Kesayangan Bang Kapten.

Kesayangan Bang Kapten.
39. Serba salah.


__ADS_3

Bang Arma menahan rasa kantuk setelah tugas patrolinya selesai. Rhena sudah tidur lebih dulu karena kelelahan usai pertempuran mereka.


Memang dasar perempuan, belaga menolak tapi setelah di beri senggolan cinta semuanya berubah drastis bahkan memasang raut wajah kesal ketika di sudahi. Mau tidak mau Bang Arma menguras tenaga double agar istrinya tidak ngambek lagi.


Sebenarnya Bang Arma tidak tega dengan keadaan Rhena yang selalu mual parah tapi pada kenyataannya sejak Rhena mual, jangankan untuk pergi. Tidak melihat tampangnya saja istrinya itu sudah lemas.


"Entah berkah atau musibah dek, tapi apapun itu tetap harus Abang syukuri.."


Bang Arma memercing kesakitan, tubuhnya kembali ngilu. Lelah dengan tugasnya malam ini juga sakit karena membutuhkan tambahan 'asupan'. Beberapa waktu ini dirinya sudah berusaha keras untuk lepas dari jerat benda terlarang itu namun memang karena dosis awal penggunaannya sangat besar karena saat itu dirinya sedang frustasi berat.


'Abang minta maaf, tidak bisa menjaga diri. Kelak jika terjadi sesuatu padaku.. sudah kupersiapkan segala sesuatunya untukmu dan anak kita. Berjanjilah untuk hidup bahagia tanpa diriku yang pendosa ini. Aku makhluk kotor dan hina, penghuni neraka tuhan.'


Kecupan hangat mendarat di bibir Rhena. "Sungguh Abang sangat mencintaimu."


***


Meskipun rasa hati Bang Musa tak karuan tapi ia tersenyum juga melihat Bang Arma kewalahan mencari ikan yang bisa bertarung permintaan dari Rhena.


"Di jaring saja..!!" Perintah Bang Arma yang ikut turun ke rawa-rawa demi mencari ikan permintaan sang istri tercinta.


Setelah ikan yang cukup besar itu terjaring, Bang Musa pun turut membantu Abangnya. "Sadis juga maunya bumil ya Bang." Kata Bang Musa.


"Daripada kabur melulu, yang minta pisah lah. Malah puyeng kepala Abang." Jawab Bang Arma.


"Alhamdulillah sekarang aman ya Bang. Si adek tau aja Papanya butuh bantuan."


Bang Arma dan Bang Musa tertawa terbahak. Perlahan Bang Musa belajar untuk bisa menerima kenyataan.


...


Bang Arma ragu melihat kecilnya bak yang di gunakan untuk menampung dua ekor ikan yang baru saja di tangkapnya.


"Rhena mau pegang..!!"


Bang Arma menarik tangan Rhena. "Ojo ngawur dek. Ini ikan galak. Jarimu bisa habis di kunyah."


"Tapi Rhena mau lihat ikannya tarung." Kata Rhena.


"Ikan ini nggak ada lawan. Mereka bakalan anteng saja kalau tau temannya sebanding."

__ADS_1


Rhena melipat kedua tangan di depan dada. Lirikannya teramat mematikan.


"Nanti Abang carikan lawan." Janji Bang Arma.


...


Rhena bertemu wajah dengan istri Kapten Rojaz untuk pertama kali. Bang Rojaz sempat deg-degan karena Rika menatap Rhena tanpa kata.


"Ini istri dari Kapten Armayudha?" Tanya Rika yang saat itu juga tengah berbadan dua.


"Iya.. apa ini istri Kapten Rojaz?" Rhena balik bertanya. Tatapannya pun tidak bisa di artikan.


"Iya."


Bang Rojaz ketar ketir sendiri dan akhirnya menghindar untuk menghubungi Bang Arma.


:


"Seharusnya kau mencegah agar Rhena tidak menemuimu..!!" Saking paniknya Bang Arma dan Bang Ojaz berlari dari ujung gerbang kompi hingga ke rumah Bang Ojaz.


"Mana aku tau kalau Rhena mau datang ke rumahku. Sekarang mereka berdua ada di rumahku..!!" Kata Bang Rojaz berjalan cepat mengikuti langkah Bang Arma.


"Kau ini sembrono sekali. Meskipun Rika sudah tau masa lalumu tapi hati wanita tidak bisa di tebak. Bagaimana kalau sekarang mereka sedang saling tampar atau jambak-jambakan. Dua-duanya sedang hamil Ojaaazz..!!!!!!"


"Cari ke rumahmu yuk..!!" Ide Bang Ojaz untuk mengajak Bang Arma.


Bang Arma mengangguk dan menyetujui ajakan Bang Ojaz.


~


Pyaaarrr..


"Aaaaaa.." terdengar suara Rika menjerit.


"Aduuuuuhh..!!" Rintih Rhena pun terdengar.


"Allahu Akbar, Lailaha Illallah.. ada apa Jaaazz?????"


Bang Arma dan Bang Ojaz berlari masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Astagfirullah hal adzim.. deeeekk..!!!!" Syok Bang Arma melihat keadaan Rhena juga Rika. Bang Ojaz pun tak kalah syoknya.


:


Tak tau saat ini Dokter Arbi harus tertawa atau sedih melihat kedua istri littingnya. Untung saja luka di tubuh kedua istri tidak parah dan kandungannya tidak terganggu. Tapi jelas Kapten Arma dan Kapten Ojaz sudah lemas melihat kedua istrinya.


"Sebenarnya apa motivasimu menggabungkan ikan toman dan ikan lele dalam satu akuarium????" Tegur Bang Arma, luar biasa kagetnya Bang Arma saat Rhena dan Rika terpental kemudian terpeleset karena aquariumnya pecah. Dengan pintarnya sang istri mempertemukan ikan toman dan ikan lele hingga kedua ikan berbeda jenis itu bertarung dan membuat aquariumnya pecah berhamburan. Sekarang Prada Erky dan dua orang anggota lagi sedang membersihkan rumah Danki.


"Ya mau lihat ikannya tarung." Jawab Rhena.


"Bagaimana hasilnya??" Tanya Bang Arma.


"Aquarium Abang pecah."


"Siapa yang bodoh??"


"Ikan Toman." Jawab Rhena lagi.


"Ikannyaaa?? Luar biasaaa.. benar-benar ikan Toman mati akal." Sungguh hati Bang Arma sudah tidak sabar lagi.


"Abang marah sama siapa???" Rhena mulai kesal dengan jawaban Bang Arma yang terkesan menyudutkannya.


Wajah cemberut Rhena membuat Bang Arma semakin lesu. Istrinya yang salah tapi kenapa dirinya yang harus menanggung rasa bersalah.


"Abang yang salah. Telat pulang, jadi nggak bisa jaga istri." Jawabnya daripada harus ribut dengan Rhena.


Rhena tetap saja kesal dan akhirnya berjalan ke arah kamar.


"Aaawwhh.." tak sengaja Rhena menginjak pecahan kaca.


"Naaahh khan, makanya jangan ngambekan." Ucap Bang Arma tanpa sadar dan langsung menghampiri Rhena.


"Iiiihh.. ini semua gara-gara Abang..!!"


"Abang pula yang salah????" Mata Bang Arma membulat besar karena sekali lagi dirinya tidak tau salahnya dimana.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2