
Bismilahirohmanirohim.
Setelah Aira mencium tangan Ken kini giliran Ken mencium kening Aira dengan takzim. Ken membaca sebuah doa saat mencium kening Aira yang kini sudah sah menjadi istrinya.
Untuk pertama kalinya bagi Ken mencium wajah seorang wanita selain mama nya. "Alhamdulillah." Semua orang yang ada disana mengucap syukur. Sesaat setelah Ken melepaskan ciumannya pada kening Aira.
Setelah acara ijab selesai kini Ken dan Aira harus menyambut tamu yang datang, satu persatu tamu naik keatas pangung dimana Ken dan Aira berada.
"Selamat ya bro udah nikah aja, istrinya cantik lo, gue mau juga dong dijodohin."
Yakin seribu yakin ingin rasanya Ken menabok Luki saat ini juga yang tidak tahu tempat sama sekali.
"Ya tinggal ngomong sama mama apa susahnya." Sahut Ken cuek.
"Hmmm, tapi kayaknya gue harus pikir-pikir lagi deh."
"Iya, terus jangan sering-sering godain cewek, masa kemarin uminya istri gue aja lo mau embat." Aira tersenyum tipis saat mendengar Ken menyebut dirinya sebagi istri.
"Kalau itu juga gue pikir-pikir lagi deh."
"Udah sono liaht masih banyak yang antri." Usir Ken pada Luki.
"Iya! mbak Aira selamat ya baik-baik sama ipar mbak ini." Tunjuk Luki pada diri sendiri.
__ADS_1
Aira hanya mengangguk untuk merespon ucapan Luki, sementara itu Ken hanya bisa geleng kepala dengan tingkah Luki.
Setelah Luki turun kini giliran Afka dan Azzar yang menghampiri dimana kedua mempelai sedang duduk untuk menyambut orang-orang yang akan mengucapkan selamat pada keduanya.
"Selamat ya bang Ken, inget jaga baik-baik kembaran aku sekali aja kamu sakitin dia aku tidak akan tinggal diam, bagimanapun dia masih adikku." Tegas Afka pada Ken.
"Iya Af! aku akan selalu menjaga Aira sekarang dia istriku itu artinya dia tanggung Jawabku juga." Ken menjawab ucapan Afka dengan yakin.
"Aku percaya padamu bang Ken."
Keduanya berpelukan ala laki-laki. Setelah selesai dengan Ken kini Afka berpindah pada Aira kembaranya yang sering dia ajak ribut.
"Selamat menemup hidup baru ya Ai, inget harus berbakti sama suami, jangan ngebantah perintah suami kamu, kecuali kalau suami kamu menyuruh berbuta hal yang dilarang sama Allah, maka kamu wajib menolaknya dengan tegas." Nasihat Afka.
Afka merentangkan tangannya. Tanpa basa-basi Aira langsung masuk ke dalam pelukan Afka. "Makasih banyak Af kamu kembaran yang paling baik tapi menyebalkan."
Air mata Aira hampir ingin menetes tapi sebisa mungkin dia tahan. "Udah ya Ai pelukannya suami kamu matanya kayak Mau keluar tuh lihat kamu peluk cowok lain." goda Afka, sambil melepaskaan pelukannya pada Aira.
Aira yang mendengar ucapan Afka langsung menoleh begitu saja pada Ken, bola mata keduanya bertemu Ken tersenyum lembut pada Aira, membuat pipi Aira bersemu mereka.
Tapi hal itu tak berseling lama karena suara seseorang membuat semuanya buyar.
"Mas Afka gantian masih banyak orang yang anteri nih, kaki aku juga udah pegel tau." Intruksi Azzar yang ada di belakang Afka.
__ADS_1
"Maaf Zar."
Setelah Afka turun kini giliran Azzar yang mengucapkan selamat pada kedua mempelai. "Alhamdulillah nggak nyangka kalau bang Ken bakal jadi abang ipar Azzar, selamat ya bang."
"Terima kasih banyak Zarm" Ken tersenyum pada Azzar.
"Mbak Ai, selamat menemupuh hidup baru, perkatan mbak Ai bener jika dia memang jodoh mbak, dia tetap akan bersama mbak." Azzar langsung memeluk Aira dengan sayang.
"Hiks….hiks…" samar-samar Aira mendengar isak tangis dari Azzar yang masih berada di dalam pelukannya.
"Zar kok nangis?" tanya Aira dengan lembuat.
"Azzar udah nggak bisa bareng-bareng mbak Aira lagi nantim" Jelasnya.
"Kata siapa kamu masi bisa bareng sama mbak udah ya jangan nangis malu Zar udah gede masih nangis mana banyak yang liat lagi."
Mendengar perkatan mbaknya Azzar buru-buru menghapus air matanya. "Iss, mbak Aira siapa juga yang nangis." Protesnya.
Ken hanya bisa terkekeh geli melihat Azzar seperti itu, padahal Azzar sudah kuliah tapi masih saja bersikap manja, ingat manja Azzar hanya pada mbak nya Aira dan sang umi.
Azzar sudah selesai menyapa kedua mempelai kini giliran para tamu yang lainnya untuk mengucapkan selamat pada Ken dan Aira.
Sedangkan para orang tua dan nenek kakek sudah mengucapkan selamat sedari tadi, Aira juga sebelumnya sudah bertemu dengan kakek dan nenek nya yang dari Malang. Nenek dan kakek Aira yang dari Malang itu merupakan ibu dan ayah dari Aqila. Tak lupa disebelah kiri kanan Aira dan Ken kedua orang tua mereka duduk disana untuk ikut serta menyambut tamu yang datang.
__ADS_1