
Akupun saat itu sebenarnya menganggap Angga hanya sebagai pelarian dari mantan pacarku. Mantan pacarku bernama Robi. Awalnya dia terlihat sayang padaku. Namun rasa sayangnya menurutku terlalu berlebihan dan membuat dia menjadi over protective kepadaku. Dia selalu meminta pembuktian cinta dariku. Dia melarangku berhubungan dengan teman - temanku, melarang aku berbicara dengan laki - laki lain, melarang ini itu.. Ini sungguh tak bisa ku lakukan. Bayangkan saja, belum menjadi suamipun dia sudah berani mengaturku seperti itu.
"Kalau begitu, kita nanti tinggal di hutan saja yang tidak ada manusia di sana. Jadi aku tidak berhubungan dengan siapapun..!!" Jawabku ketika itu pada Robi.
"Kamu mau membantahku?!!" bentak Robi.
"Sudah..!! Aku rasa hubungan kita ini adalah hubungan yang tidak sehat. Aku tidak bisa melanjutkannya lagi. Biarlah Kau mencari wanita lain yang bisa menuruti segala maumu. Aku tidak bisa, karena aku manusia yang butuh interaksi dengan orang lain. Akan ada saatnya aku butuh bantuan orang lain. Bisa - bisa jika aku menikah denganmu nanti, aku akan kau kurung di dalam rumah terus..!!", jawabku.
Tak lama kemudian, tanpa berkata lagi ia langsung men-starter motornya dan ngebut pergi dari rumahku.
"Terserahlah kamu mau mati kek.. yang penting aku sudah terbebas darimu...", batinku.
Akhirnya hubunganku dengan Robi berakhir setelah hampir dua tahun kami berpacaran. Selama itu pula aku telah meninggalkan teman - temanku demi dia. Kuliahku pun terbengkalai saat itu. Nilaiku anjlok. Aduuuuhh.. aku bodoh sekali bukan..??
...****************...
__ADS_1
Kembali ke cerita Angga ya...
Sejak peristiwa kopi darat itu, aku dan Kak Angga menjadi dekat. Aku takut salah mengartikan kedekatan ini. Takut salah mengartikan kebaikan dan perhatiannya padaku selama ini.
Hingga suatu ketika ia mengajakku ke rumahnya. Saat itu aku dikenalkan kepada seluruh anggota keluarganya sebagai pacarnya... Whaaattt?? PACAR...!!! Sejak kapan dia menyatakan perasaan suka padaku?? Seingatku selama ini yang kami bahas tidak pernah menjurus ke arah situ. Aku hanya tersenyum sambil kebingungan di depan keluarganya.
"Kak.. memangnya Kakak pernah nembak aku? Kok kakak menyebutku sebagai pacarmu ke keluarga Kakak tadi..??" Tanya ku bingung saat dia mengantarku pulang malam itu.
"Memang belum.. Anggap saja tadi secara tidak langsung aku menembakmu..", Jawab Angga dengan tampang acuhnya itu.
Aku hanya terdiam ketika itu. Tak tahu harus menyaut apa.
"Jadi gimana? Mau nggak kalau mulai malam ini kita pacaran?" Tanya dia membuyarkan lamunanku.
"Hhmm.. hmm..", aku masih bingung. Seketika aku teringat dengan Robi si mantan pacarku. Munculah ide gila dipikiranku.
__ADS_1
"Gimana ya kalau aku pacaran sama Kak Angga saja. Mungkin dengan begitu, Robi tidak akan menggangguku lagi.. Kak Angga pasti akan membuatku melupakan Robi selama - lamanya", batinku.
"Ya sudah kalau nggak mau juga nggak apa - apa, Nit...", kata Kak Angga yang lagi-lagi membuyarkan lamunanku.
"Eeh.. Aaahh.. Iyaa.. iya.., Baik Kak. Mulai detik ini kita resmi pacaran ya..", jawabku malu - malu kucing sambil mengacungkan kelingking kananku. Entah apa maksud jari kelingking itu aku tak tahu. Aku hanya spontan saja melakukannya. Lalu dengan segera dia mengaitkan kelingkingnya di kelingkingku sembari tersenyum manis.
Malam itu telah resmi kami menjalani sebuah hubungan yang dinamakan 'pacaran'. Walaupun saat itu belum tumbuh benih - benih cinta di hatiku untuknya.. pikirku, sudah, jalani saja dulu.. cinta akan datang tepat waktu.
Sejak saat itu pula Robi tidak pernah lagi menggangguku, menelfon, mengirimiku pesan whatsapp. Sebelumnya dia selalu meminta agar kami dapat berpacaran lagi.
"Maaf..., aku tidak akan bisa lagi kembali padamu, Robi... Sudah banyak hal-hal yang kubuang demi kamu, tapi kamu masih saja selalu curiga berlebihan.. Aku tak tahan dengan sifatmu.. Aku mau fokus dengan kuliahku. Aku ingin segera lulus dan membuat ibuku bahagia. Mulai saat ini kita jalani kehidupan kita masing-masing. Percayalah, akan datang seseorang yang menerima kekurangan serta kelebihan kita." balasku panjang lebar melalui whatsapp.
Mungkin setelah itu, dia mengetahui bahwa aku sudah memiliki kekasih baru.
...****************...
__ADS_1