
Tak pernah terbayangkan sedikitpun olehku akan menjalani kehidupan rumah tangga yang seperti ini. Aku memiliki dan mencintai suamiku. Namun sebaliknya. Suamiku ternyata menikahiku hanya karena keinginan orang tuanya saja. Apakah aku harus sakit hati terhadapnya? Sepertinya aku tak sanggup sakit hati dengan orang yang kucintai. Apakah aku harus bersabar menunggu ia jatuh cinta kepadaku? Tapi sampai kapan...??
Bahkan sebentar lagi aku akan melahirkan anak kami. Pernikahan ini baru seumur jagung. Aku harus mempertahankannya. Dan saat ini tentu aku tidak boleh stress. Karena akan berpengaruh buruk untuk calon bayiku. Aku harus bahagia walaupun setengah menutup mata atas perlakuan suamiku itu yang sama sekali tidak memperhatikan aku.
Sore itu langit senja sangat indah. Aku sedang duduk bersantai di beranda belakang rumah, melihat koleksi aglonemaku sambil kuusap - usap perut buncitku. Terdengar langkah kaki Angga menghampiriku.
''Bukankah sudah saatnya kita mempersiapkan segala keperluan adik?" tanya Angga.
"Maksudnya...??" jawabku.
"Maksudku, usia kandungan kamu kan sudah masuk tujuh bulan.. Bukankah kita harus mempersiapkan keperluan melahirkan dan keperluan bayi kita?" Angga menjelaskan.
"Ayo kita belanja ke baby shop...", lanjut Angga
Aku sebenarnya senang saat ia mengajakku berbelanja perlengkapan bayi. Namun kemudian aku teringat janjiku dengan Selly dan Anggi.
"Hhmm.. Aku akan ke Baby shop dengan Selly dan Anggi." jawabku santai.
"Tidak..., biar aku yang temani..", sanggah Angga.
"Terima kasih Mas sudah mau nememin aku.. Tapi aku sudah janji dengan mereka. Setelah ini aku akan sulit jalan sama mereka. Jadi tolong biarkan aku jalan sama mereka."
Akhirnya Angga menyerah mungkin tak ingin berdebat denganku. Langsung ia mengambil dompetnya dan menyerahkan kartu atm-nya kepadaku.
"Bawalah ini... Mungkin kau akan membutuhkannya." kata Angga.
__ADS_1
Takut akan menyinggung perasaannya jika aku menolak, akupun mengambil kartu itu dari tangannya. "Terimakasih..."
Daaaaaaannn.... Di sinilah tiga sekawan ini berada sekarang. Baby shop paling lengkap di kota ini. Dan aku seperti seorang boss yang dikawal dua bodyguard. Membuatku senyum - senyum sendiri.
"Kamu kenapa An senyam senyum sendiri gitu..??" tanya Selly heran.
"Aahh.. Enggaaakk... Aku serasa boss gitu yang dikawal dua bodyguard cantik... Hahahaaa...", jawabku sambil tertawa.
"Waah.. wah.. wah.. Bumil satu ini ngelunjak yaa...", kata Anggi yang sudah ambil ancang - ancang hendak mencubitku.
"Ha.. ha.. ha... Nanti aku traktir makan deh.. Aku lagi pengen makan sphageti nih.. Bolehlah ya sekali - sekali ngidam..??"
"Nggak usah deh Aaann... Nanti uangmu habis.. Tuh kamu udah belanja banyak gitu..", tunjuk Selly ke arah barang belanjaan kami.
"Tenang ajaa... Aku masih punya atm card'nya suami aku doooong...", sahutku sambil tersenyum penuh kemenangan.
Seharian aku habiskan waktu bersama kedua sahabatku. Karena setelah aku melahirkan. Waktuku akan ku habiskan dengan anakku tentunya.
Selesai belanja, aku penuhi janjiku untuk mentraktir mereka. Setelah itu, kami pun pulang.
Angga menyambutku di teras rumah.
"Gimana belanjaannya apakah sudah lengkap semua?" tanya Angga.
"Yaa.. Ada box bayi yang bisa di bongkar pasang itu, pakaian, perlengkapan mandi sama perlengkapan aku melahirkan. Tuh ada di mobil." jawabku.
__ADS_1
"Kamu masuk aja, biar aku yang bawa ke dalam belanjaannya. Kamu istirahat sana. Seharusnya kamu nggak usah terlalu capek." Kata Angga.
"Nggak apa - apa.. Aku masih kuat kok." jawabku langsung ku langkahkan kakiku masuk ke rumah.
Setelah aku selesai membersihkan diri ternyata Angga sudah menyiapkan makanan beserta lauk pauknya di meja makan. Kami makan bersama.
"An.. Apakah kita perlu mempekerjakan ART..?" Tanya Angga di sela - sela makannya.
"Aku rasa belum perlu deh Mas. Nanti kalau aku melahirkan, ibu yang akan merawatku." jawabku. "Nanti kalau cuti melahirkanku sudah habis dan aku sudah ngantor lagi, baru kita cari baby sister aja."
"Hhhmmmm... Emangnya kamu masih mau kerja setelah lahiran nanti? Bukankah sebaiknya kamu ngurusin anak aja di rumah." tanya Angga lagi.
"Ya.. Aku berencana akan tetap bekerja Mas. Apa boleh?"
"Terserah kamu saja. Yang penting urusan anak tetap nomer satu ya." Jawab Angga.
Aku mengangguk.
...****************...
**Angga mulai menunjukkan perhatiannya kepada Anita...
Semoga kehadiran sang buah hati dapat membuat Angga jatuh cinta kepada istrinya itu.
Kalau suka, jangan lupa di like dan di vote ya pemirsaaahhh...
__ADS_1
Koment juga aku tunggu ya.. demi karya yang lebih bagus lagi**...