
Keesokan harinya Anita bermaksud ingin mengembalikan jaket milik Yoga. Namun sang empunya tak kunjung terlihat batang hidungnya seharian ini.
"Mbak Jezz.., Pak Yoga belum datang??" tanya Anita kepada sekertaris Yoga.
"Loh, kamu tidak tahu, Nit...??" kata Jesika.
''Tahu apa??'', tanya Anita kemudian.
"Pak Yoga terhitung hari ini pindah tugas ke cabang yang di L.A...", jelas Jesika.
''Hahh..?? Masa sih, Mbak...!?" Anita seakan tidak percaya dengan ucapan Jesika. Pasalnya baru kemarin ia dan Yoga bertemu. Juga Yoga tidak membicarakan mengenai kepindahannya.
Kini ia telah kembali ke ruang kerjanya. Ditatapnya paperbag berisi jaket milik Yoga.
"Duuuhh.. gimana cara balikinnya nih..?!!" pikirnya.
Diusap - usapnya LCD Androidnya bermaksud mengirimkan pesan WA ke Yoga. Namun ia bingung harus mulai darimana. Baru diketiknya beberapa huruf tapi langsung dihapusnya. Setelah beberapa kali, akhirnya diurungkan niatnya. Diletakkan kembali ponselnya di atas meja.
Drrttt.... Drrttt....
Ternyata pesan WA dari Yoga.
[ senang akhirnya kemarin bisa ngobrol banyak sama kamu. saya pergi dulu.. Hiduplah dengan baik.. Jaga diri kamu.. Jaga hati kamu.. Sampai bertemu lagi di waktu yang tepat... ]
Berulang - ulang dibacanya pesan dari Yoga.
__ADS_1
"hhmm... Maksudnya apa ya aku disuruh jaga hati..??" batin Anita.
Sementara itu, Yoga kini sudah berada di dalam pesawat yang akan membawanya ke Los Angeles. Semua itu atas perintah papanya untuk menangani masalah di perusahaannya yang lain di sana.
Ia memang sengaja tidak memberitahukan perasaannya kepada Anita. Pertama adalah karena ia sadar saat ini bukanlah waktu yang tepat, karena Anita baru saja mengalami kejadian yang tidak terduga di dalam hidupnya, kehilangan anak dan suaminya. Kedua, tentu ia tak ingin dianggap memberikan harapan palsu, karena kenyataannya ia pun tak tahu kapan ia akan kembali.
Dengan menyuruh Anita 'menjaga hatinya', ia berharap wanita itu akan mengerti.
Anita memandang langit biru melalui kaca jendela besarnya, terlihat sebuah burung besi, terbang di atas sana. Dia berfikir mungkin pesawat itu yang membawa Yoga pergi.
"Hati - hati....", bisiknya.
...----------------...
Dua setengah tahun semenjak Yoga pergi.
Seperti biasa, ia begitu pandai memadupadankan outfit yang ia kenakan. Setelan kemeja hijau army beserta jilbab warna senada membuat ia tampil percaya diri. Ya, sudah dua tahun terakhir ia telah memantapkan hatinya untuk berhijab. Sekolah S2'nya pun telah ia rampungkan.
Tak lupa jaket hitam milik Yoga selalu ia kenakan kemanapun ia pergi dengan motor maticnya itu.
"Nak.. Sudah dua tahun lebih kamu menjanda. Apakah kamu belum kepikiran buat nikah lagi..??'' tanya ibunya saat sarapan tadi.
''Hhmmm.. Ibu doakan saja semoga Allah segera kasih jodoh..'', jawab Anita tenang.
Anita sadar, mencari pendamping hidup sekarang bukan sekedar mencari asal lelaki yang mau. Namun ada sedikit rasa trauma jauh di dalam lubuk hatinya, ia tak ingin kegagalan dalam rumah tangga terjadi lagi.
__ADS_1
Kembali ia teringat perkataan ibunya.
''Sebelum ibu tutup usia, ibu harap kamu sudah mempunyai pendamping hidup agar ada yang menjaga kamu..''
''Iya ibu.. insyaAllah.. Dan ibu harus selalu sehat hingga saat itu tiba...'', jawab Anita.
Tiba - tiba motor maticnya menjadi oleng. Untung ia masih bisa mengendalikannya. Ia turun dari motornya dan memeriksa kondisi motornya. Ternyata ban belakangnya kempes. Terlihat paku tertancap di sana.
''Waduuuhh.. Harus ganti ban nih..'', batinnya.
Beruntung 200 meter di depan ada sebuah bengkel kecil. Namun sayangnya bengkel tersebut belum buka. Mau tak mau ia pun menunggu hingga bengkel tersebut buka.
Tiba - tiba sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan bengkel. Ia membuka kaca pintu mobil lalu mengklakson Anita. Ketika Anita menoleh, orang itu memakai kacamata hitam.
"Siapa tuh..??" tanya Anita dalam hati.
...****************...
...to be continued...
Kira - kira siapa ya seseorang yang berkacamata hitam itu...??
nantikan kelanjutannya ya...
Terimakasih udah setia baca karya aku sampe di sini..
__ADS_1
Like and coment kamu masih aku tunggu loh...
🥰🥰🥰