Kesepakatan Yang Menghukum Sang Tiran

Kesepakatan Yang Menghukum Sang Tiran
23| Sumpah Rasila


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Mendiang ratu, Hesiar Ramone terkejut mengetahui bahwa suaminya menghamili seorang pelacur terkenal di Retkan, Anastasia Herl.


Sudah cukup lahir banyak pewaris dari rahim para selir di istana, Hesiar tidak ingin posisi anak-anaknya terancam dalam mendapatkan kursi takhta jadi secara diam-diam Hesiar membuat para selir yang hamil keguguran, menyisakan anak-anak yang sudah cukup belia saja karena sudah terlanjur lahir dan kemudian target terakhir Hesiar adalah anak dalam kandungan Anastasia. Raja memberi perlakuan berbeda pada pelacur itu sehingga ketakutan Hesiar akan posisinya sebagai istri kesayangan Raja tersingkir. Maka dari itu, berbekal kekuatan politiknya dan dukungan para bangsawan dan keluarga yang kuat, Hesiar mulai menggerakkan tangan untuk menghancurkan hidup Anastasia.


Menghasut raja membenci Anastasia hingga akhirnya pelacur itu diasingkan ke wilayah utara bersama bayi dalam kandungannya, membuat Hesiar lega. Namun, itu bukan akhir segalanya bagi Hesiar karena ternyata raja masih sering menemui Anastasia secara sembunyi-sembunyi dan itu membuktikan bahwa raja masih memiliki rasa cinta pada Anastasia. Maka dari itu, cara terakhir yang ia lakukan adalah mencari penyihir yang bisa menanamkan kutukan pada Anastasia dan bayi dalam kandungannya.


Pada masa itulah, Hesiar bertemu ibu Haetric, Diana, keturunan penyihir dari garis darah leluhur namun, Diana menolak tawarannya sehingga Hesiar murka dan memerintahkan prajurit untuk membakar hidup-hidup Diana dan kelompok yang terdiri dari anak-anak dan lansia di muka umum walau begitu Hesiar tidak berhenti jadi ia terus mencari penyihir sampai akhirnya bertemu dengan adik Diana yang terpisah sejak bertahun-tahun lamanya, Amorea.


Bukan lagi melakukan penawaran, Hesiar memaksa Amorea untuk melakukan pekerjaan kotor tersebut. Lalu, itulah pertemuan pertama antara Aina dan Amorea.


Rambut perak dan mata violet sayu, penampilan suram, bau dan kotor bahkan kedua tangan, kaki dan batang leher Amorea dijerat sebuah belenggu berantai dalam sel penjara bawah tanah istana.


Aina memberinya makan atas perintah ratu selama sebulan sebelum akhirnya Amorea mati karena banyaknya luka yang diterima dari cambuk ratu. Namun, ratu tidak sedikitpun sedih sebab Amorea telah melaksanakan perintahnya untuk menanamkan kutukan dan sihir hitam pada Anastasia dan itu akan mengancam nyawa bayi dalam kandungan juga.


Itu semua ulah Hesiar, namun kenyataan ditutupi dan para penyihir menjadi kambing hitam atas keinginan tamak Hesiar.


...***...


Air mata Rasila luruh bersama bibir yang terkatup rapat. Pertanyaan Gaia telah dijawab oleh Aina, mengenai fakta dibalik kutukan yang diderita Anastasia.


"Mulai saat ini ikutlah bersama saya ke kediaman Isra, Nyonya Aina."


"Maaf, tapi say—"


"Kita harus mengakhiri perseteruan ini. Saya membutuhkan banyak dukungan, saya mohon."


Gaia menangkup sepasang tangan Aina penuh harap namun, Aina tidak mau terlibat lebih dalam dengan permasalahan ini.


"Saya tahu bahwa anda hidup bersembunyi karena Duke Agneto pasti mengincar nyawa anda."

__ADS_1


Aina terbelalak. Itu benar, sudah beberapa bulan ia hidup berpindah-pindah karena orang suruhan Agneto selalu hampir menemukan pelariannya. Aina mengetahui kebenaran bahwasannya Duke Agneto lah yang membantu Hesiar menangkap Amorea bahkan menyulut kebengisan raja terhadap penyihir.


Aina hendak memberitahu, tapi sepertinya Gaia sudah tahu begitu banyak jadi tak ada pilihan baginya selain mengangguk dan membuat senyum menghias wajah Gaia.


"Kalau begitu, bukankah lebih bagus jika Nyonya Aina menemui Yang Mulia?" sahut Rasila.


Gaia geleng kepala setelah mengembuskan napas, mengingat bagaimana kepribadian Rahid.


"Bukankah sekarang dia mencurigaiku? Apa yang akan terjadi bila aku melakukan itu? Tentu saja dia akan berpikir aku benar-benar hendak berkhianat dengan membela penyihir, karena dia bukanlah orang yang percaya dengan sedikit bukti."


"Lalu ... Apa yang ingin kamu lakukan?"


