Kembali Masa Lalu Dengan Sistem

Kembali Masa Lalu Dengan Sistem
Chapter 42. Makan di hotel


__ADS_3

Ruang makan tersebut terlihat sangat ramai dengan banyaknya penghuni yang berisi orang-orang terkenal seperti seleb, idol, dan bahkan beberapa orang luar negeri. Sangat berbeda dengan keluarga Adit yang hanya memakai pakaian biasa.


Keluarga Adit dengan cepat menjadi pusat perhatian orang-orang, mereka berpikir apa yang dilakukan mereka di sini? Hal tersebut dikarenakan pakaian yang digunakan oleh Adit dan keluarganya sangat sederhana.


Menyadari bahwa mereka menjadi pusat perhatian dan banyak yang berbisik-bisik, Bu rani menjadi berkeringat. "Nak, kayaknya kita gak usah makan disini aja deh?"


"Kenapa bu?"


"Soalnya... banyak orang yang menatap kita dengan pandangan buruk, yah. Memang kita tidak selevel dengan dunia para orang kaya." Bisik Bu rani, sedangkan Pak Aldo cuma menganggukan kepala, setuju dengan istri.


Senyuman terlukis di wajah remaja, dia sudah menebak kedua orang tua akan merespon hal tersebut. "Tidak perlu khawatir, Ibu. Semua akan baik-baik saja, toh kita juga numpang makan doang." Adit berkata dengan senyuman.


Namun senyuman itu perlahan pudar, karena Adit tanpa sengaja menatap dua sosok paling dia kenal dan benci, sosok yang membuat dia bisa kembali ke masa lalu dan mengubah takdir, jika dilihat dari sudut pandang lain.


Benar mereka adalah Naufal dan Sarah. Mereka berdua sebelumnya sudah memesan hotel Al-faris untuk sekedar menginap selama dua hari, tentu meraka berada di satu kamar, dan melakukan beberapa hal tidak senonoh, terlihat jelas dari pakaian sarah yang sangat tipis dan bagaimana sarah memeluk tangan Naufal dengan sangat bergairah.


Sarah di sisi lain juga sadar bahwa sosok pecundang yang dia remehkan ada di sini, dia berpikir kenapa orang miskin bisa berada di hotel Al-faris padahal harganya sangat mahal. Dia menjadi emosi sendiri setiap melihat Adit, jujur dia merasa ada perubahan yang luar biasa dari Adit.


Pertama dari aura dan fisik, ia terlihat puluhan kali lebih keren dan akan bohong jika Sarah tidak tertarik. Setidaknya dia sudah ketampanan milik Adit telah melampui Naufal.


tapi, dia benci akan pikirannya sendiri! Dia akan membuat bocah itu tahu malu karena sudah pernah membuat dia terasa hina.


Perlahan dengan mantap, Sarah melepaskan pelukan dari tangan Naufak dan melangkah ke meja Adit.


Plakk...


"Bagus.. kamu putus denganku dan sekrang hidup dengan enak-enak, padahal saat pacaran sama aku kamu tidak pernah mengajak ke restoran sama sekali." Suara itu terlihat sangat tegas dan megundang banyak perhatian orang lain.


Adit menghela napas dia sebenarnya sangat malas mengurus hal ini, tapi mau bagaimana lagi.


Pak Aldo dan Bu Rani saling melirik, mereka tidak bisa memahami dengan situasi yang terjadi.


"Maaf. Aku tidak mau lagi berbicara denganmu jadi pergilah."


Ucapan itu membuat Sarah makin marah karena suatu alasan alasan, dia merasa tidak terima di acuhkan seperti itu.


"Hah, kamu sangat sombong sekarang! Pasti kamu disini juga ngutang kan?" ejek Sarah.


Beberapa staf yang melihat hal tersebut dibuat emosi, siapa orang bodoh yang berani menganggu bosku? Kurang lebih itu yang terdapat di pikiran semua staf dan pegawai.


Namun mereka masih menahan, menunggu perintah dari Adit untuk bergerak.


"Aku menghutang? Bukankah itu harusnya kamu, Sarah?"


"Apa katamu dasar miskin!"


"Hei ada apa ini sayang?" tanya Naufal yang ikut dalam keributan, dia memegang tangan pacar barunya dengan halus, berusaha untuk menenangkan.


"Ini mas, dia sangat membuat ku marah!" Sarah menunjukkan jari ke arah Adit.


Remaja itu tidak takut sama sekali, dia perlahan melirik tangan Sarah dan Naufal yang saling menyatu. Tatapan itu adalah tatapan hina.


