Ketika Kita Berjodoh

Ketika Kita Berjodoh
Wisuda


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat bagi Aira, hari ini dia akan menghadiri acara wisuda nya, yang sudah dinanti-nantikan selama 2 minggu.


"Mbak nanti nenek, kakek juga opa dan oma kesini nggak?" 


Aira yang masih fokus mencari sesuatu di ruang tamu menoleh pada Azzar yang sedang asik nonton televisi. "Insya Allah kesini Zar, tapi nggak tau kalau kakek soalnya sibuk ngurus pesantren."


Azzar mengangguk, lalu kembali fokus pada televisi.


"Ya ampun itu anak kagak ada niatan buat bantuin aku apa." Keluh Aira menatap Azzar tidak percaya.


Afka baru saja keluar dari kamarnya menghampir Azzar dan Aira. "Azzar kagak mau ikut acara wisuda Aira memang?"


"Ikut pastinya mas Afka." Jawabnya tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun dari televisi.


"Nonton apa sih Zar serius banget." Ucap Afka lagi, Azzar tak menjawab pertanyaan Afka saking fokusnya, sedangkan Aira masih mencari sesuatu yang tak kunjung dia temukan.


"Kamu cari apa Ai." Afka dapat melihat Aira yang sedang mencari sesuatu tapi tak kunjung dia temukan.


"Cari sepatu kemari aku lupa naroknya dimana." 


Tap


Tap


Tap


"Loh belum pada siapa? Aira juga keburu siang loh, ini acara wisuda kamu." Heran Aqila.


"Iya umi, tapi sepatu Aira nggak ada." Keluhnya karena tak kunjung menemukan sepatu yang sudah dia persiapkan kemarin.


Aqila menggeleng pelan. "Ada di depan udah umi beresin, kalau gitu kita makan dulu abis itu langsung berangkat." Ajak Aqila pada mereka semua.


Setelah sarapan mereka semua menuju kampus Aira. Sebentar lagi pengumuman wisuda akan dilakukan.


Setelah semuanya selesai kini waktunya rektor kampus Aira mengumumkan wisuda di tahun ini.

__ADS_1


"Assalamualaikum semua." Sapa rektor kampus Aira.


"Wa'alaikumsalam." Jawab semua orang dengan kompak.


Entah mengapa Aira merasa detak jantungnya tak karuan, dia tidak sabar menunggu hasil wisuda ini.


"Bismillah apapun hasilnya pasti memuaskan." Batin Aira meremas tanganya.


Aqila dapat melihat raut cemas dari Aira, dia mengelus tangan Aira dengan lembut. "Umi." Ucap Aira dengan keringat dingin.


"Sudah Ai, ini bukan sidang saat skripsi tapi sudah acara wisudanya." Hibur Aqila.


"Baiklah saya akan umumkan mahasiswa dan mahasiswi yang mendapatkan nilai terbaik di tahun ajaran ini." Suara rektor itu membuat mereka semua fokus.


"Selamat untuk Aira Nazwa Anggarania, telah menjadi mahasiswa dengan nilai tertinggi universitas ini." Riuh tepuk tangan mengiringi Aira menuju panggung.


"Bismillah." batin Aira dalam hati, karena dirinya disuruh berpidato sebentar.


"Assalamualaikum wr. wb." Ucap Aira dari mic.


"Wa'alaikumsalam wr. wb." Jawab semua orang yang mengikuti acara wisuda ini.


Setelah pemakaian toga kini acara wisuda dibuka untuk sesi foto dan yang lainnya.


"Assalamualaikum nak Ken." Sapa Arga.


"Wa'alaikumsalam bapak Arga, saya tak menyangka kita akan bertemu disini." Ujar Ken.


"Iya kebetulan saya sedang menghadiri acara wisuda anak saya, lalu nak Ken sendiri bagaimana bisa disini?" tanya Arga.


"Saya menghadiri acara wisuda Luki pak." Arga mengangguk. Luki saat ini wisuda untuk s2 nya.


"Mau ikut foto dengan keluarga saya Ken?" tawar Arga.


"Ti-"


"Suatu kehormatan bagi saya jika nak Ken mau ikut foto bersama dengan kami." Tambah Arga lagi sebelum Ken menjawab ucapanya. 

__ADS_1


"Sepertinya tidak terlalu buruk." Akhirnya Ken setuju. 


Arga menghampiri istri dan anak-anaknya. Disana juga sudah terlibat abi Misbah dan yang lainnya.


"Sayang, umi abi, mama papa kenalin ini Ken Ceo dari Qatar group, teman kerjasama Arga yang pernah Arga ceritakan pada kalian semua."


"Mereka bukankah orang dua minggu lalu aku lihat di pemakaman umum Bandung." batin Ken saat melihat Afka dan Aqila.


Ken sempat melirik Aira seklias tapi gadis itu terus menunduk, tak melirik ataupun melihat Ken sama sekali.


"Saya tidak tahu harus memanggil apa, tapi senang bisa bertemu dengan kalian semua." Sapa Ken canggung.


"Senang bisa berkenalan dengan anda tuan Ken." sapa Aqila kembali.


"Maaf tante bisakah tante memanggil saya Ken saja? rasanya seperti saya orang yang tidak santun jika tante memanggil saya dengan sebutan 'tuan' " entah mengapa Ken tidak enak dengan sebuat yang Aqila berikan untuk dirinya.


"Baiklah Ken."


 "Kalau begitu ayo kita foto bersama." Ajak Azzar yang sedari tadi sudah tidak sabar menunggu sesi foto.


Mereka semua foto bersama Aira yang memegang toga nya, disana terlihat Ken juga berada di dalam bagian keluarga Arga. Ken berdiri di sebelah Aira tanpa Aira sadari. Sedangkan para nenek dan kakek Aira sudah melakukan foto bersama dengan Aira sebelumnya jadi mereka memutuskan untuk istirahat. 


"Ya Allah kenapa Engkau selalu mempertemukan aku dengannya, setiap kali aku mencoba melupakan wanita cantik yang berdiri di sebelahku ini, semakin kuat pula aku mengingat tentang dirinya, Astagfirullah." Ken mengusap mukanya pelan, kali ini posisi foto mereka sudah berubah, Aira diapit oleh Azzar dan Afka sedangkan Ken berada di sebelah Arga.


Tak lama kemudian sesi foto telah berakhir.


"Terima kasih banyak Ken." Ucap Arga senang, sebenarnya tadi Afka dan Azzar sudah menyapa Ken. Hanya sekedar menyapa saja.


"Sama-sama pak, seharusnya saya yang berterima kasih, karena sudah diajak foto bersama dengan keluarga bapak Arga." 


"Bang Ken, nanti kalau Azzar magang di perusahaan abang boleh?" suara Azzar membuat mereka semua menggeleng. 


"Boleh saja, bahkan uinversitas ini juga bekerja sama dengan Qatar group, aku tunggu kamu disana." Ken menjawab dengan tersenyum. Azzar memang kuliah di kampus yang sama dengan Aira.


"Kemana Aira dan laki-laki yang ada sebelahnya tadi." Pikir Ken. 


"Terima kasih banyak bang Ken." Azzar merasa senang.

__ADS_1


"Sama-sama tak perlu berterima kasih."


__ADS_2