Keraguan Mencintaimu

Keraguan Mencintaimu
Rumah Baru


__ADS_3

Kami mengadakan acara syukuran untuk rumah baru kami dan juga moment silahturahmi dengan tetangga sekitar. Aku berharap rumah ini menjadi saksi cinta kami.


Namun sepertinya itu menjadi sebatas impianku belaka. Sedikit demi sedikit Angga mulai menunjukkan sifat aslinya. Hampir setiap malam ia habiskan berkumpul dengan teman - temannya dan pulang larut malam.


Ia seperti tidak betah berlama - lama di rumah bersamaku. Hingga suatu malam ia pulang pukul satu dini hari dalam keadaan mulut bau alkohol. Dia mabuk...!!!


Dengan susah payah aku memapahnya ke dalam kamar tidur. Aku baringkan tubuhnya di atas kasur lalu ku buka sepatunya. Ketika hendak pergi, tanganku ditarik olehnya secara kuat hingga aku terjatuh di atas dadanya yang bidang.


"Aku menginginkanmu", kata Angga kemudian langsung melahap bibirku. Aku hendak menghindar namun kedua tangannya langsung memeluk erat tubuhku. Akhirnya aku hanya bisa pasrah.. Toh dia suami sahku. Akupun sebenarnya menginginkannya. "Biarlah walaupun ia dalam kondisi mabuk seperti ini." ucapku dalam hati.


Setelah merasa puas dengan bibirku, ia lalu menarik kaosku hingga sobek. Kami sudah berganti posisi. Dan pergulatan pun terjadi.


"Sekali lagi...."


"Sekali lagi*..." Ucapnya.


Tiga kali kami melakukannya. Tubuhku rasanya remuk. Angga melakukannya dengan kasar. Namun aku sangat menikmatinya.


Keesokan harinya. Saatku terbangun dari tidurku, aku merasakan mual sekali. Seketika aku berlari ke kamar mandi. Aku muntah sejadi - jadinya.


"ini pasti akibat dari pergulatan semalam" , batinku.


Setelah selesai urusan di kamar mandi, aku kembali ke kamar. Ku lihat Angga terbangun mungkin mendengar suaraku muntah tadi.


"Ada apa? Kamu kenapa? Apa yang terjadi semalam An...? Aaww... Kepalaku sakit..", ia memegang kepalanya.


"Kau bahkan tak ingat yang terjadi semalam... Sudahlah, mungkin tak seharusnya aku terlalu berharap padamu..", jawabku ketus. Kemudian aku keluar dari kamar dan pergi ke dapur menyiapkan sarapan.


Sementara itu, Angga yang masih merasa pusing nampak kebingungan melihat Anita yang jutek. Segera ia membuka selimut yang masih menutupi tubuhnya.


"Aku tidur dalam keadaan tidak pakai baju..!! Apa yang terjadi semalam. Aku benar - benar tidak ingat. Jangan - jangan...??!"

__ADS_1


Segera ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah mandi dan bersiap dengan pakaian yang rapi, ia menyusul Anita ke dapur. Nasi goreng telah siap dihidangkan Anita di atas meja lengkap dengan lauknya telur ceplok dan ayam goreng. Tak lupa juga teh hangatnya.


"Sarapan dulu...", kata Anita.


Kami makan dengan khusyuk. Tak sepatah katapun keluar dari mulut kami.


Ya, ini adalah hari Sabtu. Kebetulan hari libur untuk kami, karena jam kerja kami adalah lima hari dalam seminggu.


Setelah nasi goreng di piring Angga habis, ia membuka pembicaraan.


"An.. Aku tidak ingat apa yang terjadi semalam. Apapun itu, aku minta maaf."


Aku terdiam.


"Ciiihh.. benar - benar keterlaluan", batinku.


"Pergilah ke dokter jika kau sedang tak sehat. Aku mendengar kau muntah tadi." Lanjut Angga kemudian ia berdiri dari kursinya.


"hhuuufff...."


Aku menarik nafas panjang.


"Sepertinya aku memang tak enak badan. Rasanya aneh sekali. Jangan - jangan...."


Bergegas aku pergi ke apotik untuk membeli testpack. Beruntung rumah ini letaknya strategis. Dekat dengan fasilitas umum dan pertokoan.


Sesampainya di rumah, langsung ku gunakan benda itu. Tak tanggung - tanggung. Aku membeli lima merk testpack. Dari harga yang paling murah sampai harga yang mahal.


deg... deg... deg...


Kompak kelima benda tersebut menunjukkan hasilnya. Kelima - limanya menunjukkan dua garis. Itu artinya aku 'positif hamil'.

__ADS_1


"Aku harus memastikannya.. Aku harus pergi ke dokter obgyn". Kemudian aku menelfon salah satu klinik bersalin untuk membuat janji dengan dokter spesialis kandungan. Beruntung aku bisa periksa siang ini juga. Aku meninggalkan kelima testpack itu di atas meja di kamar kami.


Aku mengendarai mobilku menuju klinik. Tak berapa lama aku pun sampai.


Setelah menunggu giliran akhirnya namaku pun dipanggil.


"Siang, Dok...", Sapaku


"Selamat siang, Ibu... Ada yang bisa saya bantu?" jawab dr.Dani.


"Saya tadi pagi muntah - muntah, Dok.. Lalu saya coba check menggunakan testpack dan hasilnya dua garis, Dok..", aku pun menceritakan keluhanku.


Dokter Dani mengangguk dan tersenyum.


"Ibu ingat kapan terakhir Ibu menstruasi?" tanya dr. Dani.


"Dua bulan yang lalu, Dok.. Tapi saya ngga sadar kalau bulan kemarin dan bulan ini saya belum menstruasi".


"Baiklah.. Sekarang ibu berbaring dulu. Kita akan melakukan USG", kata sang dokter.


Lalu perawat mengoleskan gel ke perutku. Dingin. Dokter Dani mulai memeriksa perutku menggunakan alat USG tersebut.


"Jadi, berdasarkan tanggal mens terakhir ibu, usia kandungan ibu adalah delapan minggu ya bu.. Ini janinnya ada satu. Ini tangannya. Ini kakinya. Ini kepalanya.. " Kata dr. Dani sambil menjelaskan gambar dua dimensi itu. Aku melihatnya di layar besar di atas pembaringanku. Janinnya masih sangat kecil, namun sudah sedikit terlihat anggota tubuhnya.


"Janinnya sehat. Pada trimester pertama memang wajar jika ibu sering merasa mual atau muntah di pagi hari. Nanti lama - lama akan hilang dengan sendirinya kok bu. Jangan lupa, Ibu harus selalu konsumsi makanan cukup gizi dan susu ibu hamil juga ya...." Lanjut dr.Dani. Setelah itu dr. Dani memberikan resep vitamin untukku.


Dalam perjalanan pulang dari klinik, aku mengelus - elus perutku. Aku bahagia. Kini ada kehidupan lain di dalam tubuhku. Calon anakku.


''Mampir ah ke rumah ibu.. Ibu pasti senang akan mendapatkan cucu lagi..."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2