"Menjijikkan apa yang kamu lakukan di hotel seperti ini, hanya berdua saja?" Adit bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh dua orang di dalam satu kamar hotel.

__ADS_1


Membayangkan hal itu saja dia sudah mual dan ingin muntah, ingatan buruk di masa depan kembali muncul. Ternyata memang sejak awal hubungan Naufal dan Sarah sudah masuk level tidak normal.


"...Sejak dulu apa yang kamu lakukan di belakangku?" Adit bergumam tapi perkataan itu sedikit terdengar oleh Sarah.


"Kamu lebih cocok dengan orang itu... yah, sampah memang akan cocok dengan sampah." Dia melanjutkan dengan tatapan mengejek.


"Apa katamu! Jangan sombong, Adit." Sarah mengepalkan kedua tangan karena emosi. "Para karyawan atau apapun cepat lah ke sini!" bentak gadis tersebut.


Satu orang penting berjalan menuju kegaduhan, dia adalah manejer Farid.


"Akhirnya kamu datang juga, manajer ini ada gelandang—"


"Bisa anda tutup mulutmu, dasar wanita rendahan!" Farid berkata dengan lirih tapi tegas, seketika Dia membuka mata lebar.


Kenapa dia tidak membelaku dan malah membantu si miskin Adit? batin Sarah.


"Hei kamu jangan berkata kasar dengan wanitaku!" ucap Naufal.


Adit menghela napas, lalu menatap kedua orang tua yang kebingungan. "Biarkan drama ini berjalan, Farid akan menanganinya, jadi ayo makan." Perlahan pemuda itu mengambil sendok dan makan.


Aldo, Rani saling menatap dalam kebingungan. Tapi mereka memutuskan untuk melakukan apa yang dimau anak.


Mereka makan dengan perlahan dan merasakan rasa enak di lidah. "ini luar biasa nak."


"Hahaha ibu benar."


Sedang ada kegaduhan, tapi mereka justru makan dengan santai seolah tidak ada apa-apa. Tentu Sarah dan Naufal menjadi marah.


"Kamprett malah makan!" Naufal tidak bisa menahan diri dan ingin memukul Adit, tapi dihentikan ok ucapan tegas dari Farid.


Dua penjaga langsung menarik mereka. Sarah dan Naufal terus beeteriak dan merasa ada yang aneh.


'Sial bajiangan! Si Adit itu bagaimana bisa? Kenapa orang hebat seperti Farid malah membelanya, padahal dia hanya orang miskin!' Pikir Sarah saat dirinya di tarik paksa oleh penjaga.


Ia sebenarnya sadar bahwa Adit sudah berubah dan menjadi lebih kaya, melihat perkembangan Adit dia menjadi sedikit tertarik dan mulai menaruh perasaan. Tapi dia masi saja merujuk karena beberapa hari yang lalu dia tiba-tiba diputuskan karena alasan tidak jelas.


Ya, memang Sarah salah karena menduakan Adit, tapi pecundang seperti dia harusnya bangga menjadi orang kedua dan babu untuk idola serta wanita cantik seperti dia.


Kemarahan, Sarah makin memuncak saat Adit membantu gadis yang tidak tahu di mana Asal-usulnya.


"Awas kamu Dit akan kubuat kamu kapok!"


Di sisi lain Adit tersedak makanan, bukan karena perkataan Sarah, tapi karena ucapan Farid beberapa saat yang lalu.


Dia tanpa sengaja mengatakan 'tuan'


Dia melirik ke dua orang tuanya, dan merasa lega. Beruntung mereka terlalu fokus makan dan tidak sadar akan kejanggalan barusan.


[Ding! Selamat anda menyelesaikan misi rahasia]


[Usir pembuat onar di tempat makan hotel]


[Hadiah : Iphone 15 pro max 1 TB, 3.000 coin.]

__ADS_1


[Anda naik level.]


[[[Status]


[Nama : Aditya Narayan


Level : 16


Kepintaran : 39


Ketampanan : 51


Kharisma  :52


Kekuatan : 62


Ketahanan : 56


Kelincahan : 66


Skill :


Ahli Memasak


-Seni beladiri tingkat tinggi


-Berlari secepat mungkin


-Melihat tanda kematian orang


-Leader Ship


-Radar bahaya


-Mendeteksi kebohongan


-Pelacak lokasi


-Ahli kendaraan


Item ;


-Armor anti serangan


Tempat usaha


-Cafe


-Hotel Al-faris


-Oisi restoran


coin :56.200

__ADS_1


Poin status : 230]


__ADS_2