Kembali Masa Lalu Dengan Sistem

Kembali Masa Lalu Dengan Sistem
Chapter 26. Hadiah dari sistem


__ADS_3

Semua pengunjung terkejut bukan main karena sosok remaja menjatuhkan tahanan dengan sangat mudah. Seorang pria berseragam polisi datang ke arah kejadian, ingin mengatasi masalah.


Tapi dia sudah terlambat, begitu terkejutnya polisi itu melihat remaja mengalahkan tahanan dengan satu pukulan. 'Dia hebat, tidak diragukan lagi dia punya bakat untuk menjadi polisi.' batin dia.


"Emilia dan Kak Amel. Aku akan membawa pria brengsek ini kembali ke sel penjara, kalian berbicaralah dengan tenang." ucap Adit, menggerek ayah Emilia tanpa menunjukan rasa kasih sayang.


"Oy, pak Polisis, tunjukan aku tempat pria tua ini di penjara!" Adit menatap polisi yang baru datang tersebut.


Jika dalam kondisi normal dia tentu tidak akan mau mendengar ucapan seorang remaja apalagi dengan sikap buruk seperti itu. Tapi entah kenapa aura Adit membawa sesuatu yang hebat sehingga dia merasakan rasa hormat ke anak kecil yang baru saja sekitar 17 tahun.


"Baik, kamu bisa ikuti aku!" Kata polisi tersebut terbata-bata karena merasakan aura tidak normal dari Adit.


Adit dan polisi itu keluar dari ruangan menuju tempat penjara Ayah Emilia.


Saat remaja itu hilang di ruangan, tiga orang yang tersisa saling bertatap mata dan tertawa kecil.


"Duh, anakku satu ini punya pacar yang hebat dan bisa diandalkan, dengan ini ibu bisa tenang!" Bu Yanti berkata dengan senyuman.


"Kamu benar Bu Yanti, Adit adalah anak yang baik. Jika dia jadi calon suami Emilia pasti akan jadi hal yang bagus..." Amel mengikuti permainan Bu Yanti dan tersenyum.


"Ibu, kak Amel. Aku dan Adit tidak seperti itu!" Sangkal Emilia dengan wajah memerah, dia merasakan rasa hangat di sekujur tubuh apalagi mendengar 'calon suami' dari mulu Amel.


"Eh? Kalian bukan pacaran? Tapi anak itu terlihat sangat dekat denganmu, maaf ibu tidak bermaksud untuk menggoda hanya saja aku berpikir bahwa kalian memangang sangat serasi


Emilia makin malu, dia menundukan kepala dan berkata, "Aku dan dia adalah teman... setidaknya untuk sekarang."


Melihat betapa imutnya reaksi Emilia membuat siapapun yang melihat tersenyum, itu berlaku untuk Amel dan Yanti.


'Untuk sekarang? itu artinya dia berharap lebih untuk kedepannya, anakku ini sungguh imut.' batin Yantin dengan tersenyum lebar.


"Waktu 30 menit telah berlalu, maaf menganggu tapi sesuai aturan, maka waktu berbicara kalian selesai!"


Seorang polisi wanita datang, mereka berjumlah dua orang.


Ibu Yanti menurut dan berdiri dari tempat duduk, lalu dia ingin berjalan menuju tempat dia dipenjara dengan dua polisi memandu. Bu Yanti melangkah dan menjauh dari Emilia.


"Ibu!"


Tiba-tiba langkah terhenti karena suara dari Emilia. Wanita tersebut membalikan badan. "Ada apa?"


Dia mencengkram kedua tangannya, mengumpulkan tekad di dalam hati lalu berkata, "Apakah aku boleh datang lagi kapan-kapan? Aku masih ingin berbicara dengan ibu, membahas tentang sekolah, mimpi masa depan, masih banyak cerita yang mau kuceritakan!"


Perkataan itu menusuk ke hati Yanti karena masih sulit menyangka bahwa anak yang sering dia sakiti masih memendam rasa kasih sayang ke ibunya.


Dia merasa kagum atas kedewasaan Emilia!


"Ya kamu boleh ke sini kapan pun kamu, ibu justru senang!" sahut Bu yantin tersenyum.


"Ayo waktu sudah lebih dari 30 menit!"


"Ini waktunya kembali ke sel!"


Mendengar dua polisi disampingya berteriak bu yanti cuma bisa menurut dan berjalan menuju sel di mana dia ditahan.


Emilia menatap pundak sang ibu yang telah pergi, sekarang hanya ada dia dan Amel.


"Terima kasih ibu," gumam Emilia.


"Apa kamu tidak mau berterima kasih ke Adit?"

__ADS_1


"Hmm." Dia menganggukan kepala. "Tentu setelah ini aku akan mengucapkan terima kasih dengan setulus mungkin, sejak pertama kali bertemu dia sudah banyak membantu..."


Amel menambahkan lalu berkata, "Tapi apa dengan ucapan terima kasih saja sudah cukup."


