Keraguan Mencintaimu

Keraguan Mencintaimu
Bermain Api


__ADS_3

" Iya, memang benar aku menyebutkan nama Rita.. Karena wanita yang aku cintai sebenarnya adalah Rita, bukan kamu Anita.. Maafkan aku...!!!"


PLAAAAKKKKK...!!!


Ku tampar pipinya dengan sekuat tenagaku. Amarahku tak bisa lagi ku bendung.


"Jika kau mencintai orang lain, mengapa kau menikahiku Angga Permana?!! Kau nikahi saja dia..!!" aku membentaknya, namun sekaligus menumpahkan butiran air mataku.


"Kenapa Angga..?!!! Kenapa...?!! Bahkan kita baru saja melakukan hubungan suami istri..!!" Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku lalu terduduk di tepi ranjang hotel.


Angga hanya menunduk diam.


"Aku terpaksa, An.. Aku hanya ingin membuat mamaku senang. Kamu tahu kan mamaku mungkin umurnya tidak panjang lagi." Alasan Angga yang menurutku tak masuk akal.


"Jadi begitu..?? Kamu menyenangkan hati mamamu dengan menghancurkan perasaan wanita lain?? Kamu sadar, ibumu juga wanita... Adikmu pun wanita.. Bayangkan jika hal ini terjadi dengan adikmu!! Lalu mengapa bukan Rita saja yang kau ajak menikah...?!!!"


"Salahmu sendiri..!! Kau tadi yang menggodaku dengan pakaian sexymu tadi kan..!! Bagaimana aku tak tergoda..!!" balas Angga membentakku.

__ADS_1


PLAAAAKKK..!!!


Tanpa keraguan sedikitpun, kembali ku tampar dia.


Dia memegang pipinya yang memerah setelah mendapatkan dua kali tamparan dariku.


"Oke An.. Akan aku jelaskan.. Lima bulan lalu, Rita tiba - tiba menghubungiku. Dia menyatakan cintanya padaku. Dia menyesal telah mencampakkan aku ketika kita belum menjalin hubungan. Aku menjadi ragu dengan rencana pernikahan kita An.. Aku masih menyukai Rita bahkan hingga kini." Ia terdiam sejenak.


"Aku telah berbicara dengan keluargaku untuk membatalkan pernikahan kita. Tapi waktu itu, Mama marah besar dan dia shock An.. Tubuh mama seketika menjadi drop. Aku takut sekali waktu itu. Akhirnya aku mengiyakan kemauan mama. Mama bilang, selagi ia masih hidup, mama ingin melihatku menikah denganmu dan memiliki cucu dari kita." Jelas Angga dengan wajah yang memelas.


"Aku tahu, ini akan sulit bagimu, An.. Tapi ku mohon, jalani pernikahan ini demi mama.. Akupun tidak bermaksud untuk mempermainkan ikatan suci ini. Mulai sekarang aku akan belajar mencintaimu An. Ku mohon bersabarlah. Tapi jangan memaksaku untuk menjauh dari Rita."


"Demi Tuhan, An.. Kami tidak pernah melakukan hal yang terlarang. Kami hanya bertemu beberapa kali dan makan bersama di cafe." Kata Angga menjelaskan.


"Sudahlah.. Aku pusing..!! Aku muak denganmu..!!" Kataku sambil bejalan ke arah kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, air yang mengalir dari shower menyiram seluruh tubuhku. Ku basuh dengan sabun yang banyak, lalu ku gosok kuat - kuat setiap jengkal tubuhku. Entah mengapa aku merasa jijik. Aku menangis dan terkulai lemas di lantai.

__ADS_1


Kenangan setahun yang lalu pun muncul dari ingatanku. Ketika pertunangan kami, aku berjanji pada diriku sendiri untuk belajar mencintai Angga. Semakin hari, cinta itu tumbuh semakin besar. Aku takut kehilangan sosok Angga yang penuh perhatian, terutama perhatiannya kepada ibuku. Namun ternyata cintaku telah membutakan mata hatiku.


Lalu ku ingat kejadian beberapa jam yang lalu. Aku serahkan mahkota paling berhargaku untuk seorang lelaki yang kini ku sebut suamiku. Yang ku pikirkan hanyalah agar aku dapat menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri. Tapi ternyata dia malah menyebut nama wanita lain.


"Oh.. Malangnya nasibku", gumamku sambil terisak.


Ku pejamkan mataku.. ku tarik nafas yang panjang dan kuhembuskan perlahan. Tiba - tiba aku mendapatkan kekuatan yang entah dari mana asalnya.


"Yaaa.. Nasi sudah menjadi bubur. Aku harus jalani ini semua. Aku wanita yang tegar.. Ada orang - orang yang harus ku jaga perasaannya. Ibu dan Mama... Toh dia tadi sudah berjanji untuk belajar mencintaiku. Aku hanya perlu bersabar.. Seperti kisah - kisah di novel yang sering aku baca.. Ketika sang suami yang tidak mencintai istrinya berubah menjadi tergila - gila dengan istrinya dan berakhir bahagia. Mungkin kisahku suatu saat juga akan seperti itu. Aku tidak akan menangis lagi."


Ku kumpulkan tenagaku dan bangkit dari lantai. Ku keringkan tubuhku yang basah dan ku gunakan piyamaku. Sedangkan lingarie yang ku gunakan tadi ku masukkan ke dalam kotak sampah di kamar mandi.


Aku keluar dari kamar mandi dan melihat Angga masih duduk di pinggir tempat tidur.


Aku mengambil ponselku yang ku letakkan di meja pinggir tempat tidur. Lalu aku berlalu pergi seraya mengatakan, " Aku akan tidur di luar!!"


"Tidak An.. Kamu tidurlah di kamar ini, biar aku yang tidur di luar. Tapi tolong izinkan aku untuk mandi terlebih dahulu. Nanti aku akan langsung keluar setelah selesai mandi."

__ADS_1


"Terserah apa maumu..!!" jawabku ketus. Lalu aku rebahkan tubuhku ke atas kasur dan ku tutupi seluruh badanku dengan selimut. Aku capek.. Tenagaku sudah habis ku gunakan untuk ritual malam pertama tadi.. Juga untuk marah dan air mataku.


...****************...


__ADS_2