Keraguan Mencintaimu

Keraguan Mencintaimu
Kacamata Hitam


__ADS_3

Esok harinya,


Anita berangkat ke kantor terpaksa mengenakan kacamata hitamnya untuk menutupi kelopak matanya yang masih bengkak. Hatinya masih bersedih tidak akan membuatnya bolos dari pekerjaannya. Walaupun ia sendiri menyadari mungkin hari ini ia akan kacau.


Bbrrruuukkk...


Karena tergesa - gesa, ia menabrak bahu seseorang yang berpapasan dengannya. Hampir terjatuh, untung seseorang tersebut sigap menangkap tangannya.


Setelah mampu menyeimbangkan tubuhnya, Anita menatap orang tersebut.


"Maaf, Pak... '', ia langsung meminta maaf kepada orang itu yang ternyata adalah Pak Yoga.


"Pantas saja nabrak.. Di dalam ruangan gini malah memakai kacamata hitam..", Sindir Yoga.


''Eh iya, Pak... Ini... Mata saya sedang sakit.. Takutnya nanti menular ke yang lain.. Atau bapak mau lihat mata saya..??" Tanya Anita sambil memegang tangkai kacamatanya berlagak hendak membukanya.


"Tidak perlu.. ''. Kata Yoga lalu pergi melangkah menjauh dari Anita.


Anita terdiam sejenak melihat tingkah dingin atasannya. Lalu ia teringat kejadian kemarin di taman kota. Saat ia menabrak Yoga dengan stroller Rahma. Seketika ia menepuk jidatnya. Lalu setengah berlari mengejar Yoga.


"Pak Yoga...!!" panggil Anita.


Mendengan namanya dipanggil, Yoga'pun membalikkan tubuhnya. "Ada apa lagi...??"


"Hhmmm.. Itu.. Pak..!! Saya juga mau meminta maaf atas kejadian kemarin di taman kota.. Saya tidak sengaja menabrak Bapak dengan stroller. Ada yang luka, Pak...?? Hhmmm.. Apakah strollernya mengenai anak bapak..??" tanya Anita sedikit khawatir.


"Tidak.. Saya dan anak saya baik - baik saja. Sudah ya.. Saya sedang banyak kerjaan..." Kata Yoga lalu pergi berlalu.


"Lebih baik gue buruan kabur deh. Daripada nanti ketularan sakit mata." Batin Yoga.


Anita-pun tak ingin ambil pusing dengan sikap atasannya itu. Ia lalu melangkah menuju ke ruangannya. Sesampai di depan ruangannya, ia menyapa Jesika, sekertarisnya Pak Yoga.


"Pagi mbak Jeeesss..."


"Pagi juga mbak Anita....", jawabnya sambil tersenyum manis. Mbak Jesika memang memiliki paras yang cantik. Memang pandai Pak Yoga memilih sekertaris. Namun pastinya Mbak Jesika bukan hanya cantik. Ia juga pandai dan cekatan.


"Mbak Jes, itu tadi Pak Yoga mau kemana? Kayaknya buru - buru gitu..", tanya Anita.


"Hhmmm... Ituuu... Anaknya tiba-tiba demam.. Jadi dia khawatir, mau pulang lihat kondisi anaknya...", jawab Jesika.


"Oohh.. Oke deh... Saya ke ruangan dulu ya..", pamit Anita.

__ADS_1


Setelah berada di ruangannya, ia menaruh tas kerja, mendudukkan tubuhnya di kursi lalu melepaskan kacamata hitamnya. Ia mengambil cermin kecil di dalam laci meja, menatap gambar dirinya di dalam cermin.. Bengkak di kelopak matanya berangsur mulai mengempis.


Namun hingga hampir jam makan siang ia tak juga mengerjakan apapun. Dibenaknya hanya terpikirkan tindakan suaminya yang tega memadu dirinya.


drrrtt.. drrttt... Notifikasi pesan WA dari Selly.


[ makan siang yuk.. ]


[ bawa bekal.. ] balas Anita.