"Menyingkap sedikit demi sedikit kebenaran yang duke agneto sembunyikan. Sebentar lagi acara berburu, kan? Aku akan memprovokasinya, maka dari itu, Rasila ... Bisakah kamu bersumpah padaku untuk merahasiakan semuanya pada Rahid?"


Rasila tercenung, tangannya berkeringat dan gelisah. Dia sudah melayani Rahid dalam waktu cukup lama, merahasiakan hal sebesar ini membuatnya amat terbebani.


"Aku hanya menduga saat ini, dan kurasa jika aku hanya diam dan membiarkan Rahid hanya memikirkan balas dendam tanpa mengetahui kebenaran di baliknya, bukan hanya dia yang akan terluka, kita semua akan binasa."


"Putri Viscount Viren, Haetric. Pria itu adalah penyihir dari garis keturunan leluhur dan sama seperti Rahid, ia memendam dendam lebih besar, tapi ... Apa yang akan kamu pikirkan jika aku berkata bahwa para bangsa penyihirlah yang sangat menderita dan mungkin balas dendam yang akan Haetric lancarkan sangat mengerikan?"


Gaia menunduk sedih dan khawatir. Haetric tidak membunuhnya setelah tahu kebenaran saja sudah beruntung, pria itu membiarkannya seolah tahu bahwa tidak lama lagi Retkan akan hancur oleh dendamnya jadi tidak perlu mengotori tangan. Namun, itu menjadi harapan bagi Gaia untuk menghentikan tindakan Haetric dan Rahid yang saling bersinggungan.


"Saya Rasila Salvia bersumpah setia untuk melindungi Lady Gaia Kahina Seil dengan raga dan jiwa saya."


Senyum Gaia terlukis sesaat Rasila berjongkok dengan satu lutut tertekuk sembari menyodorkan pedang dengan kedua tangan di hadapannya yang berdiri tegap.


"Aku menerima kesetiaanmu, Dame Rasila Salvia." Gaia meraih pedang setelah melepaskan itu dari sarungnya, meletakkannya pada pundak Rasila.


...***...


"Dia sudah mengumpulkan banyak benda yang kubuat susah payah. Jika begini, pasukan kita berkurang sangat banyak, kan, Duke?"

__ADS_1


Duke Agneto bergidik melihat raut wajah Haetric memburuk akhir-akhir ini. Katanya benda-benda yang ditanam sihir dan kutukan berkurang cepat karena Rahid telah melakukan pemeriksaan secara besar-besaran, bekerja sama dengan pendeta terkenal dari Sanctia.


"Tidak perlu khawatir, aku bisa kembali mendapatkan benda itu secara diam-diam. Semua benda rampasan itu sedang disucikan di Sanctia, mudah bagi kita untuk mencurinya."


Haetric menggeleng kuat lalu mengulum senyum penuh kengerian.


"Tidak perlu. Mulai sekarang mari bergerak lebih terbuka. Aku akan membuat para bangsawan itu mendatangi kita walau harus melawan kehendak si tiran"


"Bagaimana caranya?"


"Aku sudah memesan bahan utamanya, kamu cukup menebar itu di beberapa area di hutan kerajaan yang digunakan untuk acara berburu. Lalu ... Manfaatkan pula waktu itu untuk membunuh Gaia karena aku tidak bisa melakukannya."


Sementara itu, di tempat lain, Kuil Sanctia.


Sain dikejutkan oleh kedatangan Wysia, gadis menawan itu datang sambil menyamar dan tanpa pengawalan, menemuinya secara pribadi. Namun, bukan itu yang paling mengejutkan, melainkan sebuah berkat yang datang pada Wysia.


Sain bisa menyebut itu adalah sebuah berkah yang luar biasa, tapi kenapa Wysia mendapatkannya secara mendadak?


"Apa kakakku akan segera mati?"


"Pulanglah, Lady. Saya akan meminta kesatria suci mengantar anda kem—"


"Dewa memperlihatkanku! Kakakku mati dengan sekujur tubuh dipenuhi pembuluh darah yang menghitam! Katakan padaku! Bukankah kamu bisa berkomunikasi dengan dewa?!"


Mata Sain terbelalak. Bagaimana bisa Wysia tahu berkat yang ia sembunyikan. Lalu ... Gaia mati dengan cara seperti itu? Padahal seseorang dengan berkat suci seperti Gaia mati dalam kondisi bersih dan bercahaya.


"Jangan terkejut begitu. Dewalah yang memberitahuku untuk menemuimu agar aku bisa tahu banyak kebenaran."


Sain mengembuskan napas dan memberitahu semuanya dan berkata bahwa penglihatan yang ditunjukkan pada Wysia adalah akhir hidup Gaia yang sudah tidak mampu menampung kekuatan suci namun Wysia menepis itu dan berkata melihat sesuatu yang lain.


"Bukan hanya kematian yang kulihat, disana aku mendapati semua orang menggila ... muncul perang antara manusia dan seorang penyihir .... Sosok yang katanya dilindungi oleh Dewi Hecate."

__ADS_1


...BERSAMBUNG ......


__ADS_2