Kembali Masa Lalu Dengan Sistem

Kembali Masa Lalu Dengan Sistem
Chapter 45. Mengatasi masalah Oisi restoran


__ADS_3

"Semuanya lebih baik kalian pergi dari rumah makan ini! Tempat ini sangat menjijikan!" Dia menambahkan dengan emosi tinggi, menyakinkan para pelanggan untuk patuh dengannya,


Ucapan itu sangat lantang sehingga membuat banyak tamu menjadi berbisik-bisik, menatap kegaduhan. Terlihat jelas bahwa mereka menjadi tidak yakin akan makanan yang terjadi.


[Misi baru terpicu. Selesaikan masalah yang ada di oisi restoran.]


Adit sebagai pemilik tempat makan ini tentu berjalan mendekati pria tersebut untuk menghentikan tindakan bodoh ini.


"Tuan. Kami sungguh meminta maaf. Kami akan mengganti semua makanan ini dan tuan tidak perlu membayar semua ini." seorang kepala pelayan berusaha untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak berkepanjangan.


Namun sepertinya pria ini memang begitu berniat dan antusias untuk mengeluarkan segala penyesalan dan kekecewaannya karena telah merasa ditipu.


"Pelayan di tempat ini memberikan makanan sampah untukku! Heh!! Bagaimana mungkin dia memasukkan gulungan rambut ke dalam supku?! Cih! Sungguh sangat menjijikkan sekali!" ucap pria itu.


Adit yang melihat kegaduhan berjalan bersama manejer Setiawan untuk mengatasi apa yang terjadi.


"Hei apa yang terjadi?" Setiawan sebagai manejer bertanya, dia ingin sekali mengatasi kegaduhan.


"Apa yang terjadi? Dasar buta! Tidakkah kamu bisa melihat bahwa ada rambut di dalam sup yang kupesan? selain itu rasa dari sup ini seperti sudah basi. Apakah kalian serius ingin menjual hal seperti ini untuk pelanggan!?" Pria itu tidak mau kalah, dia mengatakan dengan nada kasar, seolah emosinya sudah meluap-luap.


Adit di sisi lain melihat di lantai, terlihat beberapa makanan dan sup yang telah tumpah. Dia juga melihat ada seikat rambut berwarna hitam dengan gulungan kecil.


Berkat skil [ Pendeteksi kebohongan] dia mengetahui bahwa ucapan dari pria itu adalah kebohongan.


'Dia berbohong, aku bisa merasakannya. Tapi apa motifnya? Dan siapa dia?' pikir Adit, menatap pria yang marah tersebut.


"Itu pasti kebohongan, kami mengutamakan kualitas, dan keberhasilan. Mana mungkin kami menyediakan makanan bekas dan ada rambut di dalamnya!" Tanpa sadar manejer rumah makan itu berteriak,membuat pandangan pelanggan menatapnya.


Yang dilakukan manejer adalah kebenaran, dia ingin melindungi rumah makan dengan perkataan, tapi tampaknya dukungan para pelanggan kurang.


Beberapa orang menatap ragu rumah makan ini, mereka mulai beranggapan bagaimana jika perkataan sang pria kebenaran.

__ADS_1


Keringat dingin berceceran di wajah sang manajer, jujur dia kebingungan dengan apa yang harus dilakukan. Mau bagaimanapun dia berkata, dia kalah suara karena pelanggan terlihat lebih percaya dengan pria tersebut.


"Apa menurutmu aku akan berbohong!? Seoran penguji makanan terkenal sepertiku berbohong? Anda pasti bercanda!" Pria tersebut menunjukan kartu identitasnya yang bertulis bahwa dia adalah seorang penguji makanan terkenal bernama herman.


Herman, tersenyum percaya bahwa kartu identitas ini bisa meyakinkan bagi orang-orang, tapi bagi Adit dia menyadari dengan sangat jelas bahwa orang itu sedang berbohong.


'Kartu itu palsu, tapi meski palsu aku tidak punya cara untuk mengatakan bahwa ini palsu! Jika aku memaksa justru restoran ini malah makin dicurigai.' pikir Adit.


Setiawan membuka mata lebar, dia mempercayai kartu identitas itu karena sangat asli, dia tidak menyadari bahwa orang bernama Herman ini membuat kartu palsu dengan kuasa uang. Mungkin di restoran ini yang menyadari identitas ini palsu hanya Adit.


'Aku harus bergerak secepatnya.' Adit mendapatkan sebuah ide, perlahan dia berjalan mendekati sang pembuat onar.


Semua orang baik itu para staf dan pelangan terheran-heran kenapa seorang remaja seperti Adit tiba-tiba berjalan mendekat.


