
Bismillahirohmanirohim.
Aira benar-benar menepati janjinya pada sang mertua jika dia akan menggantikan Ken untuk sementara di Qatar group.
"Raya tolong adakan rapat dadakan untuk seluruh manajer dari divisi mana pun, ada sesuatu yang harus saya sampaikan pada kalian semua hari ini juga." Suruh Luki pada Raya yang merupakan sekretaris Luki sekaligus manajer keuangan di Qatar group.
"Baik pak." Ujar Raya sambil langsung melakukan tugas yang Luki suruh.
Setelah kepergian Raya dari ruangannya Luki menelpon mamanya untuk menanyakan apakah Aira sudah menuju kantor atau masih di rumah.
"Assalamualaikum, Ma."
"Wa'alaikumsalam ada apa, Luki?" tanya Nina dari seberang telepon.
"Luki cuman mau tanya ma mbak Aira sudah berangkat menuju perusahaan belum ya?"
"Loh Aira belum sampai Luki?"
"Belum ma." Ujar Luki saat Luki ingin kembali bicara ternyata Aira sudah ada di hadapannya bersama Raya.
"Ma ini mbak Airnya sudah sampai kalau begitu Luki tutup dulu teleponnya dulu ya, Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam." Jawab Nina dari seberang telepon.
"Kenapa kamu sudah kembali? apakah yang saya suruh sudah dikerjakan Raya?"
"Mbak Aira." Sapa Luki setelahnya pada Aira.
"Sudah pa, setengah jam lagi rapat akan dimulai." Raya menatap kesal pada Luki
"Dan satu lagi pak Luki, saya kesini diajak sama ibu Aira untuk menemui anda." Tambah Raya yang semakin menatap Luki dengan muka kesal nya.
"Maaf Raya kalau ulah saya kamu jadi kena marah Luki." Cicit Aira tidak enak hati.
__ADS_1
"Tidak papa bu, saya malah senang bisa nemenin ibu Aira disini."
Aira menghela nafas pelan. "Raya sudah saya bilang panggil saja Aira! A I R A"
"Heh, belum terbiasa." Raya berkat sambil menatap Aira malu.
"Nggak papa Ra ntar juga terbiasa kok."
"Mbak ayo kita ke ruang rapat sekarang." Ajak Luki pada Aira.
Aira mengangguk. "Luki boleh saya menunjuk Raya sebagai sekretaris saya?" tanya Aira sebelum mereka pergi ke ruang rapat.
Di perusahaan qatar group ini Aira hanya mengenal Raya. Karena Aira baru satu kali pergi ke Qatar group. Aira sudah siap menerima konsekuensinya nanti jika dia yang akan menggantikan suaminya untuk sementara di qatar group. Aira tahu semua ini tidak muda.
Tapi Aira selalu menanamkan dalam hatinya untuk selalu berprasangka baik terhadap Allah maupun sesama manusia.
"Untuk hal itu terserah mbak Aira saja mau menunjuk siapa yang jadi sekertasris mbak."
"Baik terima kasih."
"Kamu yakin pilih aku sebagai sekretaris kamu?" mendengar pertanyaan yang terlontar dari Raya. Aira mengangguk yakin.
Aira tahu sebenarnya Raya itu orang baik, hanya saja jarang ada yang dekat dengan Raya, jika Aira yang memperhatikan Raya saat ada di qatar group.
Aira melihat Raya seperti seseorang yang tidak memiliki teman. Raya seperti seorang gadis yang dijauhi oleh para teman kerjanya. Aira juga tidak tahu kenapa hal seperti itu terjadi pada Raya.
"Yakinlah Ra, jadi mau atau nggak?"
"Maum" Jawab Raya spontan.
"Ayo ke ruang rapat sebentar lagi rapatnya akan dimulai." Ajak Luki akhirnya. Raya dan Aira pun tersadar jika mereka harus ke ruang rapat.
Sampai di ruang rapat Luki langsung membuka rapatnya. "Selamat siang semua terima kasih untuk kalian yang sudah hadir di rapat ini. sebelumnya saya minta maaf jika mengadakan rapat secara mendadak. Karena ada hal penting yang harus saya bahas disini." Ucap Luki dengan lantang.
