Ketika Kita Berjodoh

Ketika Kita Berjodoh
Ken siuman!


__ADS_3

Selama dua minggu ini Aira benar-benar perfesional dalam kerjanya menjadi Coe pengganti untuk suaminya Ken.


Seperti biasa Aira sepulang dari kantor selalu mampir ke rumah sakit terlebih dahulu, dua minggu ini pula keadaan Ken semakin membaik lebih baik dari sebelumnya.


Dokter bilang hanya tinggal menunggu Ken untuk siuman, tubuhnya juga sudah kembali normal, kemungkinan besar Ken masih bentah untuk menutup matanya, tapi Aira dan kedua orang tua Ken, begitu juga Luki dan keluarga dari Aira selalu mendoakan Ken untuk segera membuka matanya.


Luki dan Dito juga menyelesaikan masalah yang menimpa anak cabang di kabupaten Bandung dengan cepat, bahkan mereka sudah menuntas sampai akar-akarnya untuk hal yang sudah merugikan perusahaan cabang milik Ken yang terletak di kabupaten Bandung.


Raya juga selalu menemai Aira untuk mengurus semua yang Aira lakukan. Bahkan Luki saja semenjak pulang dari anak cabang kaget ketika saat ini Qatar group ada diposisi nomor 2 anatar perusahan lainnya.


Yang tadinya Qatar group berada diposisi kelima, sungguh skil yang Aira miliki tidak dapat diragukan lagi. Bahkan sekarang banyak investor yang menawarkan dana pada Qatar group. Terlebih lagi banyak perusahaan-perusahaan lain yang ingin menjalini kerjasama dengan Qatar group.


Karyawan Qatar group saja yang awalnya tidak yakin dengan Aira, yang sama sekali tidak memiliki pengalaman kerja. Sangat tidak percaya jika Aira bisa menempatkan posisi perusahaan suaminya di no 2, padahal Ken saja sangat susah untuk mengalahkan perusahaan lawan.


Di rumah keluarga Deri. Arga dan yang lainnya menginap disana, saat ini yang sedang menjaga Ken di rumah sakit Afka dan Azzar.


"Ma Aira mau ke rumah sakit dulu." Pamit Aira pada Nina, sedangkan Aqila uminya masih berada di dapur untuk membuat minum.


"Ai sini dulu papa sama mama mau ngomong, sekalian ajak umi sama abimu." Ucap Deri, yang berada disebelah Nina, sementara itu Nina belum menjawab ucapan Aira.


Aira mengangguk untuk merespon ucapan papa mertuanya, kebetulan sekali Arga dan Aqila ada dibelakang mereka, jadi Arga dan Aqila langsung bergabung di ruang keluarga, begitu juga dengan Aira. Dia berjalan dibelakang kedua orang tuanya.


"Ai papa mau ngucapin terima kasih, berkat kerja keras kamu perusahaan Ken suamimu jadi menepati posisi nomor 2 perusahaan ternama di kota ini." Ucap Deri saat mereka semua sudah duduk masing-masing.


"Semua sudah diataur oleh Allah pa, rezeki yang kita dapat dari perusahan mas Ken juga sudah Allah atur. Jadi papa tidak perlu berteima kasih pada Aira. Aira juga seneng pa bisa membantu mas Ken." Aira tersenyum pada mereka semua.


Selama Ken keritis tidak pernah Nina maupun yang lainnya melihat wajah murung Aira. Aira dapat menutupi semua kesedihanya dari banyak orang. Yang Aira lakukan saat Ken sedang keritis buka larut dalam kesedihan tapi dia selalu berdoa untuk kesembuhan Ken .


"Andai kamu masih disini Arka, pasti kamu bangga punya putri seperti Aira." Batin Arga yang menatap Aira dengan bangga.

__ADS_1


Begitu juga dengan Aqila. "Kamu sangat beruntung Nadira punya putri secantik dan sepintar Aira. Bahkan dia tidak hanya sekedar cantik dan pintar saja. Dia wanita solihah yang berhati lembut." Aqila ikut membatin dalam hatinya yang duduk disebelah suaminya Arga.


