau mengakui ini tapi jangan-jangan remaja yang mereka hina adalah orang penting!?


"Angkat kepalamu manejer Farid." Adit, dia terlihat memiliki karisma yang hebat berbeda dengan dia barusan.


Seketika para satpam makin yakin bahwa remaja ini bukan orang biasa.


'Adit? Jangan bilang dia adalah Aditya Narayan, owner hotel ini?' batin kedua satpam itu, mereka baru saja menyedari sosok remaja.


Seketika mereka jadi takut atas tindakan tidak sopan barusan, mereka bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Adit setelah ini.


"Manejer Farid sesuai harapan hotel ini sangat hebat dan mewah!" ucap Adit penuh kekaguman.


"Terima kasih pujiannya Tuan Adit."


Mata Adit dengan cepat melirik ke arah dua satpam tersebut, mengundang intimidasi tingkat tinggi yang membuat dua satpam itu ketakutan.


"Tapi kayaknya para penghuni dan satpam disini tidak punya sopan santun, berbicara sombong seperti itu di depanku!" Adit berkata dengan tatapan tajam.


Menundukkan kepala dua satpam itu berkeringat dingin. "Kami sangat menyesali perbuatan sombong kami barusan! Kami tidak tahu bahwa anda adalah tuan Aditya Narayan owner hotel Al-Faris."


Mereka gemeteran karena takut bila di hentikan berkeja.


"Aku tidak masalah kalian merendahkanku, tapi! Bagaimana jika ada calon pelanggan lain yang sama sepertiku ingin masuk ke sini? Apa kalian akan merendahkan mereka hanya karena pakaian murahan? Tindakan kalian sangat mencemarkan nama baik Hotel Al-Faris."


Merasakan tekanan yang luar biasa dari Adit, kedua orang itu mulai berlutut dan meminta maaf tentu mereka tidak ingin tamat riwayat di sini.


"Kami sangat menyesal tuan Adit! Kami tidak akan mengulangi ini lagi... kami masih punya keluarga untuk dinafkahi, jadi jangan pecat kami!"


Dia tidak merasa terharu atas perkataan mereka, bagi Adit dia akan berprilaku baik untuk orang, tapi jika ada yang mengusik hidupnya dia tidak akan mengampuni siapapun!


"Maaf tapi aku tidak butuh bawahan sombong yang berada di atas langit seperti kalian! Mulai hari ini aku tidak mau lagi melihat muka kalian!" tegas Adit.


Mendengar keputusan kejam dari sang owner, dua satpam itu tidak punya kuasa untuk menolak dan menurut saja.


"Sial, hiks mungkin setelah ini kami akan berbisnis saja... ya, kan? Sobat!" Satpam pertama menepuk-nepuk pundak temannya.


Dia menangis tersedu-sedu dan berjalan sempoyongan. "Hiks.. kamu benar, kita terlalu sombong, mulai sekarang mari hidup lebih baik... dan mungkin kita bisa mulai dari jualan makan kecil!"


Setelah itu kedua satpam tersebut telah berjalan keluar dari hotel Al-Faris.


Adit menatap punggung kedua orang itu dan tersenyum.

__ADS_1


[Ding! Selamat anda menyelesaikan misi.]


[Buat semua orang sombong yang merasa ada di atas langit menjadi tahu diri]


[Peningkatan semua status sebesar +5, skill baru> radar bahaya]


[Penjelasan skill : Anda bisa merasakan aura negatif, jahat, dan bahaya dari orang-orang yang berada di sekitar anda]


Dia menghela napas puas atas hadiah yang baru saja dia dapat, lalu dia bergumam, "Itu hukuman yang pantas untuk kalian!"


[Anda sangat baik Tuan]


'Apa maksudmu sistem?'


[Jangan bertindak bodoh, Tuan. Rencana anda terlihat jelas bagi saya.]


[Kedua orang satpam barusan adalah Rafael dan Faka. Mereka kelak akan menjadi bandar narkoba karena merasa kesombongan yang luar biasa dan memanfaatkan status sebagai penjaga hotel ini.]


[Tapi mereka dengan cepat ditangkap! Dan terbunuh oleh peluru polisi saat ingin kabur.]


