
Setelah selesai urusan dengan Pak Yoga, Anita kembali ke ruangannya lalu mendudukkan tubuhnya di kursi.
"Syukurlah Pak Yoga menyukai design yang ku buat." Batinnya
drrtt.. drrtt.. drtt.. (notifikasi WA)
Ternyata WA dari Anggi.
[ Aku lihat kamu tadi keluar dari ruangan Pak Yoga, si manager tampan.. ] tulis Anggi.
Anita tersenyum membaca pesan dari sahabatnya itu.
[ iyaa.. Pak Yoga ngebahas proyek kita yang apartemen itu loh, Nggi.. ]
[ Duuhh.. Beruntungnya kamu ketemu yang bening dan tampan siang bolong gini.. hahaha..] goda Anggi lagi.
[ Biasa aja tuh.. ]
[ Heeiii.. Aku udah punya suami loohh.. Jadi seganteng gantengnya Pak Yoga, masihlah ganteng suamiku.. dan tentunya bisa disentuh - sentuh.. 😋], balas Anita lagi.
[ Jiiaaahhh... iya deh, iyaaa... Makan siang yuk! Selly mana?] isi pesan Anggi lagi.
[ Selly lagi meeting di luar... Kita berdua aja...] balas Anita.
__ADS_1
Kemudian tak berapa lama, mereka sudah ada di kantin.
Tanpa mereka sadari, selama di kantin ada seseorang yang memperhatikan salah satu dari mereka.
...----------------...
Keesokan harinya.
Pagi di hari Minggu. Anita mengajak Rahma berjalan - jalan ke Taman Kota. Dengan mendorong stroller, mereka berjalan santai mengelilingi taman.
Setelah merasa lelah, mereka duduk di sebuah kursi taman. Banyak tersedia kursi di taman. Namun saat itu, hanya kursi yang mereka duduki yang kosong.
Anita menghapus dahaganya dengan sebotol air mineral. Tak lupa ia membawa snack bayi kesukaan Rahma. Sambil menyuap Rahma snack, ia berkata, "Nanti sore papa pulang Nak.." Rahma pun seakan mengerti yang diucapkan mamanya, ia ikut tersenyum lebar.
Brruuukkkk...
Stroller yang didorong Anita menabrak seorang bapak - bapak yang sedang berjalan sambil menggandeng tangan anak laki - laki. Beruntung stroller Rahma menabrak bapaknya dan tidak mengenai anak berusia kira - kira 2 tahun itu. Menabraknya'pun dari belakang. Hingga lelaki tersebut menoleh.
"Pak Yoga..!!!" Lidah Anita seperti kelu sepersekian detik.
"Pak, saya minta maaf.. Saya buru - buru sekali. Sekali lagi maaf ya Pak..'', Mohon Anita panik sambil menakupkan kedua tangannya. Tanpa menunggu lelaki yang ditabraknya itu bersuara, Anita langsung kabur, melanjutkan misinya mengejar seseorang tadi.
''Hei, apaan begitu.. Udah salah, main kabur aja.." Batin Yoga lalu ia memeriksa keadaan Naufal anaknya. Beruntung Naufal tidak ikut tertabrak stroller. Setelah memeriksa Naufal, Mata Yoga tak lepas dari sosok Anita yang berlari menjauhinya.
__ADS_1
"Sepertinya ia sedang mengejar seseorang..."
Dengan nafas yang terengah - engah, akhirnya Anita sekarang berada di belakang orang yang dikejarnya dari tadi. Seorang lelaki yang sangat dikenalnya. Lelaki tersebut menggandeng tangan wanita di sebelahnya. Ya, nampak sangat mesra.
"ANGGA PERMANA..!!" panggil Anita dengan suara pelan namun tegas.
Sontak lelaki dan wanita tersebut menoleh ke belakang.
"Anita..!!", Angga nampak kaget lalu spontan melepaskan gandengannya.
Anita menatap nanar suaminya, lalu berganti menatap wanita yang ada di sebelah suaminya.
"Kamu Rita kan? Kak Rita...??" tanya Anita dengan suara sesantai mungkin. Bagaimanapun ia tak ingin terlihat mencolok agar tak mengundang perhatian orang - orang di sana.
Sedangkan pasangan yang di hadapannya tak bergeming. Mungkin mereka merasa malu atau apalah.
"Aku tunggu penjelasan kamu di rumah Mas!!" kata Anita masih dengan sikap santainya. Dia merasa malu jika harus ngamuk di muka umum, seperti yang sudah - sudah viral di media sosial.
Segera Anita mendorong stroller Rahma pergi melangkah meninggalkan pasangan tersebut dengan perasaan campur aduk. Ia berusaha untuk menahan tangis. "Maafkan mama, Nak.. Kamu harus menyaksikan semua ini. Tapi kita tunggu penjelasan papa kamu dulu ya Nak.." Anita bicara dalam hatinya.
Dari kejauhan Yoga masih memperhatikan Anita. "Eh, kenapa itu ya...??" Yoga'pun akhirnya penasaran dengan yang terjadi antara Anita dan pasangan itu.
...****************...
__ADS_1
Lanjut nggak ya...??