KENAYA (Ken Dan Aya)

KENAYA (Ken Dan Aya)
46


__ADS_3

#KENAYA (Ken dan Aya)


#Part46


Hari ini Arland tidak ke kantor. Semalam istrinya terus mengeluh kalau perutnya berkontraksi. Takutnya mau melahirkan.


Maya sendiri berjalan-jalan di kamarnya. Mengelus perutnya agar merasa baik. Sampai Arland memanggilnya duduk.


Arland ikut mengelus perut istrinya. Sampai Maya tidur dalam dekapannya. Arland tersenyum tipis. Tidak menyangka pernikahan mereka sudah sampai tahap di sini.


***


Di kediaman Ken, Nyonya Rahardian menyiapkan bubur untuk putranya. Bersamaan dia juga menyiapkan makanan untuknya sendiri.


Ia membawanya ke depan TV. Biar Alden berdiam dan tidak ke mana-mana jika menonton sambil makan.


Setelah makan, Aya ke dalam membawa piring kotornya. Nanti saja ia mencucinya. Menunggu Ken pulang.


Ia membersihkan bibir Alden dan membaringkan putranya. Langsung ia buka baju Alden dan menaburkan bedak baby di badan Alden.


Sesekali Aya menggeletiknya membuat Alden tertawa. Ia ikut tertawa mendengar tawa Alden meledak.


“Nah Adek sudah ganteng. Kita ke rumah Aunty dulu, Sayang,” ujar Aya. Ia mematikan TV dan menggendong Alden.


Tidak lupa ia mengambil susu formula Alden yang sudah ia seduh. Beberapa biskuit juga. Takutnya seperti kemarin anaknya lapar dan Maya malah mengira dipanggil.


“Assalamualaikum!” teriak Aya. Ia masuk ke dalam dan mengetuk pintu kamar Arland dan Maya.


Tok tok tok.


“Assalamualaikum!” teriaknya.


“Ikum!” teriak Alden meniru bundanya. Aya terkikik geli.


Brak! Tok! Brak! Aya menendang pintu kamar Arland membuat empunya kamar terbangun karena kaget. Aya dan Alden tertawa.


Ceklek.


Langsung Aya tersenyum pepsodent. Alden bertepuk tangan. Memberi Apresiasi terhadap tingkah bundanya.


“Mayanya ada, Om?” tanya Aya mengejek Arland.


Arland mendengkus, “Dia tidur.”


“Ya, padahal mau main,” ujar Aya cemberut. Terpaksa dia pulang dan menitip kalau Maya bangun suruh chat.


***


Aya dan Alden bermain di rumah mereka. Sampai ada Ken pulang. Aya dan Alden sontak berdiri dan berlari memeluk Ken.


Disambut begitu ceria oleh anak dan istrinya Ken tertawa bahagia. Dia memeluk istrinya dan berjongkok karena putranya memeluk kakinya.


“Ughhh ... jagoan Ayah,” ujar Ken sambil menggendong Alden.


“Aku kira kamu enggak pulang Mas,” ujar Aya.


“Aku ‘kan bilang mau pulang kalau makan siang. Aku mau ajak kalian keluar makan,” ujar Ken.


Aya segera mengacir ke kamarnya. Dia mengganti pakaiannya. Ken pangling melihat Aya saat turun.

__ADS_1


Istrinya begitu cantik. Berbeda saat di rumah hanya mengenakan daster atau kaus oblong.


“Tumben dandan,” ujar Ken saat mereka masuk ke dalam mobil.


“Namanya juga mau jalan sama kamu. Biar dunia tahu kalau Aliya Atma Rahardian itu cantik, imut dan menggemaskan adalah istri Kenan Rahardian,” ujarnya membuat Ken mengacak rambutnya gemas.


“Iya, deh. Biar semua orang tahu kalau sudah ada yang punya,” ujar Ken. Aya terkikik geli.


***


Ken masuk ke dalam restoran bintang lima bersama istri dan putranya. Di restoran ini kebanyakan kalangan atas mengingat menu makanan harganya fantastis.


Aya sendiri tidak terlalu suka. Biasanya dia lebih makan di pinggir jalan. Baginya makanan pedagang kaki lima tidak kalah lezatnya.


Cuma dia menurut karena ini baru kembali Ken mengajaknya ke restoran. Bukan Ken pelit, tetapi Aya memang tidak mau diajak ke sini.


Kalau sekali-kali begini, ia tidak berani menolak. Bisa-bisa Ken mendiamkannya. Apalagi ada putranya.


Pelayan menghampiri mereka dan Ken memesan menu kesukaannya dan juga istrinya. Sementara Alden hanya dipesankan cake.


“Mas, kok natap aku begitu banget,” tanya Aya karena dia sedikit salah tingkah. Padahal waktu zaman SMA dan kuliahnya, biasa saja dia bersama Ken.


“Salah natap istri sendiri?” tanya Ken mengangkat alisnya. Aya menggeleng. Pipinya terasa bersemu membuat Ken menggigit bibir bawahnya gemas.


Selang beberapa menit pesanan mereka datang. Aya menikmatinya bersama suaminya. Mereka membiarkan Alden makan sendiri.


Lagian ada lapisan di bajunya. Semacam kain untuk melindungi dari makanan yang tidak sengaja tumpah.


