
"Ini semua benar, tidak ada satu pun pertanyaan yang salah." Setelah semua murid selesai dengan soalnya, ruangan test tersisa Nafiz saja. Dia terus mengulangi untuk mengecek lembar jawaban dari Adit tapi tidak ada kesalahan sama sekali.
"Aditya Narayan, ya? Aku tidak pernah mendengar nama itu." Bergumam dia kembali mengecek lembar jawaban dari Angga, memang Angga adalah orang yang cukup pintar, namun tidak bisa bersaing dengan Adit.
"Angga saja mendapatkan total salah 4 soal, dia berada di perinkgat dua setelah Adit... Siapa sebenarnya bocah itu? SMA Garuda benar-benar menyembunyikan bakat sejak lama."
Semua lembar soal suda dia cek. Dan Adit mendapatkan skor terbaik pertama, Angga mendapatkan terbaik kedua, dan Dika mendapatkan terbaik ke tiga.
"Nia, padahal aku malah berharap dia mendapatkan juara kedua, tapi kedatangan siswa bernama Adit membalikan semua keadaan."Dia menatap lembar jawaban Nia, memang Nia sering ikut lomba dan berakhir di peringkat dua.
"Yah masih ada satu test lagi walau pemenang sudah terlihat sangat jelas."
***
Di kamar mandi pria.
Terlihat Adt sedang membasuh mukanya. Dia terlihat sedikit mengantuk. Selesai dengan acara membasuh muka, dia berjalan untuk segera masuk kembali ke ruangan ujian karena dia tidak punya tempat lain untuk istirahat,
[Ding! Selamat anda menyelesaikan misi rahasia, membuat semua orang yang meremehkan SMA garuda terdiam.]
[hadiah, 3.000 coin dan peningkatan status]
Tapi dia mengheintkan langkah yang mau keluar dari kamar mandi itu karena mendengar suara dua orang sedang mengatakan sesuatu.
Suara ini adalah milik Nia dan seorang pria yang tidak dia kenal. Tidak dia sedikit mengenal suara ini, tapi dia tidak mau terlalu mempercayai pendengaranya.
__ADS_1
"Hiks.. hikss, Aku gagal lagi, " Nia menundukan kepalaterlihat sedih dengan lembar soal tadi.
Siluet pria itu makin terlihat jelas, dia memegang pipi sang gadis dengan lembut dan mengelus kelopak matanya. "Jangan menangis Natasya."
"Tapi mas Naufla, aku..."
"Dengarkan aku Natasya, aku tidak mau kamu mengejar mimpumu terlalu jauh, sebagai tunangan aku ingin kita secepantya nikah setelah lulus, jadi lupakan tentang ambisimu untuk belajar!" Naufal menekankan.
Sedangkan Nia hanya bisa menundukan kepala, dia dipaksa harus langsung menikah dengan tunanganya, padahal dia masih ingin melanjutkan kuliah dan menuntut ilmu.
"Dengarkan aku baik-baik Natasya, kita sudah cukup kaya. Tidak perlu lagi menuntut ilmu, kamu cuma cukup menikah denganku setelah lulus tidak perlu berpikir hal lain."
Nia menganggukan kepala walau dia tidak setuju dengan ucapannya. Tanpa mereka sadari Adit mendengarkan semua percakapan barusan dengan seksama, dia mengerutkan kening dan bergumam. "Jadi tunangan yang dimaksud adalah Naufal? Bukankah dia dan Sarah pacaran?"
Naufal dan Sarah terlihat sangat mesra, jika Naufal dan Nia adalah tunangan itu artinya selama ini hubungan dia dan Sarah cuma palsu.
"Sistem apakah bisa kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?"
[Tentu, Besar kemungkinan bahwa Naufal tidak serius dengan Sarah, mungkin Sarah cuma pelampiasan karena Nia-tunangan dia tidak mau segera menikah dengannya. Maka dari itu Naufall melakukan hal bejat dan melampiaskan nafsu ke Sarah, walaupun dia tidak mencintainya, tapi dia bisa menjadi lampiasan.]
Dia makin tersenyum banga melihat itu, meski begitu dia masih sedikit kasihan dengan Sarah, tapi siapa peduli. Setidaknya Adit bahagia bahwa Sarah ternyata cuma pelampiasan.
"Itulah yang kamu dapat jika mencampakan diriku, Sarah!"
Meski dia masih sangat marah dengan Sarah tapi dia juga kecewa dengan Naufal, siapa sangka ternyata dia adalah buaya darat.
__ADS_1
Sebenarnya dia tidak mau ikut campur masalah Naufal karena pasti berhubungan dengan wanita ****** itu, tapi nyawa Nia terancam.
"Lalu kenapa Naufal membunuh Nia di masa depan? Apakah aku boleh tahu?"
[Maaf tapi saya menolak.]
Adit sudah menduga akan jawaban itu jadi dia memilih menggunakan skill melihat tanda kematian untuk mengetahui lebih jelas kematian Nia dia masa depan.
[Nia Natasya : waktu kematian kurang lebih satu tahun dari sekarang]
[Nia akan terus menolak tawaran nikah dari Naufal setelah lulus sekolah, Naufal yang sudah makin emosi memutuskan untuk membunuh dia, karena berpikir jika Nia tidak bisa menjadi miliknya maka dia tinggal bunuh saja dan nikmati mayat.]
"Pikiran iblis itu." gumam Adit, lalu dia tersenyum beberapa saat karena memikirkan ide menarik.
Jika Naufal tergila-gila dengan Nia sampai membunuhnya, maka jawaban paling mudah adalah membuat pria itu menyerah untuk mengejar sang gadis.
Cara sangat mudah, meski dia sangat engan melakukan hal ini tapi dia harus membuat skrenario seolah-olah Adit dan Nia saling mencintai dengan begitu mungkin Naufal bisa menyerah. Lagipula Nia sangat terlihat jelas keberatan dengan pertunangan ini.
Tapi besar kemungkinan Naufal akan marah dan menyerangnya, tapi itu juga adalah hal bagus. Dia tinggal mengalahkan Naufal dan menjebloskan dia ke penjara, dia punya koneksi dengan Pak Bambang dan Amel sangat mudah untuk menjatuhkan dia ke penjara.
Driitt..
Hp Adit telah bergetar, kini pukul 12.00 waktu kembali ke ruangan, dia menyetel alaram. Dengan langkah mantap dia keluar dari kamar Mandi.
Nia dan Naufal kaget karena Adit ada di sini, mereka lagsung salah tingkah karena tidak mau ada yang salah paham.
__ADS_1
"Ayo masuk Nia." Adit memegang tangan gadis itu dengan mesra membuat Naufal langsung membuka mata lebar, tapi dia tidak ada niat menyerang karena akan mencurigakan.