
Bismillahirohmanirohim.
Butik
Hari ini Aira ditemani Aqila dan Lina ke butik yang sudah dipesan oleh calon mertuanya, untuk mencoba baju pengantin yang sudah dipilih oleh calon mertuanya pula. Ada beberapa gaun yang harus Aira coba.
"Umi kenapa banyak sekali bajunya."
"Coba saja dulu Ai, siapa tahu ada yang langsung cocok sama kamu."
"Benar Ai, nanti oma sama umimu yang menilai." Timpal Lina.
Aira mengangguk sambil masuk ke ruang ganti untuk mencoba beberapa gaun pengantin.
Gaun pengantin pertama.
Aira keluar dari ruang ganti untuk meminta penilaian tentang gaun yang dia kenakan pada umi dan oma nya, seperti apa yang oma Aira katakan tadi.
"Oma, umi bagimana?" tanya Aira saat dia menampakkan dirinya sudah berbalut gaun pengantin.
"Masya Allah cantik sekali cucu oma." Puji Lina.
"Terima kasih oma." Aira mengembangkan senyumnya setelah mendapatkan pujian dari oma nya.
Lina merasa aura Aira berbeda dari sebelumnya, setelah dia mengenakan gaun pengantin. "Itu saja Ai, umi suka tidak mengetat di tubuh dan tidak terlalu mewah."
"Iya kan ma?" Aqila meminta persetujuan Lina.
"Iya oma juga setuju apa yang dikatakan oleh umi mu."
__ADS_1
Akhirnya hanya percobaan pertama Aqila dan Lina langsung setuju dengan gaun yang dikenakan Aira. "Huh, syukurlah tak perlu gonta-ganti baju berkali-kali." Batin Aira lega.
Sebelumnya Aira membahayakan jika nanti dirinya harus berganti gaun berkali-kali. Biasanya umi dan oma nya itu jika tidak serak dengan sesuatu langsung disuruh untuk mengganti, agar tidak sepet dilihat mata mereka.
"Ayo kita temui kasirnya." Ajak oma Lina.
Saat menuju kasir mereka bertemu dengan Ken yang sedang mencoba baju pengantin juga. "Assalamualaikum Ken kan?" sapa Aqila yang sepertinya tidak asing dengan wajah laki-laki yang ada di depan mereka.
"Wa'alaikumsalam bu Aqila, ibu Lina, mbak." Ucap Ken, dia tidak tahu harus menyapa Aira seperti apa maknanya menggunakan kata 'mbak' untuk menyapa Aira.
"Sedang mencoba baju pengantin juga Ken?" tanya Aqila basa-basi.
"Heheh, iya bu." Entah mengapa Ken merasa canggung saat ini.
"Baiklah semoga lancar sampai hari H ya Ken." Doa Aqila dan Lina.
"Kami duluan, Assalamualaikum." Ucap mereka lagi.
"Kenapa mereka ada di butik baju pengantin juga." Ken merasa penasaran.
"Lagi-lagi aku bertemu dengan gadis itu, yang setiap hari memenuhi isi kepalaku, padahal sebentar lagi aku akan menjadi suami orang, kenapa susah sekali membuang namanya dari pikiranku." Keluh Ken.
"Beberapa hari ini juga gue terus melihat nama gadis itu dimana-mana, apakah aku mengalami baader meinhof."
Setelah selesai Ken kembali mengganti bajunya.
"Sudah ken?" tanya Nina yang baru saja kembali dari toilet.
"Sudah ma, ayo kita pulang Ken sudah tidak betah disini."
__ADS_1
"Baiklah asalkan kamu sudah memilih bajunya."
Tanpa sepengetahuan Aira diam-diam di rumah abi Misbah dan umi Rika, mereka semua sedang menyiapkan rumah itu untuk acara pernikahan Aira dengan orang yang dijodohkan dengan dirinya.
Dari persetujuan pihak perempuan maupun pihak laki-laki, mereka semua setuju mengadakan acara pernikahan Aira di kediaman abi Misbah.
Hanya tinggal menghitung hari lagi Aira akan berganti status menjadi istri orang. Azzar dan Afka juga turut membantu untuk mempersiapkan acara pernikahan Aira.
Menikah itu bukan soal umur ataupun cinta, tapi menikah itu adalah kesiapan. Siap menderita, siap bahagia, siap terluka, siap menerima, siapa merana, siap berjuang, siap kecewa dan siap menerima kekurangan pasangan masing-masing.
Di dalam mobil Ken yang bersama mama nya. Memberanikan diri untuk bicara. "Ma kapan Ken bisa bertemu dengan calon istri Ken?"
"Nanti setelah ijab, kamu dan istri kamu akan dipertemukan."
"Padahal mereka sering bertemu." Batin Nina terkekeh geli. Dia tahu karena Deri yang mendapat cerita dari Arga.
Mendengar ucapan mama nya Ken hanya bisa mengangguk, sedangkan hatinya memberontak perkataan mama nya itu.
"Gila bahkan sudah mau ijab qabul saja aku belum dipertemukan dengan calon istriku." Ken tak habis pikir.
"Ma gimana nanti kalau Ken nggak bisa menerima istri Ken." Ucapnya ragu.
Nina mendelik tajam pada Ken. "Apa yang kamu katakan Ken!" bentak Nina.
"Mama pastikan kamu akan menyesal telah mengatakan hal ini pada mama Ken!"
Melihat mamanya marah Ken tidak berani membuka suara lagi, dia tak menyangka sang mama akan sangat marah atas pertanyaan yang terlontar dari mulutnya.
Menikah itu mudah namun untuk mempertahankannya itulah yang sulit, sebab ibadah yang terpanjang adalah menikah.
__ADS_1
Menikah adalah ibadah seumur hidup. Di Dalamnya ada lelah yang menjadi lillah. Duka yang disembunyikan di dalam tawa. Suka yang merangkul jiwa. Hanya orang-orang yang mempunyai komitmen yang kuat untuk menjaga yang mampu melaluinya hingga atma terpisah dari raga.