
Awalnya memang berat ketika harus menjalani satu minggu LDR'an dengan suami. Terutama jika mengingat usia anaknya yang masih membutuhkan sosok ayahnya. Beruntungnya, Mas Angga dapat memanfaatkan waktunya bersama kami ketika masa satu minggu di kota kami. Malahan Mas Angga selalu nampak manis di hadapan kami.
5 bulan kemudian.
Anita yang sedang bersibuk ria dengan kertas - kertas di meja kerjanya. Tiba - tiba..
[ An, aku lihat suami kamu udi cafe sama seorang wanita..], isi WA dari Selly.
Selly dan atasannya memang sedang meeting dengan client di sebuah cafe.
[ Salah lihat kali kamu. Mas Angga lagi tugas di Kota Sebelah..] balas Anita.
[ Ih, aku yakin banget itu suami kamu. Atau mungkin dia juga sedang meeting bersama client], balas Selly kemudian.
[ Mungkin saja.. Nanti aku tanyakan langsung sama Mas Angga. Thanx ya informasinya..]
[Oke.. Sorry ya, aku sebenarnya mau nyamperin mereka, tapi aku gak enak, An..]
[It's Ok, Selly... Kamu fokus aja ke meeting dan client kamu ya...]
[ Asshhiiaapp...🤗]
Anita langsung kepikiran apa yang dikatakan oleh Selly.
[Mas, Kamu sedang apa di sana?] Anita mengirim pesan WA kepada suaminya.
[Lagi periksa laporan keuangan bulan ini, An.. Ada apa?] balas Angga.
__ADS_1
[Lagi kangen aja Mas... hehe..] balas Anita lagi.
[Ya.. Bersabarlah.. 3 hari lagi aku pulang..]
[Oke, Mas.. Hati - hati kamu di sana..]
[Iyaaa...]
'' Tuh kan.. Pasti si Selly salah lihat deh" batin Anita. Entah mengapa Anita percaya saja dengan apa yang dikatakan suaminya itu.
tok.. tok.. tok.. (suara pintu ruangannya diketok)
"Maaf, Bu.. Ibu ditunggu Bapak Yoga di ruangannya", kata Udin, salah satu OB di kantor.
"Iya.. Saya akan ke ruangannya.. Terimakasih ya..", jawab Anita.
Anita hanya mendengar desas desus karyawan di kantor.
tok.. tok.. tok.. Anita mengetuk pintu kaca ruang Pak Yoga.
"Masuk...!!" perintah si empunya ruangan.
"Selamat siang, Pak. Saya Anita. Bapak memanggil saya?" tanya Anita.
"Gini bu Anita.. Saya ingin lihat rancangan design gedung apartemen A yang ibu buat beserta RAB-nya. Apakah sudah selesai?" Tanya Yoga. Oh ya, RAB adalah Rencana Anggaran Biaya suatu design.
"Oh sudah Pak. Maaf Pak, Bapak mau dalam bentuk soft copy nya atau print out nya?" tanya Anita lagi.
__ADS_1
"File-nya saja, Bu.. Nanti ibu presentasikan di sini saja", perintah Pak Yoga.
"Baik Pak.. Saya ambil dulu sebentar.."
"Hhmmm...", jawab Pak Yoga.
Dengan cepat Anita kembali ke ruangan Pak Yoga membawa Laptopnya. Ia tadinya sempat bingung akan membawa laptopnya atau Flash disk saja. Setelah melewati perdebatan dalam batinnya, akhirnya ia membawa laptopnya.
"Letakkan di sini," perintah Pak Yoga sambil menunjuk meja kerjanya.
Kini posisi mereka adalah Pak Yoga duduk di kursi kebesarannya sedangkan Anita berdiri di sebelah kirinya dan siap mempresentasikan hasil kerjanya. Sebuah presentasi kecil. Dan sedikit membuat Anita gugup karena hanya berjarak sejengkal saja dengan Pak Yoga, si manager tampan.
"hiisshh... ingat suamik..!!" batin Anita.
Mulailah anita menjelaskan apa yang ada di layar laptopnya. Pak Yoga sesekali berdehem.. Sesekali juga bertanya.. Lalu mengangguk dan sesekali melirik Anita. Ia nampak biasa saja, tak gugup seperti yang dirasakan Anita.
"Bagus.. Sudah bisa dikirimkan ke client ya. Semoga mereka menyukainya". Kata Pak Yoga sambil tersenyum.
"ya ampuuunn.. Senyumnya bikin meleleh..." batin Anita. "hhiiisshh... inget suamii..." ðŸ¤
"Baik, Pak..!!" jawab Anita juga melemparkan senyumannya. Lalu ia melangkah meninggalkan ruangan Pak Yoga.
Yoga Pov
"Hhmm.. Anita.. Cantik, manis.. dan cerdas... Tapi sayang kamu sudah tidak single", batin Yoga sambil tersenyum kecut.
...****************...
__ADS_1