
Sementara itu, di apartemen Rita dan Angga...
"Sayang, kamu sudah mengambil keputusan?" tanya Rita.
"Entahlah.. Aku masih memikirkannya..", jawab Angga.
"Heii.. Apa yang masih kamu ragukan?!! Tentu saja kamu harus memilihku...!! Kita sama - sama tidak mau kan kalau anak ini terlahir tidak jelas siapa ayahnya..", ucap Rita sambil mengelus perut buncitnya.
"Tapi aku juga punya Rahma... Dia juga anakku. Tak bisakan jika aku, Anita dan kamu hidup bersama?!! Aku akan berlaku adil.."
''Tidak..!! Aku tak mau jadi yang kedua. Aku mau hanya aku yang ada di sisimu..", Protes Rita lalu ia masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintunya.
Kalau begitu aku harus segera menemukan cara agar hatimu hanya untukku dan anak kita, Angga...
Angga masih duduk di sofa saat istri keduanya telah masuk ke kamar.
"hhuuufffttt....", ia membuang nafas panjang.
Dirogohnya saku celananya hendak mengambil ponsel. Lalu ia mengetik pesan WA.
[ kamu sedang apa? Rahma bagaimana kabarnya..? ] dikirimnya tulisan itu ke istri pertamanya.
__ADS_1
10 menit berlalu..
[ Rahma baik.. Aku sedang di kantor.. ] balas Anita.
[ Aku ingin bertemu. Boleh aku pulang ke rumah? ] walau ragu, dikirimnya juga pesan itu.
[ Tentu.. Itu masih rumahmu.. ] balas Anita kemudian.
[ Nanti malam aku pulang ]
Angga mengakhiri chatnya dengan Anita. Lalu beranjak menuju kamar, ingin membujuk istri mudanya.
...****************...
"Kasihan kamu, Nak.. Hati papamu kini tak lagi milik kita berdua..", batinnya.
Dengan cepat disekanya air mata yang menetes satu dua tetea di pipinya. Ia tak ingin terlihat lemah di hadapan orang yang telah menyakiti hatinya.
Setelah menidurkan Rahma, Anita kembali ke ruang keluarga, melihat suaminya sedang menonton televisi.
"Apakah kamu sudah mengambil keputusan, Mas..?", todong Anita.
__ADS_1
Angga terdiam seolah sedang mencari kata yang tepat untuk menjelaskan semuanya.
''Tak bisakah kita hidup bersama.. Bertiga.. Aku akan adil...'' Kata Angga memulai.
Anita menjawab dengan hanya menggelangkan kepalanya dan menatap mata sang suami.
"Kita pisah saja...", kata Anita
"Aku tidak mau..!!" jawab Angga mantap.
"Tapi aku tidak sanggup membayangkan saat suamiku sedang bersama wanita lain.. Tidur dengan wanita lain...!!" Anita kemudian bangkit dari duduknya.
Angga pun ikut bangkit dari kursinya. "Yang jelas aku tidak mau!! Apa kau tidak memikirkan perasaan Rahma?!!"
"Tenang saja.. Rahma masih begitu kecil.. Dia belum paham.. Lebih baik aku yang mengalah.. Aku ikhlaskan kamu bersama wanita lain.. Tapi hatiku tetap tidak menerima jika harus dipoligami seperti ini..!!" dengan berat hati ia mengatakannya.. Hatinya tak sanggup jika setiap hari selalu bersedih atas tindakan suaminya itu
"Pokoknya aku tidak mau, TITIK..!!" jawab Angga lagi. Dengan marah ia meninggalkan Anita yang masih berdiri kaku. Angga pergi meninggalkan rumah itu.
"Kamu egois, Mas..'' kata Anita sambil terisak.
Angga dengan marah pergi meninggalkan rumah itu. Ia akan merasa sangat bersalah kepada keluarganya jika perpisahan itu terjadi. Karena Anita adalah menantu kesayangan di keluarganya. Ayahnya akan sangat kecewa. Saudara - saudaranya akan sangat marah apalagi jika mengetahui perpisahan itu terjadi karena ulahnya yang telah berpoligami tanpa persetujuan Anita.
__ADS_1
Namun baginya tidak mungkin pula untuk meninggalkan istri mudanya yang sekarang sedang mengandung anaknya.
Ia mengepalkan genggamannya, meninju setir mobilnya. Lalu melesat pulang menemui siapa lagi kalau bukan ke istri mudanya.