"Eh?" Emilia memasang wajah tanda tanya bukti kebingungan.


Melihat hal ini, Amel yakin bisa mempermainkan gadis polos di depannya.


"Maksudku adalah kenapa kamu tidak memberikan hadiah spesial?"


"Hadiah spesial? Ah~ kamu benar kak Amel... tapi apa hadiah spesial yang cocok untuk teman?"


Amel memasang wajah licik, dia punya rencana jahat, tapi sikap polos Emilia tidak menyadari. Amel mendekatkan mulut ke telinga Emilia, membisikan sesuatu.


"Kalau itu......"


Blush...


Mendengar sarang dari Amel, perlahan wajah Emilia memanas dan memunculkan semburan kemerahan. "A-a- apa itu benar-benar hadiah untuk teman?" suara dia bergetar tanda dia malu.


"Sudah ikuti apa saran kakak. Adit pasti akan senang sama hadiah itu, aku yakin seratus persen."


"Apa itu benar? .... kalau dia senang, maka aku tidak masalah," kata dia masih memasang wajah malu-malu.


Amel melihat ini menjadi naik darah karena ekpresi sang adik sangat imut. 'Ah, adikku ini sangat imut! Sungguh diberkahi kamu punya calon seimut ini Adit!' batin Amel.


***


Di sisi lain Adit berada di luar kantor polis menunggu kedatangan Emilia. Dia baru saja selesai membawa Ayah Emilia kembali ke sell.


"Hacuh!" Tiba-tiba batuk karena alasan tidak diketahui. "Apa ada seseorang yang membicarakanku?"


Adit yang lagi sendiri adalah waktu tepat untuk mengecek hadiah-hadiah yang dia dapat hari ini, salah satu paling menarik perhatiannya adalah dua fitur baru dari sistem.


"Sistem apa itu fitur save point dan fitur penukar emas secara langsung?"


[Sistem akan menjelaskan]


[Fitur save point : sama seperti di game anda bisa kembali ke waktu yang anda inginkan, ini sangat berguna jika anda melakukan kesalahan dalam mengubah masa lalu. Hanya bisa digunakan satu kali]


[Fitur Penukar emas secara langsung : Sesuai namanya, jika anda membeli emas di sistem, sekarang tuan tidak perlu mencari toko untuk menukar. Anda bisa langsung menukar dengan saya maka akan saya ganti dengan uang yang masuk ke rekening anda.]


"Wah apa itu serius, akan kucoba!"


[Coin berkurang - 1.000]


[Sisa coin 15.700]


Adit menghabiskan 1.000 coin untuk membeli emas, dia mendapatkan 10 emas dan langsung menukar dengan sistem.


[Ding! Saldo anda bertambah + 1,3 miliar!]


Melihat nominal di saldo Adit terkejut bukan main uang satu miliar adalah hal yang tidak pernah dia bayangkan sejak dulu ( Author note: Gw juga gak pernah bisa bayangin gimana kalau aku punya 1 miliar)


Bahkan ini baru 1.000 coin saja yang dia gunakan tapi sudah menghasilkan 1,3 miliar bukankah itu luar biasa!?


Tapi hadiah yang tadi tidak berhenti di situ saja.


"Lalu bagaimana dengan hotel Al-faris apa aku jadi pemilik hotel itu. Bukankah hotel itu adalah yang paling terkenal di kota ini, dirumorkan hanya beberapa orang elite saja yang bisa memiliki, ini seperti mimpi jika aku menjadi owner hotel tersebut."

__ADS_1


[Benar tuan. Anda menjadi owner hotel Al-faris, saldo penghasilan dari Hotel akan masuk ke saldo anda setiap hari.]


"Lalu kamampuan melihat kematian orang yang aku dapatkan setelah menyelamatkan Emilia itu apa?"


[Secara singkat anda bisa melihat tanda kematian dari setiap wajah yang anda lihat dan juga ada sedikit latar belakang bagaimana kematian orang tersebut... ini sistem gunakan untuk membantu anda merubah takdri orang-orang]


"Keren, anda sangat keren Sistem!"


[Hahaha anda berlebihan.]


[Saya hanya membantu tidak sehebat yang anda pikirkan.]


"Aku mengecek status sudah lama aku tidak melihatnya, seklian menambhakan statis juga akan menarik!"


[Dimengerti]


[Status]


[Nama : Aditya Narayan


Level : 13


Kepintaran : 16


Ketampanan : 13


Kharisma  :29


Kekuatan : 39


Ketahanan : 33


Kelincahan : 43


Skill :


Ahli Memasak


-Seni beladiri tingkat tinggi


-Berlari secepat mungkin


-Melihat tanda kematian orang


-Leader Ship


Item ;


-Armor anti serangan


Tempat usaha


-Cafe


-Hotel Al-faris


coin :15.700


Poin status : 115]

__ADS_1


__ADS_2