Keraguan Mencintaimu

Keraguan Mencintaimu
Jodoh Sampai Di sini


__ADS_3

Satu minggu kemudian, akhirnya Anita memantapkan diri akan niatnya untuk berpisah dengan suaminya. Ia mengambil kartu nama lawyer yang pernah diberikan oleh Anggi. Dan beruntungnya, saat ini Om Yusman sedang tidak menangani kasus apapun.


Setelah membuat janji, mereka pun kini berada di sebuah cafe untuk membicarakan tentang niat Anita untuk berpisah dengan suaminya.


''Mengapa ingin bercerai..??" kata Om Yusman.


''Hhmmm....'', antara ragu dan malu Anita bercerita tentang masalah rumah tangga yang dialaminya.


''Cerita saja, jangan malu..'', pinta Om Yusman.


''Jadi, suami saya ternyata sudah menikahi wanita lain sejak enam bulan yang lalu tanpa sepengetahuan saya, Om.." Terang Anita.


''Oke.. Kita bisa penjarakan dia dan istri barunya kalau begitu..'', kata Om Yusman.


''Tidak perlu sampai seperti itu, Om. Saya hanya ingin proses ini cepat selesai. Dan saya tidak akan menuntut apapun darinya." Kata Anita.


''Gono gini..??'' Tanya Om Yusman.


''Saya tidak mau, Om.. Saya hanya ingin ini cepat selesai.'' jawab Anita.


''Oke baiklah kalau begitu.'' Kata Om Yusman yang memahami maksud dari client'nya itu.


Sambil berbincang, mereka menikmati makanan di cafe itu. Karena saat itu adalah waktu makan siang.


Beda beberapa meja ternyata ada yang memperhatikan mereka. YOGA..!!


"Anita kok sama om - om ya..??" batin Yoga.


"Eh, itu seperti Om Yusman...??" Sepengetahuannya, Om Yusman adalah teman papanya.


"Ada hubungan apa Anita sama Om Yusman...??" Yoga dibuat penasaran dengan apa yang dilihatnya itu.


Yoga selesai menyantap hidangan makan siangnya. Ia ingin kembali ke kantor, namun dengan sengaja melewati meja Anita dan Om Yusman.


Saat melewati mereka, Yoga pun menyapa Om Yusman.


"Om Yusma..!!" sapa Yoga.


"Hhmmm.. Yoga kan?!" kata Om Yusman yang agak lupa - lupa ingat.


"Iya, Om..", jawab Yoga sambil bersalaman.


"Gimana kabarnya papa kamu?" tanya Om Yusman.


"Alhamdulillah sehat, Om..." jawab Yoga.


"Waduuhh.. Pake acara ketemu Pak Yoga lagi." Batin Anita. Melihat Yoga dan Om Yusman asyik mengobrol tanpa memperdulikan dirinya, Anita berniat untuk pergi. Ditambah lagi Yoga yang seperti tidak mengenal dirinya.

__ADS_1


"Ehm.. Maaf, Om.. Saya permisi duluan ya.. Harus kembali ke kantor..", Kata Anita.


"Oh.. iya iya.. Nanti kita bicarakan lagi ya..", kata Om Yusman. Anita mengangguk.


Setelah Anita menghilang dari pandangan mereka. Jiwa 'kepo' Yoga pun timbul.


"Om, itu tadi siapa? Cantik, masih muda.. Pacar Om?" Goda Yoga.


"Huusss... Ngawur kamu..!! Om ini orangnya setia loh..", jawab Om Yoga sambil tertawa. "Itu tadi client om.."


"Memangnya kasus apa Om..??" tanya Yoga lagi.


"Kasus rumah tangga..", jawab singkat Om Yusman.


"Maksudnya Om??" Yoga tidak mengerti maksud dari 'kasus rumah tangga' itu. "Apakah KDRT..??" batin Yoga.


"Perceraian.. Sudah, jangan tanya - tanya lagi. Itu akan melanggar kode etik om sebagai lawyer..", kata Om Yusman sedikit menjelaskan pada Yoga.


"He.. he.. he.. Iya Om..", jawab Yoga cengengesan.


"Eh tapi kenapa ya Anita dan suaminya mau bercerai..?? Padahal kan mereka baru saja kehilangan anak..", Batin Yoga.


"Tidak tahu harus prihatin atau senang dengar kamu akan berpisah dari suamimu, An.. Yang jelas, Aku tunggu jandamu..", batin Yoga senyum - senyum sendiri. Geli akan pemikirannya sendiri.


"Eh.. Kamu kenapa senyum - senyum gitu..?!!" Kata Om Yusman saat menyadari Yoga bertingkah aneh menurutnya.


"Enggak kok Om..", jawab Yoga malu.