"Terima kasih banyak Ai, sudah mau menjadi bagian dari keluarga kami." Ucap Nina penuh haru saat mendengar ucapan Aira.


"Takdir Aira disini ma, sejauh apa pun Aira pergi jika takdir Aira disini pasti Aira tetap akan kembali. Aira yang seharunya berterima kasih pada mama dan papa sudah memperlakukan Aira seperti anak kalian sendiri."


"Kamu memang anak mama Ai, bahkan sudah lebih dari mantu." Jawab Nina.


Aqila dan Arga sangat bersyukur Aira mendpatkan perlakuan sanagt baik dari keluarga Deri. Mungkin ini yang membuat Nadira dan Arka menyetuji perjodohan putri mereka dengan putra keluarga Deri yang memang merupakan orang baik.


"Iya, hampir lupa Aira mau ke rumah sakit dulu gantiin Afka sama Azzar. Aira pamit ya semuanya. Assalamulaikum." Aira mencium punggung tangan keempat orang tuanya.


"Tidak mau abi antar Ai?" tawar Arga saat Aira mencium punggung tangannya.


"Tidak usah bi biar Aira nyetir mobil sendiri, Aira janji nggak akan ngebut kok." Sahutnya.


"Ya sudah kalau begitu hati-hati dijalan Ai, Wa'alaikumsalam." Jawab mereka semua.


"Assalamuaaikum." Ucap Aira saat sudah membuka knpo pintu kamar rawat Ken.


"Wa'alaikumsalam." Jawab mereka semua yang ada disana.


Aira kaget melihat suaminya yang sudah siuman Ken tersenyum pada Aira yang masih tidak percaya jika suaminya sudah siuman. Begitu juga Afka dan Azzar melihat Aira terseyum saat Aira melangkah perlahan mendekat ke arah brangkar yang Ken tempati.


"Mas Ken." Ucapnya kaku. Sungguh Aira masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


"Alhamdulillah." Ucap Aira lirih.


Ken langsung menarik Aira istrinya ke dalam pelukannya, hampir satu bulan lebih Ken tidak melihat istrinya padahal Aira selalu ada disampaing Ken selama ini.

__ADS_1


"Mas kangen Ai." Bisik Ken pada Aira.


"Mas Ken jahat kenapa nggak langsung kabarin Aira." Keselnya.


"Afka sama Azzar juga nggak langsung bilang." Ucap Aira lagi sambil menatap ketiga laki-laki itu dengan wajah kesalnya.


"Mbak, Azzar nggak ikut-ikutan ya tadi Azzar mau kasih tau mbak tapi dilarang sama abang Ken sama mas Afka juga." Bela Azzar, dia tidak mau dirinya salah.


"Lah kok mas juga kena, kan mas nggak bilang apa-apa." Protes Ken pula. "Lagian tadi kan yang nyuruh bang Ken." Terang Afka.


Kini Aira menatap suaminya dengan cemberut. "Biar jadi kejutan sayang." Ucap Ken tampa malu.


Blus....


Muka Aira langsung memerah saat Ken memanggilnya dengan sebutan sayang. Malu Aira semakin bertambah kala menyadari jika Afka dan Azzar masih disana.


"Kamu aja bisa kasih mas kejutan masa mas nggak sih?" ucap Ken lagi.


"Kejutan apa?" tanya Aira dengan bingung.


"Ah iya, Azzar harus kasih tau orang rumah dulu kalau mas Ken udah siuman." Ucap Azzar saat Ken belum menjawab pertanyaan Aira.


"Sekalian kita pulang aja dulu Zar." Ajak Afka yang mendapat persetujuan dari Azzar.


"Pulang dulu ya mbak mas baik-baik disini."


"Assalamualaikum." Pamit keduanya.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Ken dan Aira.

__ADS_1


Setelah kepergian Azzar dan Afka. Ken langsung menarik Aira kedalam pelukannya kembali, sedari tadi Ken ingin menciumi seluruh wajah istrinya tapi dia urungkan, karena Ken tau pasti jika dia melakukan hal itu pada Aira. Aira akan malu dengan Afka dan Azzar.


Ditambah lagi Ken tidak mau mengumbar kemesraan yang terlalu di depan orang yang masih jombol.


__ADS_2