
Motor Honda Goldwing merah itu melaju dengan sangat cepat, memotong udara dan menyelip di antara banyaknya pengendara lainnya.
Dalam waktu singkat, motor Tersebut telah sampai di SMA Garuda, sekolah Adit.
Saat pemilik motor tersebut memarkir kendaraan di halaman sekolah, itu seketika menjadi pusat perhatian para murid.
Mereka bertanya-tanya tentang sosok misterius di balik kemudi motor yang begitu mencolok ini. Karena motor Goldwing tipe Honda GL1800 yang dimiliki Adit adalah tipe terbaru yang seharusnya belum ada di tahun 2016, membuat semua orang bingung.
Para murid terheran-heran, apakah pemilik motor ini memiliki kendaraan yang sangat eksklusif dan rahasia? Mereka tidak pernah melihat motor seperti itu sebelumnya.
Kebingungan ini memicu kehebohan di seluruh sekolah. Terutama para murid perempuan yang sangat terkesan dengan motor mewah ini. Mereka mulai berkumpul dan berbisik-bisik, takjub oleh kemewahan motor tersebut.
"Kya~ itu Adit!"
"Pagi hari seperti ini, dia tampak lebih keren dari pada siapapun!"
"Bos dari geng Basis sangat tampan, kaya lagi kalau seperti ini siapapun pasti mau."
"Ah~ Adit ayo makan bersama kami nanti saat istirahat!"
"Tidak Adit akan makan bersamaku!"
"Omong-omong motor apa yang kamu naiki itu? Aku baru pertama kali melihatnya!"
Semua para siswi perempuan berbondong-bondong mendekati Adit, mereka menarik-narik tangan Adit meminta kemanjaan untuk mereka.
Adit menjadi bingung, dia tidak pernah mendapatkan perhatian sebanyak itu sebelumnya.
Dia tentu saja tidak sadar bahwa aksi heroik beberapa hari lalu membuat semua orang kini mengangguminya.
Popularitas Adit langsung meningkat bagi semua siswa apalagi setelah mendengar bahwa Adit membantai anggota Eskumat sendiri dan menjadi bos mereka.
Sekarang tidak ada yang berani menghina dia, justru banyak orang yang malah ingin mendekati Adit.
Terutama kaum wanita.
"Tunggu berhenti menarik-narik tubuhku!" Adit mencoba meloloskan diri dari perkumpulan gadis itu, tapi dia kuat melawan puluhan wanita yang mendekat.
__ADS_1
"Sial..."
Di tengah keputusaan, dia melihat salah satu pria yang paling bisa dia andalkan, dia adalah lelaki dengan jaket putih, menggunakan handset di telinga dan terlihat sangat tenang.
Dia adalah Dika!
"Dika tolong aku! Selamatkan aku!" Adit meminta tolong.
Dengan cepat sensor perintah untuk ketua muncul di otak Dika, dia menyadari bos sedang dalam bahaya.
Lalu Dika melirik ke segala arah mencari sumber suara. "Bos kamu di mana!?"
"Aku disni Dika!" teriak Adit menaikan satu tangan sebagai tanda.
Melihat sekumpulan wanita yang membentuk lingkaran dan berkumpul di satu titik tentu membuat Dika sedikit ngeri.
Sebagai salah satu siswa populer di sekolah ini dia paham betapa menakutkannya situasi Adit.
"Dika kenapa lama sekali, cepat selamatkan Aku!"
"Baik, bos." Namun ini bukan waktu untuk berpikir yang tidak-tidak, Dika dengan cepat mengarah ke arah keramaian.
"Hei."
"Ada apa? Apa kamu tidak lihat kami sedang ingin sama Adi— Kya~ di Dika!" teriak gadis tersebut.
Teriak itu berhasil menarik perhatian Para gadis, semua yang berkumpul di tempat Adit langsung berbalik ke arah Dika.
Dika dengan cepat dikerumuni oleh banyak wanita walaupun dia cukup kesulitan tapi dia menangani ini dengan lebih baik.
"Huh." Adit menghela napas. "Sungguh merepotkan menjadi populer!"
[Anda kalah saing dengan Dika]
[Padahal kamu ada sistem]
[Kamu bisa meningkatkan ketampanan, karisma, dan kepintaran agar populer sama cewek]
__ADS_1
Adit berpikir bahwa itu adalah hal bodoh, maka dari itu dia menghela napas. "Aku tidak perlu itu."
Detik berikutnya sirna Adit terfokus ke arah gadis berambut hitam dengan mata biru berjalan santai memasuki gerbang sekolah.
Mata dia tidak berhenti memandang sang gadis.
[Ah, itu karena anda sudah ada Emilia.] tebak sistem.
"Berhenti sistem, aku tidak punya kesenangan untuk bermain dengan wanita," gumam Adit dia mendadak menjadi teringat dengan kejadian Sarah, tentu dia masih sulit untuk membuka hati secara roman.
Bip... Bip... bip...
Tiba-tiba gawai milik Adit berbunyi, tertulis nama 'Manajer Farid' di situ.
Adit awalnya bingung dengan siapa yang menelpon, tapi dia langsung ingat bahwa manajer Farid adalah satu-satunya manajer paling berpengaruh di kota ini dan memegang hotel Al-Faris.
Dia dengan cepat membalas telepon.
"Halo, saya manajer Farid. Besok dan seterusnya saya akan bekerja dibawah kepemimpinan tuan Aditya."
Suara yang muncul di dalam telepon terdengar sangat memiliki aura yang tinggi dan berkarisma.
"Jadi apa benar ini dengan owner baru Hotel Al-faris Aditya Narayan?"
"Ya, tidak diragukan lagi bahwa itu adalah saya, jadi ada apa manejer Farid?"
"Karena anda adalah owner baru di hotel Al-faris saya ingin anda berkunjung ke Hotel tersebut."
"Baik saya mengerti. Saya berkunjung nanti saja, sekarang aku ada urusan penting."
"Dimengerti tuan Adit maaf menganggu waktu penting anda."
-Bip
Adit tersenyum dan merasa puas dia punya rencana untuk datang ke hotel tersebut nanti Siang.
"Kalau dipikirkan lagi ini adalah pertama kali aku pergi ke tempat mewah seperti hotel, rumahku sudah cukup kusut. Mungkin setelah ibu dan ayah pulang dari rumah sakit, aku akan membawa mereka ke hotel saja!"
__ADS_1
Kemudian Adit juga teringat ucapan sistem kemarin, yang mengatakan bahwa kedua orang tuanya dua minggu lagi akan mendapatkan obat palsu dan mati.
"Ayah, ibu. Tunggu aku! Setelah urusan hotel selesai, berikutnya aku akan mengunjungi kalian! Tidak akan mati seperti di masa depan!"