
Duka Kehilangan mama perlahan sembuh. Yang kami yakini adalah kini mama tak harus merasakan sakitnya lagi. Mama telah bahagia di sisi Allah. Kami yang ditinggalkan tentu harus tetap menjalani hidup.
Kini usia kehamilanku memasuki tujuh bulan. Yang aku bingungkan adalah Mas Angga belum pernah menyentuh atau mengusap perutku, seperti yang ku lihat di sinetron - sinetron televisi, dimana calon ayah sedang mengusap perut istrinya yang sedang hamil, mengajak bicara calon anak mereka. Mas Angga belum pernah melakukannya!!!
Aku seperti menjalani ini semua sendirian. Mas Angga hanya menemaniku saat check up bulanan saja. Akupun masih tetap beraktivitas seperti biasa. Kemarin - kemarin aku masih sering pergi ke lapangan. Masih beberapa kali ditugaskan untuk dinas ke luar kota.
"An.. Kamu tuh lagi hamil tapi kok lincah sih. Nggak takut bayi kamu kenapa - kenapa tuh?" Kata Selly membuyarkan lamunanku. Aku, Selly dan Anggi sedang makan siang di resto seberang kantor.
"Iya nih.. Kamu tuh lagi hamil emang nggak ngerasa mual - mual atau muntah gitu.. Aku lihat Mbak Tari di divisi keuangan kan lagi hamil juga tuh. Sering ketemu di toilet kantor, eh doi muntah - muntah gitu.. Pas aku tanya kenapa dia bilang bawaan baby..." Anggi ikut - ikutan kepo.
"Ya.. Aku juga nggak tau.. Tapi orang hamil itu beda - beda tau. Ada yang ngidam.. Ada yang enggak. Mungkin aku termasuk yang nggak manja gitu. Malahan aku bersyukur jadi nggak ngerepotin orang lain." Jawabku.
"Terus, Angga suami kamu gimana cara ngemanja'in kamu donk kalau begitu? Wong kamu segalanya bisa sendiri..", Tanya Anggi lalu diseruputnya orange juice pesanannya.
"Hhhmmm.... ", Aku bingung harus menjawab apa. Karena memang aku tak pernah manja dengan suamiku itu.
"Yaaa.. Aku nggak pernah manja sama dia.. Kalau lagi pengen makan sesuatu ya aku beli sendiri. Kalau lagi mual dan muntah ya aku lalui sendiri. Kalian kayak nggak kenal aku aja deh."
"Berarti enak donk ya punya istri kayak kamu An.. Nggak ngerepotin", celetuk Anggi sambil tertawa. Sedangkan Selly dari tadi asyik melahap bakso halilintar di hadapannya. Bakso halilintar itu maksudnya bakso super pedas. Selly memang pencinta makanan serba pedas.
"Eh ngomong - ngomong kalian kapan nikahnya? Masa' pada belum punya gebetan sih..?!!" Tanyaku. Selly langsung tersedak saat aku menanyakan itu. Segera aku menyodorkan air putih untuknya.
"Maaf ya kalau aku nggak pernah cerita. Sebenarnya sudah satu tahun belakangan aku tuh pacaran sama seorang polisi gaeeesss..", Kata Selly sambil tersenyum malu - malu.
__ADS_1
''Gila kamu tuh Sell.. Yang kayak gini kok nggak pernah cerita ke kita." protes Anggi.
"Ya gimana mau cerita. Tuh orangnya lagi dinas di Jakarta nih udah enam bulan. Tau sendiri kan kalau aparat negara itu sering pindah - pindah tugas gitu. Jadi kami LDR'an deh.. he.. he.. hee...", Kata Selly dengan wajah innoncent-nya.
"Terus... Kapan nikahnya...??" tanya Anggi lagi.
"Insya Allah kalau jodoh, tahun depan Sell...", jawab Selly.
"Kamu yakin mau nikah sama polisi? Ribet loh Sell nikah sama polisi...", goda Anggi.
"Anggi.. Kamu nggak boleh gitu donk.. Kamu tuh harusnya ngedukung sahabat kita ini mau nikah sama siapa aja kek yang penting mereka memang saling cinta..", sambungku pura - pura memarahi Anggi. Anggi pun tertawa.
"Tau kamu tuh Nggi...", timpal Selly sambil mencibirkan bibirnya. Kami pun tertawa bersama.
"Hhmmm.. Yaa, nanti aku kenalin ya.. Akhir tahun nanti." jawab Anggi.
"Kenapa mesti akhir tahun? Kenapa nggak sekarang aja atau besok atau lusa gitu..", kali ini Selly yang heran dengan jawaban Anggi.
"Yaaa... Karena Akhir tahun nanti kita mau nikah. Jadi kenalannya pas nikahan aja ya..", jawab Anggi. Kami melotot mendengarkan perkataan Anggi.
"Laaahh.. ini lebih gila lagi nih.. Kelewatan banget kamu tuh ya Nggi.. Akhir tahun mau nikah dan kami nggak tahu apa - apa..??!!" kali ini giliran Selly yang berakting marah.
Anggi hanya tersenyum sambil menggaruk - garukkan kepalanya.
__ADS_1
"Heeyy.. sudah.. sudaahh.. Apapun itu, aku doakan niat baik kalian berjalan lancar ya teman - temanku.. amiiinn..", doaku kepada kedua sahabatku itu.
"Amiiinn... ", balas mereka berdua bersamaan.
"O iya.. Sabtu besok mau nggak kalian nemenin aku hunting perlengkapan baby...??" bujukku kepada mereka.
Tentu saja mereka mau menemaniku. Mereka memang sahabat terbaik untukku. Mereka selalu membuatku senang disaat suamiku tidak pernah memerdulikanku dan bersikap acuh padaku.
...****************...
**Gimana...?? kalian bingung nggak sih sama perasaan Angga terhadap Anita...??
Apalagi Anita yang ngejalani ini semua.. ia punya suami tapi kayak ga punya suami gitu..
Segala sesuatu dikerjain sendiri.. Bayangin deh.. Itu apa sih manfaat menikah sama suaminya..???
Bo'ong banget deh kalau seorang istri ga pernah manja sama suaminya, semandiri apapun...
hehehehe....
Tungguin kelanjutan kisah mereka ya...
tbc
__ADS_1
😘😘😘**