Kembali Masa Lalu Dengan Sistem

Kembali Masa Lalu Dengan Sistem
Chapter 40. Keluar dari rumah sakit


__ADS_3

Setelah insiden Nabila selesai, rumah sakit di mana kedua orang tua adit beristirahat sekarang menjadi lebih damai dan tentram.


Para karyawan dan dokter-dokter bekerja dengan sangat baik, menangani beberapa pasien di sana.


Sebagai ketua Devisi kesehatan yang baru, Nabila menciptakan lingkungan rumah sakit yang baik.


Dengan kerja sama yang konsisten akhirnya, kedua orang tua Adit telah membaik dan sudah boleh keluar dari rumah sakit.


Nabila menelpon Adit untuk memberikan informasi bahagia tersebut dan anak itu sangat terlihat bahagia.


Sekarang Adit sudah berada di rumah sakit menggunakan pakaian sederhana, berkunjung menuju tempat orang tua berada.


Langkah kaki remaja itu penuh akan kebahagiaan, senyuman tidak bisa pudar di wajahnya.


Dengan posisi tegak dan mantap Adit berdiri di depan pintu masuk kamar kedua orang tuanya, dia membuka pintu tersebut.


"Aya, ibu!"


Kedua orang tua Adit yang duduk di kasur dan sedang mendengar penjelasan dari Nabila langsung berganti pandang dan menatap sang Anak.


Ada ekpresi rindu dan kesedihan saat menatap sang anak, begitu juga Adit. Bagi seseorang yang sudah melihat gambaran menyedihkan di mana kedua orang tua meninggal. Melihat mereka kembali ada tentu sangat menyenangkan.


Air mata menetes di kelopak mata remaja itu, perlahan dan perlahan sehingga banjir.


Mereka membuka pupil selebarnya, tidak menyangka anak mereka menangis. Dengan tersenyum mereka berkata, "Ada apa nak? Kami baik-baik saja."


Adit berusaha sebisa mungkin untuk menahan diri, dia adalah pria! Dengan pikiran seperti itu, dia mengelap air matanya.


"Tidak... aku sangat senang kalian bisa sehat."


Kedua orang tuanya tersenyum mendengar hal itu mereka memang sedikit terkejut karena Adit sangat berbeda dengan terakhir kali mereka melihat.


Adit sekarang tampak lebih dewasa, dia seperti orang yang lebih tua alih-alih anak SMA.


...----------------...

__ADS_1


Mereka segera berkemas-kemas untuk kembali ke rumah, tapi perkataan dari Adit membuat keduanya terkejut.


"Apa katamu nak? Kita berhenti tinggal di rumah kumuh itu dan sekarang pindah ke hotel Al-Faris?"


"Bukankah itu hotel sangat mahal dan terkenal dari mana uang untuk membayar?'


Adit tersenyum dia sudah menduga perkataan semacam itu akan muncul di kedua orang tuanya, maka dari itu Adit telah menyiapkan sebuah sandiwara dan cerita.


" Masalah uang kalian tidak perlu khawatir, karena aku akan membayar semua!" Adit berkata, tidak ada candaan dari perkataannya.


"Tunggu nak! Dari mana kamu mendapatkan uang?" Ibu Reni bertanya, sebagai orang tua yang bauk tentu dia merasa sangat heran.


Adit terakhir kali hanyalah bocah SMA tanpa pekerjaan, lalu bagaimana dia bisa mengatakan untuk membayar hotel semewah Al-faris.


Untuk urusan rumah sakit Adit sudah mengarang cerita yang dibantu oleh Nabila untuk mengatakan bahwa semua tunggakan telah dibayar oleh seseorang pengusaha sukses yang baik hati.


Aldo dan Bu Reni dengan mudah percaya begitu saja.


Tapi untuk hotel dia belum mengarang cerita.


