Kembali Masa Lalu Dengan Sistem

Kembali Masa Lalu Dengan Sistem
Chapter 38. Memberantas geng elang


__ADS_3

Hari bergeser menjadi malam hari, langit hitam terbentang dengan sangat luas dan bintang-bintang bercahaya di langit-langit.


Suasana sunyi menenangkan suasana, angin sepoi-sepoi berhembus, memainkan rambut. Suara jangkrik dan hewan-hewan saling bersisih, menciptakan bunyi yang merdu.


Di balik semak-semak, Adit, pak bambang dan beberapa bawahannya. Kini telah tiba di lokasi markas yang didapat oleh Adit.


Semua berkat Adit sehingga para polisi kali ini bisa melacak sebuah geng paling onar. Tapi sebagian besar tentu saja merasakan keraguan dari sumber data seorang bocah.


"Apakah ini tempatnya nak?" Bambang bersembunyi dan duduk di samping Adit,mereka menatap markas dengan seksama.


Tempat tersebut berada di daerah yang sangat sepi. Tidak ada tanda kehidupan di sana, hanya ada satu mansion hitam yang terlihat sudah usang dan tua.


"Ya tidak diragukan lagi ini merupakan tempat yang ada."


Mendengar perkataan itu Bambang menaikan kewaspadaan, dia berada di tempat musuh, sebagai seorang profesional dia tidak akan menunjukkan kelemahan meski di depan anak buahnya.


Adit, berdiri terlebih dahulu karena melihat sesuatu yang mengejutkan.


Tadi sebelumnya mansion itu terkunci dengan sangat rapat dan ditunggu oleh dua orang penjaga, tapi kini dua penjaga itu menghilang dan masuk ke dalam mansion.


"Ini saatnya, untuk menerobos." Bambang berdiri dari posisi duduk, dia memberikan isyarat kepada para bawahan untuk masuk ke dalam markas dengan hati-hati.


Semua bawahan termasuk Adit memahami isyarat tangan dari Bambang dan menganggukan kepala, mereka perlahan berjalan sambil berjongkok untuk menuju markas.


Perlahan dan perlahan, hingga akhirnya benar-benar masuk ke dalam markas. Di dalam markas terlihat banyak sekali orang-orang dengan tubuh kekar, bertato elang sedang berpesta dengan minum dan mabuk-mabuk, mereka terlihat sangat berfoya-foya hingga tidak sadar bahwa ada penyusup di tempat ini.


Adit dan lain-lain bersembunyi di salah satu lemari kayu yang tidak terawat itu, menengok sedikit, Adit dan bambang bisa mengetahui apa yang mereka bicarakan.


"hahaha kali ini kita mendapatkan banyak uang. Siapa sangka jika ada orang yang mau membeli obat bahaya seperti itu cuma untuk menjatuhkan seseorang." Kata preman sambil minum arak, wajah dia bersemu merah karena mabuk.


"Dokter itu benar-benar gila, yah, Berkat itu juga kita bisa pesta malam ini."


"Mari bersulang atas hadiah yang kita dapatkan."


Tawa demi tawa dilancarkan di tempat itu, ruangan gelap, kumuh dan kotor. Berisi orang-orang sampah yang membuat Adit sedikit risih.


"Apa yang anda mau lakukan, Pak? Bukankah ini saat yang tepat untuk menciduk?" Adit berkata dengan lirih.

__ADS_1


Perkataan itu menuju pendengaran Bambang. "Masih belum, kita harus mengumpulkan bukti lagi," ucap dia seraya diam-diam menfoto dan merekam pembicaraan mereka mengenai trasaksi dokter rozak.


"Aku paham, kalau begitu anda kumpulkan bukti di sini. Aku akan mencari dokumen trasaksi dan setelah itu mari kita tangkap semua bersama."


"Tunggu untuk anak seperti kamu itu terlalu bahaya-" ucapan Pak Bambang terhenti karena Adit telah pergi terlebih dahulu sebelum sempat berkata. "Cih! Lakukan apapun yang kamu mau, anak sialan."


Melihat ketuanya menggerutu dan berbicara dengan sosok remaja seolah mereka adalah patrener tentu para polisi bawahan Bambang kebingungan.


"Anu siapa anak itu? Dia terlihat berbicara dengan tuan sangat dekat. Jangan-jangan dia adalah tangan kanan anda yang rahasia?" Pada akhirnya mereka tidak bisa menahan penasaran dan bertanya.


"Bukan... Hah~ aku pun tidak tahu detailnya. Tapi entah kenapa, anak itu memiliki sesuatu, sesuatu yang membuat seseorang mengikuti perintahnya dan karisma yang luar biasa. Bahkan orang sepertiku terpengaruh oleh efeknya."


Perkataan dari pak Bambang adalah kebenaran, Skill [Leadership] milik Adit selalu saja aktif dan membuat semua orang kagum dan turut serta tanduk dengan keinginannya, bahkan orang-orang hebat saja bisa terpengaruh.


"Dia benar-benar anak aneh," gumam Bambang seraya tersenyum.


