
"Kamu Adit."
Mereka saling menatap dalam keterkejutan tidak menyangka akan bertemu tepat pada saat ini. Padahal saat berada di sekolah pun mereka tidak pernah saling bertemu dan berbicara, hal ini membuat mereka cangung dan kikuk.
[Ding! Misi telah diselesaikan dengan sempurna Selamatkan anak kecil tersesat bernama sasa.]
[Hadiah misi ; 2.500 coin dan 20 poin status.]
Di keheningan hanya ada suara sistem yang berbunyi. tentu hal tersebut cuma bisa di dengar oleh Adit.
"Aku tidak menyangka, Nia ternyata tinggal di tempat seperti ini?" Kalimat pertama yang Adit putuskan untuk dibahas adalah itu, dia berpikir aneh seorang gadis seperti dia kenapa hidup di daerah pegunungan yang jauh dan sedikit pengunjung.
Nia tidak memberi respon, alih-alih menjawab dia malah membuat wajah seolah pertanyaan barusan sebaiknya tidak perlu dilontarkan. "Agak susah jika diceritkan. Singkatnya aku pindah ke daerah sini karena sesuatu..."
Dia melerik Adit dan berkata, "omong-omong terima kasih karena sudah mengantar adikku, dia orang yang mudah tersesat dan bermain seenaknya, sebagai kakak aku sangat jenggah akan sikap ini." Sindir Nia melirik.
Sasa cemberut, tidak menyukai perkataan barusan. "Aku tidak tersesat, justru kakak yang hilang!"
"Tidak yang menghilang bukan aku, tapi kamu!" Mengagas perkataan adik, dia sudah mulai kehabisan tenanga lalu menghela napas. Dia melirik ke Adit dengan senyuman. "Sebagai ungkapan terima kasih bagaimana jika kamu mampir ke rumahku? Mumpung rumahku tidak ada orang..."
Adit terdiam untuk beberapa saat, mencari jawaban yang pas. "Maaf, tapi aku sedang sibuk..." Perlahan dia membalikan badan, melangkah ke arah berlawanan sambil melambaikan tangan.
__ADS_1
Melihat itu, Nia pun melambaikan tangan, tersenyum manis. :Baiklah kalau begitu! Terima kasih, hati-hati!"
Dia cuma tersenyum dan terus melangkah. Kenapa Adit memutuskan untuk pergi? Jawabannya sederhana karena dia mengingat masa depan Nia, gadis itu adalah orang yang bertunangan dengan seseorang, walaupun tidak di publis, namun sebagai orang yang berasal dari masa depan dia tahu akan hal tersebut.
Dan, Nia akan mati oleh tangan sang pengantin yang sampai sekarang tidak diketahui nama. Singkat cerita dia tidak mau membuat sang pengantin itu maraha karena melihat Nia dekat dengan cowok lain, jika situasi memburuk kematian Nia bisa menjadi lebih cepat.
Menghentikan langkahnya, Adit menatap Nia dari kejauhan, sambil bergumam, "Tenang saja, akan kupastikan kamu tidak mengalami hal buruk seperti itu..." Selesai berkata, Adit kembail berjalan lagi. Melakukan sedikit olahraga tambahan.
Tujuan Adit saat ini adalah Oisi Restoran, sebuah rumah makan yang baru saja dia dapatkan dari sistem, dia ingin melihat bagaimana rumah makan terkenal itu.
Beruntung Oisis restoran tidak berada di tempat terlalu jauh, sehingga Adit bisa sampai dalam kurang waktu 5 menit.
"Jadi ini Oisi Restoran? Sesuai dugaan sangat mewah, ya? Masuk tempat seperti ini adalah mimpi."
Adit membuka pintu dengan perlahan, dengan cepat dia disambut oleh aroma makanan sedap yang menyergak penciuman, tidak berhenti di sana, kursi kayu dan meja terlihat sangat cocok dan berbadu dengan dinding berwarna cream ini, menciptakan kesan sederhana tapi elegan.
Berjalan mendekati, dia dapat mendengar banyak komentar-komentar positif dari makanan oisi restoran ini, sebagai owner terbaru Adit tersenyum mendengar dan melihat para costumer bahagia.
Di sisi lain, staf dan beberapa pelayan melirik ke Adit dengan tatapan merendah, mereka berpikir bahwa Adit hanyalah seorang gelandangan numpang lewat, karena pakaian Adit cuma sweater dan celana olahrga, dia sangat tidak cocok untuk di sini! Begitulah pemikiran para orang-orang.
Tapi pemikiran itu langsung berubah, mereka terkejut saat tiba-tiba manejer restoran ini, Setiawan datang menghampiri Adit. Sosok manajer tersebut menundukan kepala memberi hormat. "Terima kasih telah berkunjung tuan Adit."
__ADS_1
Perkataan itu merupakan nada penuh kehormatan sehingga membuat para staf membuka mata lebar, mereka baru pertama kali melihat manajer Setiawan yang terkenal itu menundukan kepala, apalagi kepada seorang bocah? Sekarang semua sadar bahwa bocah yang baru saja mereka rendahkan bukan orang biasa.
"Ya, aku hanya ingin melihat tempat ini. Sebagai owner, bukankah itu hal wajar."
"Sesuai yang saya duga anda adalah orang yang sangat teliti. Tidak perlu khawatir masalah resoran karena saya mengurus dengan sepenuh hati." Setiawan berkata dengan tersenyum hangat.
"Jadi begitu? Kalau benar seperti itu aku sangat..."
Namun belum sempat Adit berkata, tiba-tiba terdengar sebuah keribautan yang besar timbul dari salah satu meja pelanggan. Hngga semua orang yang berada di sana mulai menatap ke arah kericuhan itu.
Brak...
Srak...
Terlihat seorang pria mendobrak meja dengan sangat keras, lalu menyapu mejanya dengan kedua tangan sehingga membuat sebuah mangkok yang berisi sup hangat di atas lantai menjadi tumpah. Pecah-pecah piring tergeletak di lantai, terlihat sangat berantakan.
"Resotaran apa ini?? Katanya restoran ini adalah mewah, tapi kenapa menyediakan makanan busuk dan menjijikan seperti ini? Menyediakan kebersihan dan kualitas? Omong kosong, aku benar-benar sangat menyesal dan kecewa telah menghabiskan waktu untuk makan di sini!" tandasnya ketus dan penuh arogan.
"Semuanya lebih baik kalian pergi dari rumah makan ini! Tempat ini sangat menjijikan!" Dia menambahkan dengan emosi tinggi, menyakinkan para pelanggan untuk patuh dengannya,
Ucapan itu sangat lantang sehingga membuat panyak tamu menjadi berbisik-bisik, menatap kegaduhan. Terlihat jelas bahwa mereka menjadi tidak yakin akan makanan yang terjadi.
__ADS_1
[Misi baru terpicu. Selesaikan masalah yang ada di oisi restoran.]
Adit sebagai pemilik tempat makan ini tentu berjalan mendekati wanita tersebut untu menghentikan tindakan bodoh ini.