
Sudah tiga jam lebih Angga dan Tomy memandangi layar laptop di depan mereka. Kertas berhamburan di atas meja. Mereka sedang mengerjakan laporan keuangan. Angga dan Tomy adalah asisten manager keuangan di kantor mereka. Mereka adalah rekan kerja.
Angga seorang yang ulet dan jujur. Tak heran dalam jangka waktu setahun bekerja sebagai staff keuangan ia langsung diangkat sebagai asisten manager keuangan.
"Huuuaahhh... Akhirnya selesai juga...", kata Tomy sambil menarik tangannya ke atas.
"Oke deh... Aku balik ya bro...", kata Angga sambil merapikan kertas yang berhamburan di meja.
"Kenapa buru - buru sih Brooo..", sanggah Tomy.
"Ngantuk gue broo.. Nih kepala juga sebenarnya masih sakit nih.." Angga sebenarnya memang terpaksa pergi ke rumah Tomy karena Tomy memintanya untuk membantunya membuat laporan yang merupakan tugasnya.
"Okelah kalau begitu, thanx ya broo.." kata Tomy mengalah. "Eh, ngomong - ngomong istri loe udah isi belom bro?!" tanya Tomy.
"Udaaahh... Isi nasi goreng bro pas sarapan tadi dia masak nasi goreng". Jawab Angga asal. Langsung ia pergi meninggalkan Tomy yang kesal mendengar jawaban darinya.
"tok.. tok.. tok.."
"Assalamualaikum..." Angga berulang kali mengucap salam di depan pintu rumahnya.
"Sepertinya ga ada orang di rumah. Atau mungkin Anita sedang tidur siang ya?" batin Angga.
Untung dia membawa kunci pintu cadangan.
Setelah masuk ke dalam rumah dia menyusuri setiap ruang untuk menemukan Anita. Namun tak juga ditemui istrinya itu. Hingga ia masuk ke kamar mereka. Tak ada juga orang yang dicarinya.
"Ah... kemana sih dia? Nggak ngasih kabar kalau mau pergi".
Lalu ia tak sengaja melihat banyak sekali testpack di meja rias Anita.
"Apa ini... Ini kan seperti alat untuk mengecek kehamilan ya.. Dan semuanya terdapat dua garis."
Angga kemudian membaca tulisan di kemasan testpck itu.
"Garis dua artinya positif hamil."
Langsung ia menelpfon Anita.
__ADS_1
"Assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam..." jawab Anita.
"Kamu di mana, An..??"
"Di rumah ibu.."
"Hhmmm... Ini di meja kamar ada banyak alat tes kehamilan. Itu punya kamu?" tanya Angga.
"Ya iyalah... Emang punya siapa lagi?!!" jawab Anita ketus.
Angga terdiam.
"Tadi aku ke dokter kandungan. Terus pulangnya mampir ke rumah ibu. Bentar lagi aku pulang kok."
"Baiklah.. Aku tunggu kamu di rumah ya dan hati - hati di jalan." Kata Angga. "Assalamualaikum..."
"Wa' alaikumsalam..." jawabku.
tuuut... tutt.. tuutt..
......................
"Bu.. Nita pulang dulu ya.. Angga sudah pulang".
"Ya.. Hati - hati di jalan Nak. Jaga baik - baik kandungan kamu. Jangan kecape'an dan harus konsumsi makanan bergizi ya.." pesan ibu.
"Siap boss..!!" Kataku sambil bercanda dengan beliau. Lalu ku cium tangannya.
......................
Sesampainya di rumah, aku melihat Angga sedang duduk di sofa sambil menonton televisi. Ku hampiri ia lalu ku jatuhkan tubuhku di sofa itu.
"Beneran kamu hamil..??" tanya Angga.
Aku tak menjawab. Aku menyodorkan foto hasil USG tadi.
__ADS_1
"Bulan depan aku akan check up lagi. Kau ikutlah kalau mau." Aku berdiri dari dudukku. Baru aku hendak melangkahkan kakiku ke kamar, tiba - tiba ia memegang pergelangan tanganku.
"Tunggu dulu...."
"Ada apa lagi..?? Kau penasaran siapa bapaknya?? Asal kau tahu ya Ngga.. Walaupun kau tidak mencintaiku, tapi kita sudah melakukannya sebanyak dua kali..!! Atau kau mengira aku semurah itu melakukannya dengan lelaki lain??!!" Entah mengapa aku begitu sensitif saat itu. Padahal Angga belum bicara sedikitpun.
"Bukan seperti itu, Aann..."
Aku terkejut tiba - tiba ia memeluk tubuhku sedangkan aku hanya mematung.
"Terima kasih, An.." ucapannya terpotong.
"Mama pasti bahagia melihat kamu sekarang hamil..", lanjutnya.
"Yaaa.. Memang cuma mama kamu yang mengharapkan aku hamil.. Sedangkan kamu tidak kan?!!!" Aku marah ketika ia berucap seperti itu kepadaku.
Aku memberontak berusaha melepaskan diri dari pelukannya dan berhasil.
"Bukan seperti itu maksudku, Aann..." Kata Angga.
"Ah sudahlah. Aku capek dan ingin istirahat..", jawabku.
Dengan langkah cepat aku masuk ke dalam kamarku meninggalkan Angga yang mematung di ruang tv. Lalu ku rebahkan diriku ke atas kasur. Tidak butuh waktu yang lama, akupun sudah tertidur pulas.
Saat Anita tidur ternyata Angga masuk ke kamar. Diusapnya kepala istrinya itu.
"Maafkan aku, An.. Bukan seperti itu maksudku... Tentu saja aku bahagia engkau mengandung calon anakku dan sedikitpun aku tidak meragukan kesetiaanmu padaku. Kamu wanita yang baik An. Akulah yang salah..."
Diselimutinya tubuh sang istri. Lalu ia kembali ke ruang tv untuk menonton pertandingan sepak bola.
...****************...
**Gimana sejauh ini tulisan aku, para pembaca...
Ditunggu loh ya komentnya.. like nya juga ya..
terima kasih...
__ADS_1
kiss banyak - banyak buat kalian...😘😘**