
Keesokan harinya...
Anita terbangun dari lelapnya karena mendengar tangisan Rahma. Jam dinding menunjukkan jam 05.00 lalu ia melihat ke samping tak dijumpai suaminya.
" Apakah dia belum pulang? Di manakah ia bermalam?" batinnya.
Lalu bergegas ia menemui Rahma, menenangkannya, membuatkan sebotol susu hingga anaknya terlelap kembali.
Setelah menidurkan Rahma, ia kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Terdengar suara orang membuka pintu. Bergegas Anita lari menuju pintu depan. Ternyata Angga pulang. Serta merta Anita mengajukan pertanyaan.
"Kamu darimana, Mas..? Mengapa baru pulang? Kamu nginep di mana?" cecar Anita.
Angga menghentikan langkahnya.
"Stop! Nanti saja kalau mau tanya - tanya. Aku mau mandi.. Aku akan telat ke kantor jika kau banyak tanya seperti itu..!" kata Angga dengan suara pelan namun tegas.
Tak ingin memperkeruh suasana, akhirnya Anita hanya diam saja, termenung melihat suaminya melangkah meninggalkannya. Lalu Anita kembali ke dapur melanjutkan pekerjaannya.
20 menit kemudian, Angga keluar dari kamar dengan pakaian yang rapi.
__ADS_1
"Mas, sarapan dulu.."
"Aku sudah terlambat, aku akan sarapan di kantin kantor saja..", jawab Angga lalu bergegas pergi meninggalkan Anita.
Ada rasa kecewa di benak Anita. Namun ia tak mau terlalu mendramatisir keadaan karena ia pun harus segera bersiap - siap untuk berangkat ke kantor.
Setelah bersiap dan sarapan, ia lalu menitipkan Rahma kepada si bibi. Anita memilih berangkat kerja dengan mengendarai motor maticnya. Dalam perjalanan ia kembali teringat akan tingkah suaminya tadi pagi. Hampir saja ia menabrak kucing yang tiba - tiba menyebrang.
"astagfirllahaladzim...", ucapnya karena mengerem mendadak. Untung saja saat itu tidak ada kendaraan lain di belakangnya.
Lalu ia kembali melajukan motornya hingga tiba di kantor. Saat bekerja, ia dapat sejenak melupakan kejadian pagi tadi di rumah.
Jam istirahatpun tiba. Ia melihat ponselnya. Tak ada yang mengirimnya pesan WA. Suaminyapun tidak.
[ Jangan lupa makan siang, Mas.. ] Akhirnya Anita yang mengirimkan pesan WA duluan.
[ ok ] Balas Angga.
"Dibalas gitu doang sama dia", Batin Anita.
Kemudian ia menelepon ke rumah untuk menanyakan kabar Rahma. Namun si bibi bilang Rahma sedang tidur siang. Akhirnya ia melangkah ke kantin untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.
__ADS_1
Ia memesan Nasi dan soto ayam, tak ketinggalan dengan es jeruknya juga.
Tiba - tiba dua sahabatnya menepuk pundaknya ketika ia sedang menyeruput es jeruknya. Anita terkejut, untung saja tidak tersedak.
"Ya ampun kalian berdua nih.. Ngaget - ngagetin aja tau..", jutek Anita.
"Ya kamu juga sih, ke kantin nggak ngajak - ngajak", kata Selly.
"He.. he.. he.. iya sorry.. Lupa tadi mau ngajak kalian.. Perut aku udah keroncongan soalnya minta diisi.. Jadi langsung ngacir ke sini deh, takut soto kesukaan aku habis..", jawab Anita sambil nyengir.
Begitulah mereka bertiga. Selalu heboh saat sedang ngumpul. Jam istirahatpun berlalu, mereka bertiga kembali berkutat dengan kerjaan masing - masing. Hingga jam pulang tiba.
Saat Anita sampai di rumah, Ternyata Angga sudah pulang. Ia memang pulang agak terlambat hari ini. Angga sedang bermain bersama Rahma.
"Kok baru pulang? Lagi banya kerjaan?" Tanya Angga.
"Eh.. iya Mas.. Tadi ada sedikit kerjaan, nanggung banget. Jadi aku selesai'in hari ini biar besok agak nyantai gitu..", jawab Anita.
"Hhmmm.. ya udah.. Kamu mandi dulu gih.. Nanti kita makan sama - sama."
"Oke..", jawab Anita langsung bergegas masuk kamar.
__ADS_1
...****************...