Keraguan Mencintaimu

Keraguan Mencintaimu
Hukuman


__ADS_3

Aku mengendarai motor maticku. Lima belas menit kemudian sampai juga aku di kantor. Baru sampai di pos jaga satpam saja aku sudah digoda oleh Pak Supri, satpam di kantor kami.


" Eeehh.. Pengantin baru kok udah ngantor aja hari ini.. Enggak honeymoon ni Mba Anita..??"


"Ah Pak Supri bisa aja.. Honeymoonnya di rumah saja Pak..", jawabku sambil tersenyum tipis.


Pak Supri mengacungkan kedua jempolnya tanpa berkata, lalu aku berlalu menuju tempat parkir motor di kantor ini. Aku menarik nafas, lalu kuhembuskan. "Aahh.. Pasti di dalam nanti bakal banyak yang ngegoda aku...". Maklum, ini hari Senin. Di kantor pasti ramai.


Benar saja, aku hanya melemparkan senyum pada orang - orang yang menggodaku. Sampai juga aku di ruanganku. Padahal aku telah mengajukan cuti menikah selama satu minggu ke depan, akhirnya terpaksa aku batalkan. Lebih baik aku menghabiskan waktu di kantor daripada harus bersama Angga di rumah, karena Angga juga mengajukan cuti selama satu minggu.


Aku sebenarnya tidak punya meeting mendadak dengan bos dan klien hari ini. Yaa.. aku berbohong pada ibuku agar beliau tidak curiga.


Tiba - tiba dua orang wanita masuk ke ruanganku. Mereka berdua adalah sahabat - sahabatku di kantor. Seli dan Anggi.


"Kamu kok sudah ngantor sih, Nit?" kata Anggi.


"Bukannya kamu udah ambil cuti satu minggu?" tanya Seli.


"Iyaa Nit.. Katanya mau honeymoon di pinggir pantai..?" tanya Anggi lagi.


Anggi dan Seli bergantian menanyakan hal - hal tidak penting. Aku menggelengkan kepalaku sambil tersenyum.


"Iihh.. pada kepo ya kalian berdua.. ha ha ha..", akupun tertawa melihat tingkah mereka berdua.


"Honeymoon-nya ditunda dulu gaes", jawabku. Karena aku memang tidak suka menceritakan hal pribadiku kepada orang lain termasuk pada sahabat - sahabatku ini. Di antara kami bertiga memang hanya aku yang pendiam. Dan untungnya mereka bisa menerima aku apa adanya. Aku yang tegas, Seli yang ceriwis sedangkan Anggi orangnya baperan. Mereka berdua masih lajang loh.


"Udah deh.. Sana balik ke meja masing - masing sana.. Nanti ketahuan pak bos dikira kita lagi ngegosip saat jam kantor loh..!!" Kataku menyuruh mereka keluar dari ruanganku.


" Ah pelit kamu Nit, ga mau cerita - cerita sama kita", kata Seli sambil mencibirkan bibirnya.


"Sana.. sana.. sana.. hush.. hush.. hush.. Aku banyak kerjaan". Kataku tentunya sambil bercanda dengan mereka. Seli dan Anggi pun berjalan keluar dari ruanganku.


Banyak kerjaan?? kerjaanku kan sudah aku selesaikan semua sebelum aku ambil cuti.


Akhirnya aku hanya malas - malasan saja di dalam ruanganku itu sambil nonton drama korea. Mumpung ada wiFi kantor kan.. hehehe...

__ADS_1


Tanpa ku sadari, jam telah menunjukkan pukul setengah empat sore.. "hhmm.. Setengah jam lagi jam pulang ngantor..", batinku


Ku ambil ponsel ku hendak mengirimkan pesan whatsapp kepada Anggi.


"Nggi.. Pulang ngantor kita ngemall yuk. Ajakin Seli juga ya..."


Lima menit kemudian ku terima balasannya.


"Oke...👌," balas Anggi.


********************************


Sementara di rumah.


Angga yang tertidur dari siang hari tadi baru terbangun pukul empat sore.


Ia terhentak saat melihat jam di dinding. Lalu bergegas mandi.


Pukul lima sore ia mulai khawatir akan keberadaan Anita, istrinya.


"Udah jam segini kok belum pulang..."


"Kamu belum pulang??" Akhirnya Angga mengirimkan pesan.


"Kerjaanku belum beres", balas Anita.


Ia tak tahu padahal Anita sedang ngeMall bersama sahabat - sahabatnya.


"Anita belum pulang Nak Angga??" Tanya ibu mertuaku. Tanpa ku sadari beliau sudah duduk di depanku. Kami duduk di kursi taman depan rumah.


"Katanya kerjaannya belum selesai Bu...", jawabku.


"Oh... baiklah, ibu masuk ke dalam dulu ya, mau lanjut nonton sinetron.." kata ibu.


Ibu memang senang menonton sinetron yang lagi hits sekarang. Apalagi kalau bukan sinetron yang mengisahkan tentang kehidupan rumah tangga yang katanya itu merupakan kisah nyata yang di-sinetron-kan.

__ADS_1


Angga mengangguk.


********************************


Aku, Seli dan Anggi sekarang sedang berada di dalam bioskop. Aku selalu bisa melupakan masalah - masalahku saat berada bersama mereka.


dreett.. dreet... dreett..., ponselku bergetar. Pesan WA dari Angga.


"Belum selesai? Aku jemput ya, ini sudah malam"


Ku lihat memang sekarang sudah pukul delapan malam.


"Sebentar lagi. Tidak perlu.. Aku bisa pulang sendiri." balasku


Akhirnya pukul sembilan malam aku baru sampai di rumah dan ternyata Angga menungguku di teras depan.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


Kemudian aku langsung masuk ke dalam rumah, menyapa ibuku lalu masuk ke dalam kamar. Karena aku berniat untuk langsung mandi. Angga mengikutiku dari belakang.


Setelah aku selesai mandi, Angga membuka pembicaraan.


"Lain kali kalau lembur bilang sama aku, aku bisa menjemputmu di kantor. Bahaya kalau malam - malam wanita masih berada di luar", katanya.


"Iya....", jawabku.


Aku mengambil bantal dan selimut dari tempat tidur kami hendak ku bawa ke sofa. Ya.. aku berniat tidur karena tubuhku lelah sekali hari ini, setelah jalan - jalan bersama kedua sahabatku. Hatiku pun sedang lelah saat ini.


"Kamu tidur di kasur ini saja An.. Kita tidur di kasur ini sama - sama. Tenang saja.., aku tak akan menyentuhmu."


Aku yang sudah malas berdebat akhirnya membalikkan tubuhku menghampiri kasur kempuk kami. Aku tidur dengan posisi membelakangi Angga.


...****************...

__ADS_1


Silahkan saran dan komentarnya ya readers..


😘


__ADS_2