Kedua orang tua itu saling menatap, ada sedikit keraguan di hati, namun mereka memutuskan untuk percaya dengan anak semata wayang mereka.


Adit pasti tidak berbohong! Dengan pemikiran tersebut mereka memutuskan untuk percaya.


"Jadi begitu ya, selamat atas pekerjaan yang kamu dapat. Apalagi menjadi karyawan di hotel Al-faris dan Oisi restoran yang terkenal itu." Rani berkata dengan bangga.


Sedangkan Adit menghela napas puas karena kedua orang tuanya percaya dengan mudah.


"Kalau begitu, ayah dan ibu. Ayo segera pergi menuju hotel Al-Faris."


Adit berkata lalu mendorong dua koper berat milik kedua orang tua tanpa kesusahan sama sekali.


Langkah demi langkah mereka lakukan, turun menggunakan lift dan akhirnya berada di luar rumah sakit.


Adit berjalan dengan membawa koper dan berhenti di salah satu mobil mewah.

__ADS_1


Sebuah mobil berwarna putih yang terlihat sangat elegan dan mewah, mobil bermerek Koenigsegg CCXR Trevita itu berada di depan remaja tersebut.


Adit berjalan sangat santai menuju mobil tersebut, dia membuka pintu mobil seolah adalah hal normal.


Pak Aldo dan Bu Rini yang melihat, dibuat melonga serta terkejut, itu adalah mobil paling mewah yang pernah mereka lihat


Namun Adit dengan santainya masuk ke dalam mobil tanpa ragu, seolah itu adalah miliknya.


"nak kemana kamu ingin pergi, itu bukan mobilmu kan?!" Pak Aldo yang menyadari keanehan langsung berkata, dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutan di ekpresinya.


"Eh? Ah... aku lupa memberi tahu, ini adalah...." Adit sedikit bingung bagaimana harus berkata, jika dia terus terang mengatakan bahwa ini adalah miliknya, tentu kedua orang tua dia akan curiga.


"...Yah, ini milik Manejer Farid, ya! Aku sedikit pinjam." Dia tertawa kecut dan mengaruk kepala bagian belakang yang bahkan tidak gatal.


Manejer Farid terkenal akan kekayaan dan kuasa di kota ini, memiliki mobil seperti ini tentu adalah hal normal.


"Oh, gitu ya." Jawab keduanya dengan santai. Mereka sempat berpikir aneh namun pada akhirnya memutuskan untuk percaya dengan anak mereka.


"Hahaha, ya seperti itulah. Dari pada berpikir hal merepotkan, ayah dan ibu ayo segera masuk."


Pak Aldo dan Rani memasuki mobil tersebut, ada kekaguman luar biasa saat menatap mobil ini, apalagi sang ayah.


"Tunggu sejak kapan kamu bisa mengendarai mobil."


Adit tidak menjawab lalu membeli skill mengemudi lewat sistem. Dia menginjak gas dan menjalankan mobil mewah tersebut dengan santai.


Sedikit melirik ke belakang, Adit berkata, "menjadi karyawan di hotel perlu bolak-balik ke sana kemari, jadi aku belajar menggunakan mobil yang ada di hotel." Meski terdengar alasan konyol, tapi memang masuk akal.


Sehingga Aldo dan Bu Rani menganggukkan kepala tanda paham.


Mobil terus melaju menuju hotel Al-faris dengan kekaguman kedua orang tua Adit, mereka berpikir bahwa Adit benar-benar sudah menjadi orang yang lebih hebat daripada sebelumnya.


Mendengar fakta bahwa Adit menjadi karyawan di 3 perusahaan saja mereka sudah sangat senang dan bangga apalagi jika mereka mengetahui fakta bahwa Adit adalah owner dari 3 perusahaan tersebut dan pemilik asli dari mobil ini.


Pak Aldo dan Bu Rani mungkin bisa muntah darah karena sangat terkejut!

__ADS_1


__ADS_2