***


Sisa-sisa interior yang usang dan berantakan menerpa mansion tua itu. Furnitur yang rusak, dinding yang retak, benda-benda yang berserakan dan penuh debu memberi kesan bahwa Mansion tersebut tidak terawat dengan baik. Meskipun pencahayaan lampu masih menyala, namun kondisi dalamnya sangat parah.


Adit dengan cepat bersembunyi. Dia berlindung di balik dinding dan melihat mereka sedikit-demi sedikit.


"Hah, tempo hari adalah trasaksi terbaik yang pernah kita alami."


"Kamu benar tidak berhenti di uang yang sangat banyak bahkan dokter Rozak menyuap seorang polisi bernama Rahmat."


"Iya, saat pertama kali Rahmat mengetahui tempat ini dan membawa ratusan anak buah kukira kita sudah berakhir, beruntung sekali trasaksi antara Dokter Rozak dan kita sedang berjalan. Jadi saat itu dokter Rozak langsung menyuap polisi untuk segera mundur dan siapa sangka polisi bernama Rahmat itu menerima dengan sangat mudah."


"Hahaha yang namanya keadilan tidak akan ada! Selama ada uang kita akan berkuasa."


Adit mengepalkan tangan dengan lebih erat dia marah akan ucapan para dua penjaga tersebut. Rasanya ingin memukul habis mereka, namun sekarang dia ada di zona kawasan musuh. Tindakan gegabah akan membawa kehancuran.


[Ding! Misi baru akan segera diproses. Segera berantas semua geng elang dan temuka bukti trasaksi.]


[Hadiah yang akan didapatkan ; penambahan semua status sebanyal +15, skill baru [Mendeteksi kebohongan]


Adit sudah mengumpulkan tekad hari ini semua akan berakhir!

__ADS_1


Dua penjaga tersebut berjalan menuju ke tempat Adit  yang sedang bersembunyi. Mereka tentu tidak tahu ada sosok penyelinap di Mansion ini. Mereka hanya ingin lewat tanpa menyadari bahaya yang menanti.


Ketika mereka sedang ingin berbelok, Ke dua penjaga itu terkejut dengan penampakan Adit yang berada di balik tembok. Adit dengan cepat melumpuhkan satu penjaga  Dia memukulnya dengan cukup keras sehingga membuat orang itu pingsan.


Penjaga satunya terlihat tidak terima, dia bergegas menyerang Adit dengan senjata tajam. Tapi, dengan mudah serangan tersebut di hindari, Aditr memegang lengan penjaga tersebut dan menjatuhkan tubuhnya di lantai. Dengan tangan di tahan, Adit mengambil pisau yang jatuh di tanah lalu meletakan di leher penjaga.


Penajaga itu merasakan hawa dingin yang mencengkam di lehernya, dia mengeluarkan ekpresi ketakutan dan ingin mengompol.


"A-apa yang kamu ingin lakuka-- Arhg! sakit!" dia berteriak karena Adit telah menusuk tangan sang penjaga itu dengan sebilah pisau.


"Jangan bergerak dan berteriak, cukup pelankan suaramu, kamu pahamkan?"


Penjaga itu menganggukan kepala.


"Sekarang beri tahu aku lokasi dokumen trasaksi obat palsu yang kamu maksud dengan rozak."


Penajag berkata dengan lirih dan menujukan salah satu kamar kosong yang berisi dokumen terasaksi.


"Terima kasih," ucap Adit. Lalu dia memukul pria itu agar pingsan, dia takut jika penajaga itu kabur dan berteriak.


[Ding! Misi  telah berhasil diselesaikan Segera berantas semua geng elang dan temuka bukti trasaksi.]


[Hadiah ; penambahan semua status sebanyal +15, skill baru [Mendeteksi kebohongan]


Adit berjalan mendekati salah satu kamar lalu memerentang, untuk membuka pintu. Pintu tersebut berhasil terbuka, menampilkan ruangan gelap dengan lilin cebagai pencahayaan. Adit bejalan dengan perlahan berusaha sebisa mungkin untuk tidak menghasilkan suara apapun. Ketika dia berjalan beberapa langkah terlihat tangga yang menuju ke arah bawah.


Tanpa adanya keraguan sedikit pun. Dia melangkah menuruni tangga tersebut. Sesuai dugaanya di sana terdapat beberapa rak yang berisi dokumen-dokumen.


Adit mencari dokumen yang dia cari di tumpukan beberapa dokumen lainnya, dalam kurung waktu 10 menit dia akhirnya menemukan dokumen terasaksi dengan dokter rozak.


Dia tersenyum karena menemukan sebuah bukti paling bersenjata, dia juga punya dua orang yang akan membantu. Dengan ini saat pengadilan justru dokter Rozak yang akan ditangkap.


"Hahaha rasakan itu rozak, kamu akan berakhir setelah ini."


Adit menelpon Bambang, dia mengatakan bahwa semua bukti telah ditemukan. Bambang disisi lain juga sudah menciduk semua geng elang, dia dan bawahanya sudah menodongkan senajta dan menangkap semua geng elang.


"Disini juga sudah berakhir, Nak! Jadi kamu berhasil menemukan bukti terasaksi.. kerja bagus, ayo kita tunjukan ini ke pengadilan dan selesaikan kasus ini."

__ADS_1


__ADS_2