Ketika Kita Berjodoh

Ketika Kita Berjodoh
Qatar group


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


"Abi dan semua, aku akan mengajak Aira ke perusahaan." Ucap Ken setelah menyudahi acara makan.


"Kenapa harus berpamitan Ken, sekarang Aira istri kamu." Jawab Argan.


Sontak jawaban Arga membuat Ken mengaruk kupingnya yang tidak gatal. Sedangkan Aira jadi malu sendiri.


"Tidak apa bi siapa tahu nanti orang rumah nyari Aira." Sahutnya lagi.


Semua orang yang ada di meja makan menggulung senyum mendengar perkataan Ken. Satu persatu semua orang segera meninggalkan meja makan untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing.


"Baik-baik sama suami Ai. Kakakmu ini pergi dulu, Assalamualaikum." Salam Afka sambil menjahili kembarannya.


"Wa'alaikumsalam." Jawab mereka yang masih berada di ruang makan.


Setelah selesai sarapan Ken dan Aira juga segera berpamitan pada Aqila dan Arga. Karena hanya tinggal kedua orang itu saja yang berada di ruang makan sisanya sudah pergi.


"Umi, Abi. Ken sama Aira pergi dulu. Assalamualaikum." Ucap salam keduanya secara kompak.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Arga dan Aqila bersama.


Untungnya mobil Ken memang ada di rumah mertuanya, kemarin dia sempat menyuruh Luki untuk mengantarkan mobil.


"Kamu nggak papakan Ai, aku bawa ke kantor?" tanya Ken memastikan saat keduanya berjalan menuju mobil.


"Iya nggak papa lah mas. Apa yang salah."


Jawaban Aira membuat Ken tersenyum senang. Dia masih tak percaya jika Aira menjadi jodohnya. Gadis pertama yang bisa membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Bukan karena takut, tapi karena rasa debaran yang tak bisa dijelaskan.

__ADS_1


"Bismillah." Ucap Ken dan Aira di dalam hatinya secara bersama.


Ken segera melajukan mobilnya membelah jalan raya kota Bandung. Tak menyangka dia jika akan berada satu mobil dengan Aira.


"Ai kamu ingat nggak pertama kali kita bertemu?" tanya Ken pada istrinya, disaat sela-sela dia mengemudi.


"Acara wisuda aku kan mas." Jawabnya membuat Ken menggeleng pelan.


"Di restoran xxx beberapa minggu lalu, saat kamu memolong anak kecil. Waktu itu kamu sama sekali tidak melirik mas." Jawab Ken.


Sontak jawaban yang Ken berikan membuat sang istri jadi menatap dirinya. "Ohh, yang abi bilang Ken itu ya."


"Nah bener." Jawab Ken.


Keduanya asyik mengobrol sampai tak terasa mobil Ken sudah berada diarea perusahaan Qatar grop.


"Masya Allah besar sekali perusahaannya mas." Ucap Aira takjub.


"Ayo turun Ai." Ajak Ken.


"Tapi mas." Sahut Aira ragu, dia yakin di dalam perusahaan itu banyak sekali orang dan Aira belum mengenal orang-orang itu.


"Sudah tak apa, ada mas ini kok. Sekarang kamu istri dari pemilik Qatar group ingat itu Ai!" tegas Ken.


Ken segera keluar dari mobil lebih dulu, saat Aira juga akan ikut menyusul suaminya. Ternyata pintu di sebelahnya sudah dibuka oleh Ken.


"Ayo turun." Ajak Ken sambil menyodorkan tangannya.


Melihat perlakuan manis sang suami membuat Aira menggulung senyum senang. Tak menyangka orang yang dijodohkan dengan dirinya begitu lembut.

__ADS_1


Ken segera menggandeng tangan istrinya lembut. Saat akan masuk ke dalam perusahaan kedua orang itu menjadi pusta perhatian. Tapi cepat semua karyawan Qatar grup menuduk hormat pada atasan mereka itu.


"Mas, Aira malu." Ucapnya pelan.


"Tak apa Ai, jangan menuduk kamu istri aku." Ujar Ken.


Berbagai tatapan diberikan oleh para karyawan Qatar group mereka penasaran siapa perempuan yang bersama bos mereka itu. Pasalnya selama ini Ken terkenal dengan seorang laki-laki yang tak sedikitpun tersentuh oleh yang namanya perempuan.


"Tapi kenapa mereka pada lihatin Ai kayak gitu mas, Ai kan malu." Ucap Aira lagi berbisik di sebelah Ken.


Ken yang gemas akan tingkah istrinya langsung menarik Aira masuk ke dalam lift saat mereka sudah berada di lift khusu Ceo.


"Jangan hiraukan mereka sayang." Ucap Ken yang membuat Aira tersipu malu.


"Mas akan mengumumkan kalau kamu ini istri mas. Satu-satunya perempuan yang bisa meluluhkan hati mas."


"Apa sih mas, Mas tahu tidak."


"Tidak!" jawab Ken cepat.


"Tadiknya Aira kira mas Ken akan acuh pada Aira saat kita sudah menikah. Karena kita dijodohkan."


"Mana mungkin aku bisa acuh padamu Ai. Justru doaku selama ini ingin berjodoh dengamu. Mas saja tak menyangka Allah benar-benar mengabulkan doa mas dengan cara tak terduga." Batin Ken menatap lekat sang istri.


"Mas tidak akan berbuat seperti itu." Ucap Ken sungguh-sungguh.


Lalu dia segera menarik tangan istrinya karena lift sudah terbuka. Saat mereka keluar bersama dengan Luki yang akan masuk ke dalam lift.


"Eh ada kakak ipar." Goda Luki, dia ingi membuat Ken marah.

__ADS_1


"Apa! Sana pergi jangan ganggu istri saya!"


"Biasa aja pak." Luki terkekeh geli melihat tingkah Ken.


__ADS_2