KENAYA (Ken Dan Aya)

KENAYA (Ken Dan Aya)
21


__ADS_3

#KENAYA (Ken dan Aya)


#Part21


Mata Ken tidak lepas memandang istrinya yang begitu lahap makan rujak. Ia membelikan rujak sesuai permintaan Aya. Bahkan orang tua Ken yang datang ikut menatap Aya dengan pandangan berbeda.


Tian yang selalu tahu nafsu makan Aya tinggi tidak ambil pusing. Ia memilih menonton berita. Sambil menyalakan nikotinnya.


“Papa sama Mama tumben ke sini?” tanya Ken kepada orang tuanya. Dewi menatap putranya dengan kesal. Sudah lama Ken tidak membawa Aya ke rumahnya. Tentu ia merindukan menantu kesayangannya.


“Kamu tidak pernah ke rumah. Mama rindu dengan menantu Mama,” ujar Dewi setengah mengomel kepada Ken. Punya anak satu, malah jarang ke rumah.


“Iya, maaf. Mama ‘kan tahu Ken juga sibuk sama Aya,” ujar Ken meringis. Sibuk buat adek-adek, lanjut batinnya.


“Ahhh alhamdulillah.” Aya menyandarkan tubuhnya setelah menghabiskan dua mangkuk rujak. Tangannya mengelus perutnya yang terasa kenyang.


“Mama hampir lupa. Mama bawa martabak manis kesukaan Ken. Kalian bisa memakannya,” ujar Dewi seraya beranjak mengambil kotak kuenya. Aya langsung semangat mendengar martabak. Berbeda dengan Ken yang terlihat cuek.


Dewi membukanya dan menyajikannya di atas meja. Baru saja dia sajikan. Ken sudah mual. Ia meminta martabak itu ditutup dan dijauhkan.


Dewi menjadi heran. Bukannya Ken sangat suka dengan Martabak. Lalu, kenapa malah mual dan tidak suka hanya mencium aromanya.

__ADS_1


Aya mengira suaminya bercanda malah mengambil sepotong. Ia menjulurkan ke arah Ken. Membuat suaminya lari ke kamar mandi di dapur. Memuntahkan isi perutnya.


“Huekkk ... arghhh! Baunya jelek,” ujar Ken. Aya menyusul suaminya dan memijat pelan tengkuk Ken. Terlihat wajah suaminya jadi pucat sehabis muntah.


“Ah, kamu buat aku muntah, Yank,” rengeknya membuat Aya mengaga melihat sikap Ken. Suaminya kenapa jadi manja begini?


Aya menghela napas. Tangannya terulur menyeka keringat suaminya. Ken menarik Aya kembali ke ruang tamu.


Terpaksa martabak manis itu di bawah ke dapur agar suaminya tidak muntah lagi. Ada-ada juga Ken muntah karena martabak.


Dewi menggelengkan kepala melihat anaknya. Ia memilih ikut menonton dan meminta remote TV kepada suaminya. Mengganti dengan chanel kesukaannya.


“Ken,” bisik Aya. Dia mendekat kepada suaminya. Begitu rapat. Ken yang menyandarkan tubuhnya di sofa menoleh. Ia menaikkan alisnya. Menunggu istrinya mengutarakan maksudnya.


“Aku belikan.” Aya menggelengkan kepala. Ia tidak mau mangga yang dibeli. Ia mau Ken memetiknya langsung.


“Aku mangga yang kamu petik sendiri,” lirihnya. Sepasang mata hitamnya sudah berbinar. Menatap penuh harap kepada suaminya.


“Kita, ‘kan enggak ada pohon mangga, Yank. Beli saja,” tolak Ken membuat bibir Aya cemberut. Menatap kesal kepada Ken.


Ia mulai merengek-rengek. Membuat Ken terpaksa menurutinya kembali. Ia sudah bersiap-siap, tetapi perkataan istrinya membuat ia ingin jitak kepala istrinya.

__ADS_1


Aya ingin Ken memetik mangga langsung. Itu tidak masalah, karena Ken bisa ke rumah temannya. Akan tetapi, Nyonya Rahardian ingin Ken memetiknya tanpa meminta. Sebut saja keinginannya mangga curian.


“Curi saja, jangan minta,” ujarnya. Membuat Ken gemas menarik pipinya. Aya meringis dan memukul pelan dada suaminya.


“Sakit,” rengeknya. Ia mengusap-usap pipinya yang ditarik Ken. Salahkan dia terlalu menggemaskan di mata Ken.


“Enggak boleh mencuri. Dosa makan hasil curian,” ujar Ken. Aya tahu soal itu. Mau bagaimana lagi dia kepingin sekali mangga curian. Matanya sudah berkaca-kaca.


Ken gelagapan melihat istrinya yang sudah siap meruntuhkan hujan di peluk matanya. Ia menunduk. Aya membuatnya seharian ini kelimpungan dengan sikapnya bak bunglon yang berubah-ubah.


“Maunya dicuri,” lirihnya. Tangannya sudah menjalar ke dada Ken. Sontak Ken menahannya. Tidak enak kalau dia tiba-tiba mau, ada orang tuanya. Bisa berabe.


Sejak tahu bikin adek-adek, istrinya ini suka sekali memancingnya. Dari sentuhan kecil sampai sentuhan-sentuhan yang membuat ia lepas kontrol.


Aya mendekatkan wajahnya. Kembali membisik suaminya. Mata Ken mengerjap tidak percaya. Dari mana istri bocahnya belajar soal itu? Apakah dari Maya?


“Kalau enggak mau, aku juga enggak mau juga diajak bikin adek-adek,” bisiknya.


***


TBC

__ADS_1


Hayoo loh, Ken 😂 sanggup puasa enggak?


__ADS_2