“Kalau kita begini berasa lagi kencan,” celutuk Ken.


“Hehehe ... kalau gini terus. Aku mau kencan tiap hari,” ujar Aya.


“Hihihi kalau begitu aku mau keseringan khilaf biar dapat pahala,” ujar Aya membuat Ken tidak berhenti tertawa.


“Ya Allah, sungguh manis tawa dari pria yang engkau halalkan untukku. Jaga tawanya agar selalu berderai. Aku sungguh mencintainya,” batin Aya.


***


“Mas, akh ....” Maya memanggil suaminya. Ia merasa perutnya semakin sakit.


Arland segera menghampiri istrinya. Melihat Maya kesakitan, segera ia mengambil hijab untuk istrinya.


“Kita ke rumah sakit,” ajak Arland. Ia menggendong Maya.


Setiba di rumah sakit Maya dibawa ke ruang persalinan. Arland segera mengirim pesan kepada Ken. Biar Ken yang mengabari keluarganya.


Arland ikut masuk ke dalam. Sementara keluarganya menunggu di luar. Cemas-cemas menanti kehadiran anak Maya dan Arland.


“Akhhh sakitt,” rintih Maya. Arland menatap istrinya cemas.


“Tarik nafas dan buang, Bu,” instruksi dokter.


Maya melakukannya berulang kali dan mengejang kuat. Dokter memintanya lebih kuat lagi mendorongnya.


Arland menyemangati istrinya. Sampai tangis bayi mereka terdengar. Arland mengucapkan syukur.


“Selamat, Pak. Bayi Bapak laki-laki,” ujar dokter membuat Maya yang terlihat lelah tersenyum lemah. Tuhan mengabulkan keinginannya.


“Enghh ....” Arland menoleh melihat istrinya. Maya kembali mengejang. Rupanya anak mereka kembar.

__ADS_1


Kembali pecah tangis dari bayi mungil. Maya sudah tidak mampu menahan rasa lelahnya sampai terdengar samar-samar suara dari dokter.


“Selamat putri Anda cantik sekali.”


***


Betapa bahagianya keluarga mereka dengan kehadiran si kembar. Aya menatap bayi kembar Maya dengan  takjub.


Mereka kembar identik. Sangat tampan dan cantik sekali. Apalagi akses bule sangat menurun kepada mereka.


“Kenapa Maya bisa melahirkan anak kembar?” tanya Aya kepada suaminya, “Bukannya di keluarga kamu enggak ada yang kembar?”


“Enggak tahu,” ujar Ken. Ia ikut memandang bayi kembar itu. Alden ikut takjub menatapnya. Pantas saja perut Maya membuncit dua kali lipat ternyata hamil kembar.


Arland tidak terlalu terkejut karena dia tahu dari Dokter. Hanya saja ia sengaja merahasiakannya. Ingin memberi kejutan pada keluarga dan istrinya.


Arland mengambilnya dan azan di telinga bayi-bayinya. Air mata haru keluar dari pelupuk matanya.


“Jadi, ingin anak kembar juga,” cicit Aya.


“Maya bisa karena Papa Arland itu kembar, Nak.” Atma mengusap kepala putrinya.


***


Mereka masuk ke dalam ruangan Maya setelah Maya selesai menyusui dua buah hatinya. Masih terlihat wajah lelah Maya. Namun, ada rona bahagia di binar matanya.


Tiba-tiba dia menangis membuat keluarganya panik. Dikira ada yang sakit.


“Kenapa, Sayang? Ada yang sakit?” tanya Arland.


“Hiks aku terharu, akhirnya Hartono lahir,” ujarnya membuat mereka menghela napas.


“Jadi, namanya Hartono?” tanya Aya memastikan. Maya mengangguk mantap. Arland hanya pasrah mengingat perjanjian mereka. Putrinya pun pasti istrinya karena kehamilan pertama Maya minta ia yang menamainya. Betapa senangnya Maya.


“Aku pernah bilang, namanya Hartono Sammuel, panggilannya di rumah Ton dan di sekolahnya Ono. Biar lucu begitu,” ujar Maya sambil memandang putranya. Ia beralih menatap putrinya, “Kalau cewek namanya Hartini, di rumah panggil dia Tin, di sekolah Ini. Uwaaahh anakku lucu sekali.”


Arland hanya bisa pasrah sedangkan para orang tuanya hanya tertawa geli.


“Jadi, anakmu sekali panggil Ono Ini?” tanya Aya disambut gelak tawa mereka kecuali Maya.


“Sudah ... bukan Ono Ini, Tono sama Tini. Mau ke ujung dunia pasti dia bakal dipanggil Tono sama Tini,” ujar Ken melerai.


Maya menatap kesal kakaknya, “Minta ditabok yang manggil Tono sama Tini.”


“Sudah ... sudah ... istirahatlah.” Tian melerai kedua anaknya agar tidak bertengkar.


Aya dan Ken pamit keluar. Aya melambaikan tangan, “Dada Ono Ini, hahaha.”


"Daddaa Ononi!" teriak Alden ingin mengikuti bundanya.


"Hahaha Dada Ononi," ejek Ken.


"Ken," tegur Dewi saat putrinya mengadu.


***


TBC


Dapat ponakan 😂 Tante online ngumpul. 😂

__ADS_1


__ADS_2