Kembali Masa Lalu Dengan Sistem

Kembali Masa Lalu Dengan Sistem
Chapter 29. Menuju Hotel Al-Faris


__ADS_3

Siang harinya setelah sekolah Adit selesai, sesuai janji dia telah berada di hotel Al-Faris.


Sebuah Hotel bertingkat tinggi dengan banyaknya kamar dan penginap, mungkin jika dikalkulasikan bisa mencapai puluh ribuan, dengan tinggi yang membentang hingga langit-langit, memiliki banyak tingkat dan sangat megah.


Berlokasi di pinggir jalan sehingga mudah ditemukan oleh para pengguna kendaraan, Adit sendiri datang moto motor honda goldwingnya.


"Jadi ini hotelnya ya? Sangat luas."


Adit bergumam lalu ingin masuk menuju hotel tersebut.


Di halaman hotel terbentang kolam renang yang luas dan tampak seger beberapa orang terlihat sedang berjemur dan berenang,Adit melihat dengan tatapan kagum.


Di lain sisi para satpam dan penghuni lain yang ada di halaman hotel meremehkan Adit dan bertanya-tanya apa yang dilakukan gelandang seperti dia ada di sini?


Karena setelah pulang sekolah Adit hanya berpakian simpel, hanya hem polos berwarna hitam dan celana jens hitam, disisi lain para pengunjung berpakaian mewah wajar saja mereka mengira Adit adalah orang miskin.


"Ne apa yang dilakukan orang itu disini?" bisik salah satu wanita yang sedang berenang.


"Aku tidak tahu... tapi pasti dia kurir atau cleaning servis, lihat saja muka dan pakaiannya itu adalah selera orang miskin!" Pria yang berada di sampingnya berkata.


"Hahaha kamu benar, sayang!"


Komentar-komentar buruk dilancarkan ke arah Adit, tapi dengan nada bisikin sehingga dia tidak mendengarkan.


Adit cuma menyadari bahwa dia sedang dibicarakan pastinya tentang hal buruk, tapi dia tidak peduli.


'Orang-orang kaya memang sangat sombong apa kalian kira aku adalah tontonan?' Batin Adit sedikit malas mengurus mereka.


Mereka terus mengejek Adit jika saja semua orang tahu identitas asli remaja itu maka semua orang akan ngeri dan tidak menyangka bahwa Adit merupakan owner hotel ini.


Satpam yang merasakan kegaduhan karena adanya Adit mulai muak, sebagai penjaga tempat dia berpikir bahwa Adit menganggu pemandangan dan kenyamanan.


Bukti adalah datangnya Adit membuat banyak pengunjung tidak nyaman. Mereka juga menganggap bahwa Adit mencurigakan dan miskin, dia pasti ingin merampok di sini! Kurang lebih itu pikiran liar mereka.


Jadi satpam itu berjalan mendekati Adit untuk diusir.

__ADS_1


"Hei Nak!"


Tiba-tiba dihalangi oleh dua orang satpam, Adit menjadi sedikit risih."


"Ya ada yang bisa saya bantu?"


"Apa kamu tahu tempat apa ini?" tanya dua satpam dengan sombongnya.


"Hotel terus?" sahut Adit dengan malas.


"Cih, dasar lelet. Ini adalah hotel Al-Faris hotel termewah di kota ini dan hanya bisa dimasukkan oleh orang-orang elite saja, bahkan saking hebatnya banyak wisata luar datang kesini, bukankah itu hebat!"


Adit menghela napas tentu dia tahu. "Ya terus?"


Melihat sikap cuek dan sombong dari anak ini membuat Dua satpam yg berjaga menjadi kesal.


"Hei nak! Jangan buat kami berkata kasar!" seru satpam pertama.


"Kami ingin mengatakan jika orang seperti kamu menganggu pandangan dan tidak cocok di sini! Kamu cuma orang miskin tidak mungkin bisa membayar harga sewa di hotel ini. Mengurus pakaianmu saja kamu tidak bisa!"


"Lihat dia sangat menganggu pemandangan!" ucap pengunjung wanita.


"Kenapa dia disini, cepat usir gelandang ini!" komen pengunjung wanita lainnya


Mendengar itu semua Adit menjadi sedikit naik darah karena marah, dia sejujurnya bisa menahan diri jika saja satpam tidak mengusik tapi, dia sudah diambang batas.


"Maaf tapi aku disini karena ingin bertemu Manajer Farid, dia mengundangku di sini. Jadi aku tidak bisa pergi!"


Seperti lawakan paling lucu di abad ini, kedua satpam itu tertawa keras


Anak seperti dia mempunyai urusan dengan manejer Farid?


Tentu mereka menganggap bahwa remaja tersebut gila!


"Hahahaha~ dengar bocah! Manejer Farid itu orang hebat dan sibuk, dia mana mungkin meluangkan waktu untuk bertemu dengan kamu!" Satpam itu mengejek dengan tertawa.

__ADS_1


"Jika ingin bermimpi jangan terlalu tinggi!" satpam yg kedua membentak dengan nada tinggi.


Semua orang makin tidak bisa menahan tawa, mereka benar-benar tidak tahu siapa sosok yang ada di depan mereka.


[Ding! Selamat anda mendapatkan misi baru. Buat semua orang sombong yang merasa ada di atas langit menjadi tahu diri!]


Adit hanya tersenyum sinis melihat ini semua. Dia juga makin senang ada misi baru.


"Baiklah kalau kalian berpikir seperti itu..."


Kemudian Adit mengambil ponsel di saku dan mengetik suatu nomor.


Dua satpam yang menjaga jadi bingung ekpresi mereka seolah mengatakan apa yang dia lakukan?


-Bip


Adit meletakkan ponsel di telinganya.


"Halo, Manejer Farid, saya sudah sampai di tempat. Ada beberapa penganggu jadi cepat lah ke sini!"


Para satpam hanya menganggap remeh mereka berpikir bahwa itu hanya telepon palsu. Tidak mungkin remaja seperti dia punya kenalan hebat seperti manajer Farid.


Setelah selesai dengan perkataannya Adit kembali menaruh ponsel di saku dan menatap tajam dua satpam itu.


"He nak! Sudah selesai dengan candaannya?" tanya Satpam menghina.


"Lihat saja nanti pak tua. Aku harap kamu tidak menyesal dengan apa yang akan terjadi."


Suara itu terdengar sangat dingin sehingga membuat dua orang satpam itu takut.


Tap... Tap.. Tap.


.Terdengar langkah kaki mendekati Adit, orang tersebut adalah pria tampan dengan jas hitam dan terlihat sangat berkuasa.


Seperti yang diinginkan dari Adit, Manejer Farid telah datang.

__ADS_1


"Ada keributan apa ini?" tanya Manejer Farid dengan nada tinggi


__ADS_2