KENAYA (Ken Dan Aya)

KENAYA (Ken Dan Aya)
25


__ADS_3

#KENAYA (Ken dan Aya)


#Part25


Seorang wanita begitu lahap menikmati semangkuk mienya. Bahkan di wajahnya tidak ada rasa bersalah sama sekali.


“Slruppp ... ahhh.”


Ia meraih tissu dan melap mulutnya. Menyandarkan tubuhnya di sofa. Tangannya sudah memainkan gawainya. Sesekali ia cekikan saat membuka you tube.


Pria di sampingnya menghela napas. Ingin mengubur dirinya dalam-dalam. Turun sudah pamornya menjadi dosen killer karena istrinya.


Tingkah bumil ini benar-benar membuatnya waspada. Ada saja permintaannya yang akan berakhir membuat ia menanggung risiko.


Seperti mencuri mangga. Untung saja ia sudah meminta maaf kepada pemilik mangga dan memberikan uang. Walau uangnya tetap ditolak, ia ngotot memberikan.


Pemilik mangga memakluminya, karena ternyata istrinya ngidam mangga curian. Beberapa masukan tentang Ibu hamil juga ia dapatkan di sana.


“Coba saja anakku tidak ileran kalau enggak dituruti,” batin Ken menatap sebal istrinya.


Ingatannya kembali di kelas Aya. Membuat seisi kelas yang menahan tawa akhirnya meledak.


Flashback.


Ken maju ke depan membuat seisi kelas sontak menatap ke depan. Merasa ada penyampaian dari dosen mereka.


Sayangnya, mereka harus menahan tawa. Ken yang punya wajah datar bernyanyi Upi-ipin, disusul dengan balonku ada lima, dan juga jangan lupa potong bebek angsa yang masing-masing lengkap dengan goyangan.


“Sorong ke kiri!” Ke medorong tangannya ke kiri dengan wajah memerah malu. “Sorong ke kanan,” nyanyinya sambil mendorong tangan ke kanan.


“ ... Lalalala.”


“Bhahahahaha.”


Ken memejamkan mata melihat mahasiswanya tertawa puas. Sementara Nyonya Rahardian menatap kagum suaminya, seolah Ken baru saja melakukan hal membanggakan.


Jempolnya naik ke atas. Ia bertepuk tangan membuat seisi kelas ikut bertepuk tangan.


“Ya, Oppa sarangaheyo!” teriak Aya membuat mereka terpikal-pikal. Apalagi fingerheart yang diberikan Aya kepada Ken.

__ADS_1


“One more! On more! Dosen Oppa! Fireeeee!” teriak Aya membuat wanita-wanita di kelasnya yang mencintai kpop ikut berteriak.


“Fireeeee!” teriak mereka.


“Enggak usah Firee ... fire. Kalian kerjakan saja tugas kalian sebelum saya fire-kan kalian di lapangan!” kesal Ken membuat mereka menahan tawa.


***


Ken mengusap wajahnya. Baru tahu istrinya hamil saja ngidamnya aneh-aneh. Semoga saja adek minta yang baik-baik, jangan aneh-aneh terus.


Ia akan kapok menghamili Aya jika begini. Menjadi seorang Ayah ternyata butuh perjuangan juga.


Ken menghela napas dan beranjak. Ia menanda tangani beberapa berkas. Lalu, mengajak istrinya pulang.


Di dalam perjalanan Aya tidur. Ken akan ke rumah mertuanya. Di sana ada orang tuanya juga. Ada acara kecil-kecilan untuk merayakan kehamilan Aya. Hanya mereka saja.


“Yank,” panggil Ken. Dia mengelus wajah Aya sampai menekan hidung Aya.


“Keeennn,” rengek Aya.


“Makanya bangun. Sudah sampai,” ujar Ken. Dia segera turun. Disusul istrinya. Bibir Aya masih mengerucut membuat Ken merangkulnya dan tertawa.