"Permisi tua, bisakah anda meminjamkan saya ponsel anda?" ucap ana tersebut secara tiba-tiba. berakting seperti anak yang hilang.


"Apa maumu tiba-tiba datang kesini?" tanya Herman menyelidiki, dia merasa curiga dengan remaja yang tiba-tiba muncul.


"Hahaha, kamu benar nak! Yumy restoran ratusan kali lebih baik dari pada di sini, jadi kamu jangan mau ke sini!" ucap Herman dengan semangat, sikap dia berbanding sebalik saat membahas Yumy restoran. Sekilas tampak biasa-biasa saja, tapi sikap Herman membuat Adit mendapatkan sedikit petunjuk.


'Jadi begitu, pantas saja aku merasa tidak asing dengan nama Herman dan wajah orang ini... dia tidak salah lagi, merupakan salah satu staf profesional dari Yumy restoran.' batin Adit saat melihat dia yang antusias.


Kenapa seorang staf dari restoran lain melakukan keributan di sini? Jawabannya sangat simpel. Karena mereka ingin menjatuhkan saingan mereka paling besar dan itu adalah Oisi restoran yang sangat menang jauh dari Yumy restoran.


Alasan kenapa Adit ingin mengecek hp Herman adalah untuk mengecek sebuah percakapan antara bos atau manejer Yumy restoran, karena tidak mungkin sosok seperti Herman datang kesini tanpa perintah, pasti manejer atau bosnya yang menyuruh. karena hal itu dia membutuhkan sebuah bukti.


"Kamu sangat pintar nak, aku sangat merekomendasikan datang ke Yumy restoran karena di sana memang lebih berkualitas di sini!" ejek Herman dengan tatapak jijik, seraya meminjamkan hp ke Adit.


Senyuman kemenangan tergambar dari raut wajah Adit, bagaimana bisa orang ini sebodoh itu? Tanpa menyadari kekalahan akan datang.


Adit mengecek chat dan mendapatkan bukti percakapan antara Herman dengan menajer Yumy restoran, sesuai dugaan Herman datang ke sini karena perintah sang menejer.

__ADS_1


Tersenyum karena mendapatkan informasi yang dia mau, Adit membalikkan ponsel tersebut. "Tuan Herman ya? Terima kasih banyak!"


"Ya sama-sama....."


Ucapan tersebut terpotong karena sebelum dia meraih ponsel dari tangan Adit, remaja tersebut langsung merebutnya lagi, membawa ponsel itu ke dalam saku.


"Hei Nak! Kembalikan hpku!"


Adit menatap tajam, aura bocah SMA itu dengan cepat berubah menjadi lebih serius. "Maaf tapi aku pertanyaan... apa yang dilakukan staf Yumy restoran ke sini?" Tanya Adit menunjukkan bukti percakapan antara Manejer dan Herman di hp.


"Jangan omong kosong ya nak! Aku bukan staff di sana apa kamu tidak lihat bukti ini!"


"Periksa semua rekaman kamera CCTV sekarang juga! Aku yakin sekali, kita bisa menemukan sesuatu yang berguna untuk menyelesaikan masalah ini." titah Adit..


"Cepat lakukan! Segera periksa seluruh rekaman CCTV!!" Setiawan kembali menandaskan karena beberapa anak buahnya tak segera bergerak.


"Baik, Tuan. Dipahami!" sahut pelayan restoran dan segera bergegas pergi untuk melakukan apa yang telah diperintahkan oleh sang bos.


"Ehh! Hei! Bocah!! Apa yang sedang kamu lakukan?! Sebenarnya siapa kamu?!" Herman menatap tajam Adit dan berusaha untuk mendekati Adit dan ingin merebut ponselnya kembali.


Tapi seberapa besar dia berusaha, tangan itu tidak mencapainya.


"Aku cuma orang lewat di sini.... dan aku ingin membuktikan apa yang sebenarnya terjadi. Apa dengan mengecek di CCTV ada sesuatu yang buruk dan tidak ingin diperlihatkan? Ah atau jangan-jangan... kamu memasukkan rambut itu sendiri.?"


Mendengar ucapan dingin dan pintar dari remaja yang tidak dikenal, Herman menjadi gemeteran karena dugaannya seratus persen benar.


"Kenapa diam saja, tuan penguji yang terhormat?" sarkas Adit yang tahu bahwa kartu Identitas itu palsu.


"Tuan Adit kami sudah mengecek CCTV!" seru Setiawan mendekati Adit.


Dia tersenyum. "Bagus mari kita lihat apa yang sebenarnya terjadi, tuan?"

__ADS_1


__ADS_2