[Itu akan terjadi sekitar 4 bulan lagi. Anda melihat tanda kematian mereka dengan skill baru kan?]


Melihat bahwa sistem menyadari semua rencana Adit dia hanya bisa tersenyum kecut. 'cih kamu sangat peka sistem!'


[Saya adalah bagian dari anda, tentu aku paham.]


[Dengan memecat mereka. Kedua orang itu sadar atas kesombongannya, mereka mulai melangkah ke jalan yang benar dan membuka usaha walaupun kecil.]


[Hehehe~ tuan sangat lucu karena bertindak sok jahat! Ah, Tuan yang baik hati yang rela jatuh ke atap untuk menolong gadis tentu tidak berhati kejam seperti barusan.] Sistem terkekeh dan mengolok-olok Adit.


Di sisi lain remaja itu agak jenggah karena sistem menyadari semua yang dia lakukan.


"Cih! Katakan apapun sesukamu!" gerutunya dalam hati.


[Misi rahasia, terlaksana.]


[Hadiah misi, Samsung Galaxy Z Fold 2, coin 4.000, poin status +15]


[Anda Naik level +2]


[[Status]


[Nama : Aditya Narayan


Level : 15


Kepintaran : 23


Ketampanan : 35


Kharisma  :36


Kekuatan : 46


Ketahanan : 40


Kelincahan : 50


Skill :

__ADS_1


Ahli Memasak


-Seni beladiri tingkat tinggi


-Berlari secepat mungkin


-Melihat tanda kematian orang


-Leader Ship


-Radar bahaya


Item ;


-Armor anti serangan


Tempat usaha


-Cafe


-Hotel Al-faris


coin :20.200


Poin status : 130]]


...***...


Setelah masalah dua satpam itu selesai kini Adit dan Manejer Farid telah berada di ruangan khusus dan hanya berdua saja.


Adit tampak sangat berwibawa meskipun dia menggunakan pakaian sederhana, bahkan manejee sekelas Farid pun dibuat terpesona.


ini semua karena skill leder ship milik Adit!


"Manejer Farid saya punya permitaan egois, apa kamu mau mendengar?" tanya Adit dengan suara berkelas.


Manejer Farid menjadi sedikit grogi, lawan bicara memang hanya bocah SMA tapi entah kenapa dia punya nilai pemimpin dan karisma luar biasa.


"Ya apapun akan saya bantu tuan Adit."


"Jadi begitu?" Adit tersenyum sebelum melanjutkan. "Kedua orang tuaku sekarang sedang ada di rumah sakit, jadi setelah mereka kembali aku ingin mereka semua tinggal di hotel ini."


"Tentu saja itu boleh! Anda adalah owner di sini!"


Adit tersenyum. "Itu memang benar aku adalah pemilik hotel ini, tapi sebisa mungkin lupakan tentang identitas asliku di depan orang tuaku, kamu bisa kan? Bila saat sedang bersama orang tuaku dan kami saling berpapasan. Kamu buat skenario seolah aku adalah bawahanmu!" tegas Adit.


"Sa—Saya tidak bisa berprilaku lancang seperti itu, bagi saya. Anda adalah tuanku jadi aku tidak boleh...."


"Aku memohon kepadamu bawahan terpercayaku!" Senyuman Adit tampak sangat indah hingga membuat Farid terpesona.


Disebut sebagai 'bawahan terpercaya tentu adalah sebuah kehormatan bagi Farid, tanpa sadar dia tersenyum dan menganggukkan kepala. "Baik serahkan saja kepadaku!"


Adit tersenyum kecut melihat perubahan sikap yang sangat cepat, lalu dia berpikir bahwa Farid sedikit mirip dengan Dika.


Bip.. bip..


Mendengar hp yang tiba-tiba berbunyi Adit dengan cepat mengangkatnya.


"Halo ini Adit ada apa?"

__ADS_1


"Oh, akhirnya tersambung! Kami dari pihak rumah sakit ingin mengatakan bahwa kedua orang tua anda tiba-tiba tanpa alasan yang tidak diketahui, mereka jatuh sakit lagi dan lebih parah!"


"Apa katamu?!"


__ADS_2