“Hahaha sayang Aya,” ujarnya mau tak mau membuat bibir Aya melengkung ke atas.


Dewi dan Arin sedang membakar jagung dan beberapa sate. Melihat makanan, Aya langsung mendekati kedua wanita itu.


Ken menggelengkan kepalanya dan mendekati papa dan mertuanya. Ikut mengobrol.


“Selamat, ya, Ken. Jadi calon Ayah,” ujar mereka.


Ken tersenyum, “Terima kasih, Pa.”


Mereka mengobrol soal pekerjaan sampai Ken bertanya soal kehamilan. Ia merasa ngidam istrinya muali aneh-aneh. Bukan dia mengeluh. Akan tetapi, bagaimana jika istrinya minta kawin lagi? Amit-amit.


“Aya suka benget ngidam aneh, Pa. Pertama mangga curian, kedua, dia ngidam aku nyanyi dan joget. Di depan mahasiswaku lagi,” kesal Ken. Sementara istrinya terlihat ketawa-ketawa di sana sambil makan.


“Denger, ya, Ken. Gini-gini Papa kamu mantan playboy. Jadi, anggap saja itu kamarnya sedang kamu jalani,” ujar Atma membuat Tian menatap kesal besan sekaligus sahabatnya.


“Memangnya karma plaboy begitu?” tanya Ken. Atma mengangguk membuat Tian melemparinya kulit kacang.

__ADS_1


“Mertuamu itu bohong. Dia begitu mantan narapidana.” Ken mengerutkan kening.


“Kenapa bisa?” tanyanya. Sedetik kemudian wajahnya datar.


“Dia narapidana di hati Dewi, hahahaha.” Atma dan Tian terbahak-bahak. Ken mengusap kasar wajahnya. Pantas saja istrinya bisa somplak. Melihat mertuanya saja sudah somplak begini.


Atma dan Tian meredakan tawanya saat melihat Ken menatap mereka datar. Geli sekali mendengar penderitaan Ken.


“Dulu, sewaktu Mama kamu mengandung kamu. Banyak juga maunya. Anggap saja ini adalah faktor genetik. Warisan leluhur,” ujar Tian.


“Ya kali warisan lelehur nyolong mangga,” kesal Ken membuat Atma dan Tian kembali memecahkan tawa.


Tiba-tiba Aya datang membawa jagung dan beberapa tusuk sate. Ia ikut bergabung melihat keseruan papanya dan mertuanya.


“Ada apa, Pa?” tanyanya. Membuat Atma menggelengkan kepala.


“Kalian maunya cewek atau cowok?” tanya Atma kepada pasutri ini.


“Enggak milih, Pa. Yang dikasih Allah saja,” ujar Ken. Aya mengangguk. Apa pun jenis kelamin anak mereka, itulah anugerah yang harus mereka cintai dan sayangi sepenuh hati.


Mereka kembali berbincang dan kali ini Dewi dan Arin ikut bergabung. Sesekali menggoda Ken yang terlihat badmood.


“Ken, tuh, Pa. Hobi banget ngajak begadang,” adu Aya sambil mengunyah.


Platak!


“Awwwww! KDRT!” teriak Aya saat suaminya menjitak.


“Ih, Ken. Menantu Mama kenapa dijitak, sih?” kesal Arin membuat Aya tersenyum lebar. Enaknya disayang mertua.


“Ma, lihat, Aya, tuh. Ken minta dua kali, dia minta tambah 4 kali,” ujar Ken kesal.


“Uhukkk ... uhukkk!” Atma dan Tian yang sedang minum kopi tersedak mendengar Ken. Aya membulatkan matanya. Pipinya sudah memerah.


“Yang bener Ken?” tanya Atma dan Tian bersamaan.


“Bener. Karma anak mantan playboy dan menantu narapidana. Warisan leluhur gempur sampai subuh,” kesal Ken.


***

__ADS_1


TBC.


Kali aja kalian juga punya warisan leluhur. 😂


__ADS_2