Kepompong Kupu-Kupu

Kepompong Kupu-Kupu
Bab 18


__ADS_3

Dua hari telah berlalu Ransi belum bisa mendapatkan sisa uang yang dijanjikan. Selama dua hari ia bekerja dan uang yang di dapat lagi-lagi di rampas tak tersisa oleh sang bapak yang ingin berjudi dan membeli minuman keras.


Melihat kondisi keuangan Azalea, sangat tidak mungkin bagi Ransi untuk menyusahkan sahabatnya itu. Ransi benar-benar membutuhkan keajaiban saat ini. Mungkin lebih baik jika Adzriel di penjara, akan tetapi sebagai adik Ransi tidak tega membiarkan abangnya terkurung di jeruji besi seperti yang pernah terjadi sebelumnya.


Gadis itu duduk di bangku taman sambil menangis memikirkan nasib keluarganya yang tak henti-hentinya di landa cobaan berat.


Bagaiman aku bisa melalui semua ini. Apa yang harus aku lakukan tidak mungkin aku membiarkan polisi menangkap bang Adzriel karena kasus tabrak lari. 15 juta? Itu jumlah uang yang sangat besar untuk ku dapatkan. Siapa yang dapat menolongku saat ini. Ransi sangat terpukul dan terus merintih pelan diiringi dengan isaknya.


"Aku akan membantumu," terdengar suara seseorang yang berdiri di hadapan Ransi.


Perlahan gadis itu mendongakkan kepalanya.


Mungkinkah itu Rafan?


"Gavin," sebut Ransi pelan.


Gavin, yah memang benar itu adalah Gavin bukan Rafan.


"Jika kamu mau bermalam denganku, aku akan memberimu uang 15 juta bahkan aku bisa memberi lebih dari itu."

__ADS_1


Belakangan ini Gavin lebih suka duduk dan menghabiskan waktu di taman, tanpa sengaja ia mendengar rintihan Ransi dari balik pohon yang tumbuh tak jauh dari bangku taman.


"Baiklah aku terima tawaranmu."


"Datanglah ke apartemenku nanti malam, aku akan menunggumu di sana."


\*\*\*\*\*


Jam menunjukan pukul delapan malam, Ransi masuk ke dalam apartemen elit dan megah. Gavin sudah memberitahu password apartemennya kepada Ransi. Tanpa mengetuk, Ransi menekan tombol yang ada di samping pintu. Saat melangkah ke dalam jantung Ransi berdegup kencang seolah terjadi perang di dalam sana.


"Aku harus menerima tawaran Gavin, apapun itu akan aku lakukan demi keluargaku." Batin Ransi sambil melangkahkan kakinya ke dalam apartemen.


Mata Ransi tak berkedip melihat seisi apartemen dipenuhi barang-barang mewah seperti lukisan yang di tafsir  ratusan juta, ada juga guci berukuran besar terletak di samping tangga belum lagi pas bunga yang pasti harganya mahal.


Ransi berjalan menuju pintu kamar yang sedikit terbuka, ia melangkah masuk dan melihat seorang lelaki berdiri sambil menatap ke luar jendela.


Gadis itu dengan sangat berhati-hati melangkah, tanpa sengaja tangannya menyenggol pintu yang langsung tertutup secara otomatis.


"Astaga! Pintu ini benar-benar membuatku terkejut," ucapnya panik.

__ADS_1


Lelaki yang tadinya memandang ke luar kini menoleh ke arahnya.


Gavin menelan salivanya, terpesona melihat penampilan Ransi saat ini. Rambut yang di kuncir kuda, jeans pendek dengan kemeja lengan panjang berwarna abu-abu.


"Maaf. Apa aku mengejutkanmu."


Gavin berjalan menghampiri Ransi, lalu mendorong pelan tubuh Ransi ke dinding dengan jarak yang begitu dekat, Gavin memejamkan matanya menghirup nafas di leher Ransi.


"Aku menyukai aroma vanila tubuhmu, Ran" ucapnya dan langsung meraup bibir Ransi dengan penuh hasrat.


"Ap..apa kita akan melakukannya sam..sambil berdiri," kata Ransi dengan nafas yang memburu saat ciuman Gavin terlepas.


Gavin yang sudah di penuhi nafsu menarik tangan Ransi ke atas kasur, membuat tubuh gadis itu terbaring, Gavin pun menyusulnya dan kembali mencium lembut bibir Ransi. Tangan Gavin perlahan  membuka kemeja dan jeans Ransi. Tak ingin kalah gadis itu pun membuka celana panjang Gavin dan melepaskan satu persatu kancing kemeja pendek yang di kenakan Gavin. Bagaimana kabar tubuh mereka? Gavin melepas ciumannya dan memandang tubuh Ransi yang begitu elok rupawan.


"Begitu indah. Boleh aku bermain sekarang," kata Gavin pelan di telinga Ransi.


"Malam ini tubuhku milikmu, Gav"


Tubuh Ransi yang elok dengan kulit putih bersih bagaikan kapas lembut sangat menggoda Gavin.

__ADS_1


Malam yang panjang bagi keduanya, di dalam kamar semua terjadi begitu saja tanpa pernah Ransi banyakan karena pada malam yang mereka habiskan Gavin berhasil membobol liang milik Ransi dan membuat lelaki tampan itu syok setengah mati.


Namun, apa yang boleh dikata itu merupakan bagian dari pekerjaan Ransi dan bagaimanapun kedepannya Ransi harus menerima konsekuensi atas apa yang ia geluti.


__ADS_2