Keraguan Mencintaimu

Keraguan Mencintaimu
Kapan..??


__ADS_3

Keesokan paginya...


Aku terkejut saat membuka mataku. Kami sudah saling berhadapan. Lama aku mengamati wajahnya, tanpa terasa ait mataku menetes.


"Ngga.. Selama ini aku belajar untuk mencintaimu karena aku mengira kau juga mencintaiku. Dan saat ini aku telah jatuh cinta padamu namun ternyata kau masih mengharapkan orang lain. Kau tau betapa hancurnya hatiku??"


"Dan aku tak tahu apa yang akan terjadi dengan pernikahan kita ini nanti. Aku berharap pernikahan kita ini bukan cuma sekedar status semata. Aku akan merebut hatimu, membuatmu jatuh cinta padaku."


.....................


Kini sudah tiga bulan usia pernikahan kami. Aku masih merasa datar pada hubungan kami. Belum ku lihat cinta di matanya untukku. Dan ibu pun sudah mulai curiga melihat tingkah laku kami yang tidak pernah menunjukkan keromantisannya. Padahal sedikit demi sedikit aku mulai melupakan kesalahannya. Aku harus mulai membuka diri dan memaafkannya agar dia bisa jatuh cinta padaku.


"Mas, aku ingin kita secepatnya bisa tinggal di rumah sendiri." Kataku di suatu hari.


"Tapi nanti ibumu jadi tinggal sendirian di rumah ini?" kata Angga.


"Tidak apa - apa lah Mas.. Nanti aku akan sering berkunjung ke sini selepas pulang kerja atau saat weekend."


"Baiklah.. Nanti sore.... ikutlah denganku. Aku mau mengajakmu ke suatu tempat", kata Angga.


"Mau kemana...??" tanyaku penasaran.

__ADS_1


"Lihat saja nanti...", jawab Angga makin membuatku penasaran.


Jadilah sore itu Mas Angga menjemputku selepas jam kerja habis. Entah kemana ia akan membawaku. Hingga di suatu tempat, di depan sebuah rumah yang belum selesai seratus persen. Tapi......


" Tunggu.. Sepertinya aku mengenali rumah ini.. Seperti pernah lihat tapi dimana ya..??" batinku.


"Surprise..!! Ini aku buatkan rumah impian kamu An.." kata Angga membuyarkan lamunanku..


"Bagaimana kamu tahu?"


"Kalau nggak salah setahun yang lalu aku lihat kertas - kertas sketsa kamu di atas meja waktu aku ngapel kamu. Di salah satu kertas tertulis "Rumah Impianku" gitu... Aku lihat rumah yang kamu desain bagus juga. Jadi aku ambil kertasnya. Dan mulai ku bangun sejak tiga bulan yang lalu, beberapa hari sebelum hari pernikahan kita."


"Tapi untuk apa?" tanyaku heran.


Aku dengan spontan memeluk tangan kirinya.


"Sudahlah.. Jangan berlebihan menanggapi ini An.." celetuk Angga sambil melepaskan tanganku dari tangan kirinya.


"Lagipula aku lelah selalu berpura - pura di depan ibumu. Aku ingin menjadi diriku sendiri."


"Jleeeebbb..!! Maksudnya gimana ya, Angga kok bicara seperti itu..." batinku.

__ADS_1


"Minggu depan kita akan pindah ke rumah ini." Ucap Angga.


Lalu kami melihat isi rumah itu. Rumah satu lantai yang tidak terlalu besar. Terdapat tiga kamar di sana. Ruang tamu yang, ruang keluarga yang luas dan dapur. Ada kolam ikan juga serta gazebo yang dapat digunakan untuk acara kumpul - kumpul keluarga nanti. Aku cukup puas melihat rumah itu. Sesuai dengan gambar rencana yang kubuat.


''Semoga ini adalah awal yang baik untuk pernikahan kami", batinku.


Setelah selesai melihat - lihat rumah itu, kami sempatkan diri mampir ke rumah mertuaku. Kami memang rutin satu minggu sekali mengunjungi mereka.


Syukurlah, mereka dalam keadaan sehat.


'''Jadi kapan mama akan punya cucu?" tiba - tiba mama menanyakan perihal cucu. Aku malah tidak kepikiran.


"Kalian menikah sudah tiga bulan loh.. Tapi mama belum dengar kabar kamu hamil Nak..?" Kali ini mama melirik ke arahku.


"gimana mau hamil.. berhubunganpun kami baru satu kali saat malam pertama tiga bulan yang lalu." batinku.


"Mama doa'in saja ya Ma.. Semoga secepatnya Anita bisa hamil." Kali ini Angga yang menjawab.


\*\*\*\*\*\*\*\*


Sesampainya di rumah ibu, kami menceritakan perihal rencana kami untuk pindah rumah. Sebenarnya aku berat meninggalkan ibu seorang diri. Tapi mau bagaimana lagi... Aku tidak mau ibu mengetahui bahwa aku dan Angga hanya berpura - pura bahagia.

__ADS_1


Jadilah waktu satu minggu itu kami gunakan mempersiapkan segala sesuatu untuk rumah baru kami, termasuk berbelanja perabotan rumah tangga. Hal yang paling menyenangkan adalah berbelanja.


...**************...


__ADS_2