[ tumben.. ] balas Selly lagi.


[ lagi hemat.. ] balas Anita asal.


[ ada - ada aja loe.. !! ]


[ 😋 ...] ledek Anita. Tak ada lagi balasan dari Selly.


Anita bangkit dari kursinya. Membawa kotak makannya dan sebotol air mineral. Ia lupa memakai kacamata hitamnya. Dilangkahkan kakinya menuju ke taman di samping kantor. Taman tersebut dekat dengan area parkir.


Duduk dan bersandar ia di sebuah bangku panjang. Membuka Kotak bekalnya. Isinya hanya 2 potong roti sandwich. Jika dilihat, memang tidak akan membuat perutnya kenyang. Namun ia memang sedang tidak berselera untuk makan.


Tiba - tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang. Anita yang saat sedang menelan hasil kunyahannya, seketika menjadi tersedak.


"uhhuukk.. uhhuukk..."


Orang itu ternyata adalah Pak Yoga, si Manager tampan.


"Ehh.. Sorry.. sorry.. Nih, minum dulu.. ", Yoga memberikan botol air minum yang Anita letakkan di sampingnya.


Anita lalu meminumnya. Tanpa dipersilahkan, Yoga duduk di sampingnya.


"Gimana keadaan anak bapak?"


"Panasnya sudah turun tadi. Makanya saya bisa balik ke kantor." jawab Yoga.


10 menit mereka hanya terdiam.


"Oh iya.. Pak Yoga mau roti?!" tawar Anita sambil menyodorkan kotak makannya.


Dengan cepat Yoga mengambil roti yang tinggal sepotong itu.

__ADS_1


"Kebetulan, saya belum makan siang..", jawab Yoga.


Anita agak sedikit takjub melihat atasannya itu. Pasalnya, sikapnya tidak dingin seperti biasanya. Tanpa disadari ia cukup lama memperhatikan Yoga.


Yoga menyadari bahwa ia sedang diperhatikan Anita, tiba - tiba ia balas menatap Anita. Anita menjadi grogi dan seketika membuang mukanya menatap arah yang lain.


"Ada yang aneh di muka saya, ya..??" tanya Yoga.


"Ah, tidak Pak.." jawab Anita.


"Mana kacamata hitammu yang tadi? Kamu sengaja ya mau menularkan virus sakit matamu itu ke karyawan yang lain..??" celetuk Yoga..


"Ah iyaaa.. Ketinggalan di meja, Pak..", Anita pun baru menyadari jika sedari tadi ia tak memakai kacamata hitamnya.


Yoga kembali memperhatikan wajah Anita.


"Itu bukan sakit mata namanya.. Tapi kamu tuh pasti habis nangis semalaman, makanya kelopak mata kamu bengkak." Yoga sungguh ceplas - ceplos.


Anita membelalakkan matanya.


"Apaan nih boss, berisik amat", batin Anita.


"Tidak kog, Pak.. Saya tidak menangis. Ini lagi sensitif aja matanya." Elak Anita.


"Maaf, Pak.. Ini tidak enak loh dilihat karyawan lain. Nanti bisa menimbulkan fitnah jika melihat kita duduk bersama di sini." Sambung Anita.


"Saya mah peduli amat dengan omongan orang. Saya kan duda.. Saya bebas loh mau ngobrol sama siapa saja", jawab Yoga seenaknya.


"Iyaa... Situ emang duda.. Tapi, gue ada suaminya. Lagian mau sama-sama single juga bisa saja diomongin yang tidak-tidak sama orang...", gerutu Anita dalam hati.


Tiba - tiba ponsel Yoga berdering. Seseorang menelfon.


"Ya... Oke.. Saya segera ke ruangan..", jawab Yoga lalu mengakhiri panggilan telfonnya.


"Baiklah, saya duluan ya..", pamit Yoga seraya bangkit dari duduknya.


Anita pun mengiyakannya.


Sejenak Anita dapat melupakan masalah dan kesedihannya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2