Keraguan Mencintaimu

Keraguan Mencintaimu
Ditolak


__ADS_3

Anita mulai memasukkan barang - barang di ruang kerjanya ke dalam kardus. Surat resign telah ia serahkan ke bagian HRD.


tok.. tok.. tokk..


Seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya.


"Ya.. Masuuukk...", sahut Anita.


Ternyata Bapak HRD. Begitulah Anita dan teman - temannya memanggil bapak itu.


"Ada apa ya, Pak...??" tanya Anita sedikit bingung.


"Maaf Bu Anita. Hhmmm... Ibu disuruh menghadap langsung ke Pak Yoga dan menyerahkan surat ini langsung ke beliau..", Kata si Bapak HRD sambil mengembalikan surat resign Anita.


"Ooh.. Gitu ya Pak..??" Dirinya memang tak pernah tahu prosedur orang resign itu seperti apa.


Dan.. Sekarang ia sudah berada di ruangan Yoga. Berdiri di depan meja Yoga. Sedangkan si manager sedang duduk membelakangi Anita.


Anita diam menunggu atasannya itu membalikkan kursi mengahadap ke arahnya.


''Saya dengar kamu mau resign..??'' Kata Yoga, masih pada posisi yang sama.


"Tidak sopan sekali.. Masa' ngomong sama orang tapi membelakangi orang yang diajak ngomong??" gerutu Anita dalam hati.


"Eh.. Hhmm.. I.. Iya, Pak.. Ini surat resignnya." Jawab Anita terbata dan meletakkan amplop berisi surat resignnya di atas meja Yoga.


Yoga lalu memutar kursinya hingga kini mereka beradu tatap.


"Kenapa?? Gaji yang perusahaan kasih kurang banyak??" tanya Yoga.

__ADS_1


"Ah, Tidak kok, Pak.. Malahan ini lebih dari cukup." Jawab Anita.


"Terus..?? Kenapa tiba - tiba resign?" Tanya Yoga dengan tatapan sinis. Sebenarnya Yoga bukan hanya ingin mengerjai Anita, Namun ia nyatanya juga tak rela jika Anita harus pergi jauh dari dirinya.


"Hhemm... hhmm.. anu.. ee...", Anita bingung harus menjawab apa.


"Saya tahu kamu baru saja melewati beberapa hal sulit di hidup kamu. Jadi menurut saya, kamu sebaiknya hadapi dan segeralah untuk move on..", Kata Yoga dengan gaya elegannya.


Anita tercengang mendengar perkataan Yoga, lalu bergumam, ''Iiihh, apaan nih orang.. Sok tahu banget..!!"


"Atau kamu butuh cuti..?? Sebulan..?? Dua bulan..?? Katakan kamu butuh waktu berapa lama?? Akan saya penuhi..!!" Lanjut Yoga.


"Tidak seperti itu, Pak.. Saya sudah ikhlas atas semua yang terjadi.. Saya resign karena saya berniat untuk melanjutkan study saya ke Jogja..", Terang Anita.


"Oke, kalau kamu mau lanjutin sekolah kamu akan saya kabulkan..", jawab Yoga.


Sebelum Anita merasa lega, Yoga melanjutkan perkataannya...,


"Tapi Pak...??" Anita hendak protes.


"Titik..!! Tidak ada tapi - tapi..!!" Kali ini Yoga tidak mau ada protes dari Anita.


"Aaannn.., Kamu itu aset bagi perusahaan ini. Karir kamu sedang bagus. Jangan sia - siakan kerja keras kamu selama ini. Dan juga fikirkanlah ibumu. Apakah kamu tega meninggalkan Beliau di sini seorang diri..??'' Yoga menjelaskan.


Anita terdiam.


Jadi, permohonan resign kamu, saya tolak ya.. Eehh, maksud saya, perusahaan yang menolak..", kata Yoga lalu menyobek surat permohonan resign Anita lalu membuangnya ke keranjang sampah.


Tak tahu harus menjawab apa akhirnya ia hanya bisa mengangguk pasrah.

__ADS_1


''Silahkan kembali ke ruangan kamu..'', perintah Yoga.


''Baik, Pak...'', Anita pun pergi meninggalkan ruangan Yoga dengan tertunduk lesu.


"Aku tidak akan melepaskanmu, An.. Aku akan membantu kamu move on.. Aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku. Yaa.., pelan - pelan kamu akan jatuh ke pelukanku...", gumam Yoga.


Sedangkan di ruangannya, Anita kembali mengeluarkan barang - barangnya yang sudah ia kemas tadi dari dalam kardus.


"Hhuuffhh.. Dasar Boss aneh...!!", gerutunya.


[ guys, permohonan resignku ditolak sama Pak Yoga.. ]


Anita mengirim pesan ke grup WA yang anggotanya ia, Selly dan Anggi saja.


[ Why..?? ] dari Selly


[ tau ah.. Ga jelas itu orang.. ] balas Anita.


[ roman²nya beliau naksir sama kamu deh ] dari Anggi.


[ hei.. baru sebulan menjanda deh akunya..] balas Anita.


[ ya elu janda, dia duda.. cocok donk.. 🤭 ] dari Anggi lagi.


[ 😅😅😅 ] emoticon dari Selly.


[ awas ya kalian kalo nyebarin gosip.. ] ketik Anita.


[ nggak jamin..] dari Anggi.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2