...****************...


Ayah mertuanya meminta maaf kepadanya.


''Sudah ayah.. Ini bukan kesalahan ayah. Kita anggap jodoh Anita sama Angga sudah sampai di sini. Anita ingin hubungan dengan keluarga tetap baik, tidak ada dendam atau kebencian.."


Sedangkan saat menjelaskan pada ibunya, ibunya mendukung apapun keputusannya. Meskipun ia tahu ibunya pasti ikut merasakan sakitnya dikhianati, Anita tetap menyuruh ibunya agar tak menaruh kebencian terhadap Angga. Karena rasa benci atau dendam hanya akan menggerogoti hati manusia sehingga tidak akan membuat damai di kehidupan kita.


Angga pun yang tadinya tidak ingin bercerai akhirnya mengalah. Ditambah dengan tekanan dari istri mudanya yang selalu mendesak agar ia menceraikan Anita.


Sidang perceraian selesai. Anita dan Angga saling berjabat tangan. Anita mengembalikan cincin pernikahannya. Cincin itu memang sudah tidak terpasang lagi di jari manisnya semenjak ia mengetahui suaminya telah menikah lagi.


''Maafkan aku...'', itu kata Angga saat sidang selesai.


''Sudah.. Tidak perlu dibahas lagi..'', jawab Anita.


Sesaat setelah itu, masuk sebuah pesan. Ternyata dari Rita, yang kini telah menjadi istri Angga satu - satunya.


[ Kalau kamu tahu diri, silahkah segera tinggalkan rumah itu ] isi pesan dari Rita.

__ADS_1


Anita hanya geleng - gelang kepala membaca pesan itu tanpa mau membalasnya.


...****************...


"Sekarang apa rencanamu?'' tanya Selly kepada Anita. Selly dan Anggi sedang membantu Anita mengemasi barang - barangnya. Ia akan pindah ke rumah ibunya.


''Tentu saja melanjutkan hidup.. Aku akan resign dari kantor... Terus lanjut S2 ke Jogja...'' jawab Anita.


''Yaahh.. berarti bakal ninggalin kita donk..??!'' Kata Anggi.


''Ha.. ha.. ha.. Jangan berlebihan gitu.. Lagipula ini kan baru rencana guys..", celoteh Anita.


''Zaman udah canggih gini, aku di belahan bumi manapun kita masih bisa komunikasi kok.."


''Iya juga sih..'', sambung Selly.


''Yuk, masukin ke mobil..'', ajak Anita sambil menunjuk barang - barang yang akan dibawanya pindah.


''Serius kamu mau pindahan, Nit.. Cuma bawa baju sama peninggalan Rahma aja.. Tuh perabotan ditinggal semua..??", tanya Anggi sambil menunjuk barang - barang di rumah Anita yang tak ingin dia bawa.


''Iyaa.. Kalau dibawa semua, mana cukup rumah ibuku.. Nanti pasti ada rejekinya untuk beli yang baru..'', jawab Anita.


''Lagipula keterlaluan sekali si Rita itu.. Udah suami kamu diambil.., sekarang malah minta harta benda kamu..'', kata Selly kesal.


''Sudahlah.. Yang penting setelah ini aku tidak mau tahu lagi tentang mereka... Yuk ah.. Ini terakhir kita jalan pakai mobil ini...'', kata Anita.


''Maksudnya..??'' Anggi dan Selly kompak.


''Nih mobil udah 'sold out'..'', Kata Anita sambil tersenyum. ''Tapi kita mampir ke apartemen Angga dulu ya sebentar, antar kunci rumah..''


Lalu dijawab anggukan oleh kedua temannya.


Setibanya mereka di apartemen Angga.. Anita melangkah sendirian masuk ke dalam sedangkan Selly dan Anggi menunggu di dalam mobil.


Anita menekan bel di pintu. Angga yang membuka pintu.


''Eh, kamu.. Ada apa kok bisa ke sini? Ayo masuk..'' tanya Angga.


''Hhmm.. Tidak usah.. Aku cuma mau antar kunci rumah..'', terang Anita.


Angga nampak bingung. ''Rumah itu untuk kamu, Nit..'' Kata Angga sambil mengembalikan kunci itu kepada Anita. Namun tiba - tiba Rita datang dan merebut kunci itu.


Anita tersenyum sinis melihat kelakuan melihat tingkah Rita.


"Ternyata Rita adalah seorang yang materialistis..." batinnya.


"Tidak usah, terimakasih.. Oke, aku permisi dulu ya..", pamitnya lalu melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan pasangan itu.

__ADS_1


"Tunggu, Nit...!!" Terdengar suara Angga memanggilnya namun tidak ia pedulikan.


...****************...


__ADS_2