Ketika Kita Berjodoh

Ketika Kita Berjodoh
Ken membaik


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Seharian Aira disibukkan oleh kegiatan barunya menjadi ceo di Qatar group menggantikan sang suami untuk sementara. 


Sesibuk apapun Aira dia tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslimah. Ya, Aira selalu sholat tepat waktu bahkan Aira tetap menyempatkan membaca Al-quran walaupuan hanya satu lembar.


Raya yang memang jarang sekali sholat kini hatinya tersentuh saat melihat Aira, apalagi Aira mengajaknya sholat dengan cara yang santun, tentu saja Raya yang diajak sholat dengan cara baik, bukan malah dengan cara menghina dirinya. Raya dengan senang hati ikut sholat berjamaah bersama Aira.


Bukan hanya Raya bahkan beberapa karyawan lainnya juga ikut melaksanakan sholat jamaah dengan diimami salah satu karyawan laki-laki Qatar group yang fasih dan paham dalam bacaan Al-quran dan tata cara sholat yang benar, sepertinya adanya Aira di Qatar group walaupun cuman sehari sudah merubah para karyawan Qatar group tanpa Aira sadari. Yah, walaupun tidak semuanya.


Setelah selesai sholat ashar berjamaah di kantor Aira langsung menuju rumah sakit untuk mengecek keadaan suaminya.


"Ra ayo pulang sama aku aja." Ajak Aira yang melihat Raya berada di halte bus dekat perusahaan Qatar group. 


"Nggak usah Ai, lagipula kita nggak searah." Tolak Raya pelan. Dia bingung harus bagaimana. Untungnya bus yang Raya tunggu datang tepat waktu.


"Ai aku duluan ya busnya sudah datang, Assalamualaikum." Ucap Raya yang cepat pergi naik ke dalam bus.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Aira sambil memastikan jika Raya benar-benar sudah naik ke dalam bus.


Setelah bus yang membawa Raya pergi, Aira juga meninggalkan tempat tersebut untuk pergi ke rumah sakit melihat keadaan suaminya.


Sesampainya Aira di rumah sakit dia langsung menuju ruang rawat Ken. "Assalamualaikum." Aira berkata sambil membuka pelan knop pintu kamar rawat Ken.


"Tumben belum ada siapa-siapa." Aira mendekati suaminya yang masih belum juga membuka mata.


"Assalamualaikum suami Aira, mas Ken belum mau buka mata juga, tapi nggak papa Aira akan terus menunggu mas, sampai mas Ken sadar." Dia mencium punggung tangan suaminya dan juga kening Ken.


Aira letakan tangan Ken di pipinya disana seakan Aira merasakan kehangatan yang selalu Ken berikan pada dirinya saat menikah, tapi sudah satu minggu lebih ini Aira tidak mendapatkan perlakuan manis dan hangat dari suaminya, karena Ken yang masih belum membuka matanya.

__ADS_1


"Ai kangen mas, pengen peluk mas Ken." Ucapnya tanpa sadar.


"Ya Allah sampai lupa." buru-buru Aira membuka hp nya untuk mengabari Nina mama mertuanya.


Ternyata saat Aira membuka wanya dia sudah mendapatkan pesan dari Nina. 


'Ai maaf mama sama papa langsung pulang tadi habis sholat ashar jadi kamu nanti langsung ke rumah sakit ya Ai. Mama udah bawain baju kamu di meja sama ada makam juga buat kamu jangan lupa dimakan ya Ai." pesan Nina whatsappnya yang dia kirim pada Aira.


"Ternyata mama sudah kirim wa duluan, mana dibawain baju sama dibeliin makanan lagi, makasih banyak ma."


Aira langsung membalas pesan mertunya itu. 'Makasih banyak ma.' Tulis Aira dipesannya.


Aira kembali menatap sang suami, Ken memang diletakkan di ruang ViP agar Aira dan yang lainnya bisa leluasa jika mengunjungi Ken, atau mereka juga bisa menginap disana untuk menemain Ken. 


"Mas ternyata mas orang yang sangat sibuk ya, Aira saja baru sehari gantiin mas Ken udah kewalahan untung ada Raya yang bantuin Aira tadi." Adu Aira pada suaminya, tidak bukan apa-apa Aira hanya sedang berbagi cerita pada Ken.


