Kembali Masa Lalu Dengan Sistem

Kembali Masa Lalu Dengan Sistem
Chapter 42. Joging


__ADS_3

Makan banyak akan membuat kalori naik dan membuat gemuk, apalagi makanan berlemak seperti tadi. Demi menghindari lemak dan penyakitan, Adit memutuskan untuk pergi berolahraga sebentar.


Menggunakan celana training hitam dan sweater, ditemani sepatu sprot yang baru dia beli dengan sistem, Adit telah siap untuk olahraga.


[Ding! Selamat anda mendapatkan misi baru.]


[Joging sebanyak 10 km pagi hari ini.]


Saat dia baru saja ingin pergi dari hotel, dia melihat layar notifikasi yang tiba-tiba muncul di udara, tergambar wajah senyuman.


Joging 10 km adalah hal diluar nalar untuk orang normal, tapi bagi Adit yang telah meningkatkan banyak kemampuan setelah mendapat sistem.


Itu semua bukan hal sulit.


"Yosh! Joging sepuluh meter, akan kulakukan!" Mengambil ancang-ancang dia mulai melakukan joging dengan postur tubuh mantap.


Dia terlihat seperti atlet olahraga, sehingga menarik perhatian orang- orang yang menatapnya.


Tubuh yang ideal, parak muka yang tampan. Semua dimiliki oleh Adit dan menarik perhatian para wanita.


Mereka semua saling berbisik-bisik karena kagum dengan sosok seperti artis sedang joging.


"Lihat dia, sangat keren dan ganteng."


"Apa dia seorang artis atau selebgram? Tapi aku tidak pernah melihat wajahnya."


"Ne, kira-kira jika kita meminta nomor apa akan diberikan?"


"Siapa yang tahu. Tapi itu mungkin bisa dicoba."


Meski sedang fokus akan joging, Adit mendengar semua bisik-bisik itu, dia merasa sedikit terganggu karena itu Adit mempercepat ritmenya.


Saat para wanita yang berbisik ingin mendekati Adit untuk meminta nomor, remaja itu sendiri telah lenyap dan hilang karena larinya yang sangat cepat.


"Aduh dia telah pergi. Tapi dia sangat hebat bisa lari secepat itu."

__ADS_1


"Ya aku makin tertarik."


...----------------...


Waktu telah terlewat lebih cepat daripada yang Adit bayangkan, dalam kurung waktu 40 menit dia berhasil menyelesaikan misi joging sebanyak 10 km.


Saat ini Adit sedang duduk di dekat alat penjual minuman otomatis sendiri, terlihat dia membeli minuman kaleng dan meminumnya dengan cepat.


"Hah~ sudah kuduga minuman segar saat joging adalah yang terbaik!" Dia menghela napas puas.


[Ding! Selamat Anda menyelesaikan misi dengan sempurna.]


[Joging 10 km.]


[Hadiah misi : 1.000 coin, dan peningkatan status +2]


Saat Adit masih terlalut akan kesenangan, Tiba-tiba dia melihat seorang anak kecil sedang tersesat.


Adit sekarang berada di daerah pegunungan yang sunyi dan ada anak perempuan umur lima tahun yang tersesat? Ini membuat dia khawatir.


Anak itu terlihat kebingungan, menatap ke sana ke situ.


Dengan suka rela remaja itu, berdiri dari kursi panjang lalu berjalan mendekati sang anak.


"Apa kamu tersesat?" Adit mengeluarkan pertanyaan dengan tersenyum lembut.


Namun, dia terlihat sedikit linglung, Adit memaklumi karena memang umurnya yang sangat kecil.


"Ayah ibu di mana?" Kembali bertanya Adit berjongkok untuk menatap sang anak lebih dekat.


"...Sasa bermain dengan kakak. Tapi tiba-tiba kakak menghilang, aku mencari kakak." Suara itu terdengar sangat lembut dan polos.


Sedikit tersenyum, Adit berpikir. 'Yang tersesat dan hilang bukan kakakmu, tapi kamu.' dia berpikir demikian.


"Apa kakak tahu di mana kakakku berada?" sang gadis bertanya dengan polosnya.

__ADS_1


"Jujur saja aku tidak tahu. Tapi aku bisa membawamu pulang, aku tahu rumahmu."


Menggunakan skill pelacak lokasi, Adit langsung mengetahui daerah tepat anak kecil bernama Sasa ini.


Sasa menganggukkan kepala. "Hm, aku serahkan kepadamu!"


[Ding! Misi baru terpicu. Selamatkan anak kecil tersesat bernama sasa.]


Mendengar layar notifikasi muncul, Adit bertindak cepat. Memegang tangan Sasa dan menututnya ke rumah.


Rumah anak itu tidak terlalu jauh dengan lokasi Adit berada jadi dia cukup dengan jalan kaki.


Saat sedang di perjalanan, Adit berpapasan dengan seorang gadis muda seumuran dengannya.


Dia menggunakan sweater oversize yang terlihat cocok dengan tubuh mungilnya, perawakan dia sangat mirip dengan sasa.


Melihat saja, siapapun tahu jika Sasa dan gadis itu punya hubungan darah.


"Sasa?!" Dia berteriak dan berjalan mendekati Adit yang bergandengan dengan sasa.


"Kakak!" Sasa berkata dengan tersenyum dan bahagia.


Mereka berlari dengan penuh bahagia dan berpelukan.


"Di mana saja kamu sasa?" tanya gadis tersebut memeluk sang adik.


Sasa tersenyum. "Aku hanya sedikit berkeliling tapi tiba-tiba kakak hilang."


"Yang hilang itu kamu, duh!" dia memeluknya makin erat karena gemas akan prilaku adiknya.


Di sisi lain, remaja yang membawa anak bernama Sasa mengerutkan kening. Perawakan dia sangat mirip atau bisa dibilang dia kenal dengan dia.


Berjalan mendekati dua orang saling berpelukan, Adit berkata dengan lirih. "Kamu, jangan bilang... Nia?"


Gadis itu melepaskan pelukan, kerutan tampak di wajahnya karena nama dia tiba-tiba dipanggil. Perlahan dia menatap sang remaja dengan tatapan penuh keterkejutan.

__ADS_1


"Adit,... kamu Adit?!"


__ADS_2