__ADS_1
Luki tahu pasti mereka penasaran kenapa ada orang asing masuk ke dalam rapat ini. Hanya beberapa orang perusahaan yang tahu jika Aira adalah istri dari Ken.
"Saya sengaja mengumpulkan kalian semua disini untuk memperkenalkan Ceo sementara Qatar group. Ibu Aira dia adalah istri dari pak Ken Ceo kita. Dan ibu Aira ini juga yang akan menggantikan posisi pak Ken untuk sementara." Ucap Luki lagi. Mulai ada bisik-bisik di ruang rapat itu.
"Hmmm. Mohon perhatiannya sebentar ibu Aira akan menyampaikan beberapa hal." Ujar Luki dengan tegas.
"Silahkan bu." Luki mempersilahkan Aira untuk berbicara di ruang rapat ini. Setelah keadaan ruang rapat itu sedikit lebih tenang dari sebelumnya.
"Selamat siang semuanya. Saya mengucapkan banyak terima kasih pada kalian yang sudah berkenan hadir di rapat ini. Saya tahu pasti kalian berpikir ini terlalu mendadak. Saya juga sama seperti kalian merasa ini terlalu mendadak. Tapi ini adalah amanah yang harus saya jalankan."
"Jadi saya mohon kerjasamanya untuk kedepan. Saya tidak akan lama disini hanya sampai suami sama kembali sembuh. Saya mohon doa dari kalian untuk kesembuhan suami saya."
"Baiklah mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan saat ini sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak." Aira mengakhiri perkataan dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Aira tahu dia harus profesional saat ini.
"Baiklah saya akan menunjuk Raya sebagai sekretaris semenatar ibu Aira. Dan saya juga akan menunjuk manajer Dito untuk menemain saya mengurus akan cabang di kabupaten Bandung."
"Mungkin sampai disini saja rapat kita hari ini saya akhirnya. Terima kasih untuk semua yang sudah hadir."
Luki memberikan Aira meninggalkan ruang rapat terlebih dahulu yang diikuti oleh Raya disampingnya. Setelah itu baru Luki dan para manajer yang lain ikut keluar dari ruang rapat.
Tidak ada satupun yang berani membantah keputusan Luki walaupun mereka tahu jika Aira adalah orang baru. Tapi status Aira berhak untuk menggantikan posisi Ken sementara ini sebagai coe pengganti sementara di Qatar group.
***
Di rumah sakit Nina setia menemani Ken, Nina selalu berhapa agara putrnya cepat siuman.
"Ken kapan kamu bangung nak." Ucap Nina yang sudah mulai leleh melihat Ken selalu menutup matanya.
Tadi pagi sebelum Aira berangkat ke perusahaan qatar group Aira mampir di rumah sakit terlebih dahulu untuk melihat keadaan suaminya dan meminta ridho suaminya, walaupun Aira tahu suaminya tidak bisa apa-apa untuk saat ini.
Sebelum Aira memutuskan untuk menyetujui permintaan mama dan papa mertuanya untuk menggantikan posisi Ken sementara di qatar group. Aira sudah meminta pendapat dari Abi dan juga kakeknya untuk hal ini. Aira tidak dapat memutuskan sendiri, apalagi suaminya masih sakit.
Nina masih setia menatap wajah putranya itu. "Mama heran Ken sama istri kamu hatinya terbuat dari apa sih. Dia sabar banget menerima cobaan yang menimpa dirinya. Dan rumah tangga kalian." Curhat Nina pada Ken.
__ADS_1
"Bahkan Aira tidak pernah menegluh melihat kamu berada di atas brangkar rumah sakit. Yang Aira laukaun selalu berdoa untuk kamu juga dia tetap merawat dirimu walaupun kamu tidak membuka mata." Ucap Nina.
Nian selalu memperhatikan apa yang dilakukan menantunya itu tapi tak pernah sekalipun Nina mendegar Aira mengeluh atas apa yang menimpanya.