
Yoga Pov
Satu bulan yang lalu.
"Yoga, sini sebentar. Ada yang ingin papa bicarakan!" perintah Pak Brata. Pak Brata adalah pemilik perusahaan tempat Anita bekerja. Dengan kata lain, Yoga adalah anaknya si pemilik perusahaan tersebut.
"Ada apa pa..?" jawab Yoga yang penasaran.
"Gini, papa mau kamu bergabung di perusahaan papa. Belajarlah, karena nantinya perusahaan itu akan menjadi milikmu." titah pak Brata.
"Tapi, Pa.. Papa kan tau Yoga mau berdiri di kaki Yoga sendiri. Yoga nggak mau hanya nebeng nama besar papa..", jawab Yoga.
"Kamu tuh jangan banyak gengsinya, Nak.. Tuh akibatnya karena sifat idealisme-mu itu, istri kamu ninggalin kamu demi lelaki yang lebih kaya...", sindir papanya.
"Udah deh Pa.. Jangan bahas itu - itu lagi. Nanti didengar Naufal". Naufal adalah anak Yoga dengan mantan istrinya.
__ADS_1
"Lagian kalau Mayang kayak gitu artinya dia nggak tulus cinta sama aku.. Dia nggak mau diajak hidup sederhana, Pa..", sambung Yoga.
"Ya iyalah.. Kamu yang realistis dong.. Mana ada wanita yang mau diajak hidup susah.. Almarhumah mama kamu juga gitu.. Walaupun mama nerimo aja, nggak pernah minta yang macam - macam, tapi papa berkewajiban mencukupi semua kebutuhan mama. Jadi, walau mamamu nggak bilang, papa harus peka apa yang seharusnya menjadi kebutuhan wanita." kata pak Brata. Memang ada sedikit aura kesombongan saat ia mengucap kalimat itu.
"Iya.. iya.. Terus, papa mau aku bagaimana..?" tanya Yoga.
"Papa mau kamu resign dari tempat kerja kamu dan kerja di perusahaan papa. Papa tahu, kamu pasti mampu." Bujuk Pak Brata kepada anak sulungnya. Yoga memiliki seorang adik laki-laki yang sekarang sedang kuliah di AS.
"Okey.. Aku mau.. Tapi ada syaratnya.."
"Syarat? Kamu ada - ada aja.. Tinggal datang.. Orang - orang bakal langsung tunduk kepadamu..", kata Pak Brata yang heran melihat tingkah anaknya.
"Bener - bener deh nih anak", Batin Pak Brata.
"Oke.. Kalau untuk menyembunyikan identitas diri kamu sebagai anak papa, papa setuju. Tapi kalau kamu mau jadi karyawan biasa saja, Papa nggak setuju. Minimal manager. Okey??!! Titik..!! Tidak ada protes lagi...!!" perintah sang ayah.
__ADS_1
Yoga membuang nafas panjang. Mau tidak mau ia akhirnya mengikuti perkataan ayahnya.
Yoga sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan sebagai karyawan biasa. Maka dari itu, papa-nya sedikit kesal. Yoga berbeda dengan sang adik. Jika sang adik berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan fasilitas - fasilitas mewah dari sang ayah, lain halnya dengan Yoga. Yoga lebih senang hidup sederhana. Karena hal itulah, istrinya pergi meninggalkannya demi seorang pria tua kaya. Sang mantan istri tak sanggup hidup sederhana bersamanya.
...----------------...
Dua minggu yang lalu.
Pertama kalinya Yoga menginjakkan kakinya di perusahaan orangtuanya.
Di tempat parkir ia melihat seorang wanita sedang memarkirkan motor maticnya.
"Apa dia karyawan di sini? Cantik...", puji Yoga dalam hati.
Setelah dipersilahkan reseptionist, Yoga melangkahkan kakinya menuju lantai 3 perusahaan itu. Saat berjalan menuju ruangan kerjanya, ia bertemu dengan wanita cantik di parkiran tadi. Merekapun bertegur sapa dengan saling melempar senyuman.
__ADS_1
"Oohh.. Ruangannya di depan ruanganku ternyata." gumamnya dalam hati.
...****************...