"Mas, Aira tahu pasti jadi mas Ken berat apalagi harus mengurus perusahan sebesar qatar group belum lagi mengurus cabnag-cabangnya yang lain."  


Setelah itu Aira benar-benar membersihkan diri di kamar mandi yang tersedia di ruang rawat Ken, Aira sempat mengunci kamar rawat Ken terlebih dahulu takut jika ada orang yang tiba-tiba masuk sedangkan dia belum mengenakan kerudungnya.


Setelah beberapa menit Aira membersihkan diri dia kembali ke tempat duduk yang ada di sebelah suaminya sambil makan, makanan yang sudah dibelikan oleh Nina.


"Maafin Aira ya mas, mas Ken nggak makan tapi Aira makan, maaf nggak setia tapi mama udah beliin buat Aira sayang kalau dibuang." Ucapnya tak tega.


Setelah Aira selesai makan tiba-tiba seorang dokter dan suster masuk ke ruang rawat Ken yang sebelumnya sudah Aira buka kembali kuncinya.   


"Kami periksa dulu ya bu." Ucap suster itu sopan pada Aira. Aira memberikan ruang untuk dokter dan susternya agar bisa lebih leluasa memeriksa keadaan Ken.


Tanpa Aira sadari diam-diam dokter yang sedang memeriksa keadaan suaminya itu melirik Aira beberapa kali, tapi Aira benar-benar tidak menyadari hal itu.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan suami saya dok?" tanya Aira penasaran, Aira bertanya  dengan sopan, setelah melihat mereka sudah selesai memeriksa Ken Aira langsung bertanya.


"Keadaannya semakin membaik." Ucap dokter itu yang menatap Aira. Namun Aira yang mendengar kabar baik itu langsung menatap suaminya dengan haru.


"Alhamdulillah." Ucap Aira.


"Apakah kamu benar-benar tidak mengingatku Ai." Batin dokter tersebut. Sudah dua kali dia berkata seperti itu dalam hatinya saat bertemu dengan Aira, entah siapa sebenarnya dokter tersebut. 


"Kalau begitu kami permisi bu Aira." Ucap suster itu lagi.


"Iya sus, terima kasih banyak dokter dan suster." Ucap Aira tulus.


***


Luki sedang dalam perjalanan menuju kabupaten Bandung bersama Dito, tadi siang setelah rapat Luki memutuskan untuk langsung berangkat ke kabupaten Bandung, walaupun dia masih berat untuk membiarkan mbak iparnya Aira melakukan tugas di Qatar group sendiri.


Apalagi Aira termasuk orang baru yang terjun dalam dunia kerja, dan parahnya lagi Aira langsung menjadi ceonya. Alhamdulillahnya Aira dapat menghandle semuanya dengan baik.


"Dito aku mau kita segera membereskan pekerjaan kita di anak cabang, tuntaskan semua yang sudah berani berulah di anak cabang." Ucap Luki pada Dito yang sedang mengemudi mobil. Mereka berdua mengemudi secara bergantian.


"Akan diusahakan Luki." Sahut Dito yang masih tetap fokus mengemudi.


Dito adalah salah satu teman akrab Luki, jadi sudah biasa bagi keduanya untuk saling memanggil nama.


"Aku tidak mau setelah Ken sadar dan tahu bahwa aku tidak bisa mengurus qatar group dengan benar, malah menyerte mbak Aira masuk kedalamnya Ken jadi memotong gajiku, setelah itu akan dipindahkan ke anak cabang." Curhat Luki pada Dito.


"Kalau masalah itu sudah menjadi deritamu Luki." Sahut Dito enteng.


"Kalau benar aku dilempar oleh Ken ke anak cabang, inget ini baik-baik Dito aku akan menyeretmu juga." Ancam Luki.

__ADS_1


"Terserahhh."


Dua jam kemudian mereka akhirnya sampai di kantor cabang Qatar group yang ada di kabupaten Bandung. Untung mereka berdua sudah melakukan sholat ashar terlebih dahulu tadi di perjalanan..


__ADS_2