Ketika Kita Berjodoh

Ketika Kita Berjodoh
Permintaan Nina


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Sesampainya Luki dan Deri di rumah sakit keduanya langsung menuju kamar rawat Ken.


"Assalamualaikum." Deri mengucap salam sambil membuka pintu kamar rawat Ken. Diikuti Luki juga yang mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam." Aira yang sedang duduk di kursi dekat brankar Ken segera bangung untuk memberi salam pada papa mertuanya dan menyapa Luki.


"Ai sekarang biar papa sama Luki yang jagain Ken, Kamu pulang dulu gih, ditungguin mama." suruh Deri pada Aira.


"Tidak papa pa?"


Aira masih berat untuk meninggalkan suaminya, ingin rasanya Aira malam ini menginap di rumah sakit untuk menemani suaminya, tapi Aira yakin pasti mama mertua nya tidak mengizinkan, karena Aira juga harus istirahat dengan baik.


"Tidak papa Ai, pulang lah sebelum maghrib tiba." Ujar Deri lagi.


"Iya mbak Aira, biar Luki yang jagain Ken." Sambung Luki yang mulai greget karena Aira tak kunjung ingin keluar dari kamar rawat Ken.


Luki tahu pasti Aira ingin terus di samping Ken, sampai Ken siuman nanti, tapi kedua orang tua Ken tidak akan membiarkan menantu mereka kelelahan.


"Aira titip mas Ken pa, Luki maaf merepotkan kalian." Ucap Aira yang tidak enak hati pada papa mertuanya itu.


"Sudah Ai papa juga berhak menjaga Ken, dia anak papa." Ujar Deri tersenyum pada Aira.

__ADS_1


"Aira pamit pa Assalamualaikum." Pamit Aira sambil mencium punggung tangan suaminya dan juga papa mertuanya.


Sekitar dua menit Aira tidak melepas tangan suaminya, sampai Aira teringat dia harus segera tiba di rumah sebelum masuk waktunya sholat magrib tiba.


"Mbak Aira mau Luki antar?" tawar Luki sebelum Aira pergi dari ruang rawat Ken.


"Tidak usah Luki, saya membawa kendaraan sendiri." Tolak Aira dengan halus.


Aira selalu menjaga dirinya dari yang bukan mahramnya, Aira tahu kalau Luki bukan saudara kandung Ken, atau anak dari Nina dan Deri. Yang membuat Aira salut pada keluarga suaminya adalah cara didik Nina dan Deri yang tidak pernah membedakan Ken dan Luki sedikitpun. Sehingga saat keduanya sudah besar dan dewasa tidak ada rasa iri di antara mereka berdua.


"Baiklah mbak Aira hati-hati di jalan." Ujar Luki, dia juga sebenarnya hanya basa-basi saja menawarkan Aira. 


Aira mengendarai mobil dari rumah sakit menuju rumah mertuanya sekitar 25 menit, akhirnya dia sampai dengan selamat di rumah mertuanya.


 "Assalamualaikum." Ucap Aira saat berada didepan pintu rumah mertuanya.


"Nggak papa ma, mama sendiri dari mana?"


Nina menenteng makanan ikannya. "Ini Ai abis ngasih makan ikan sambil nungguin kamu pulang dari rumah sakit Ai." Jawab Nina sambil memperlihatkan sisa makanan ikan yang dia bawa.


"Udah ayo masuk kamu bersih-bersih dulu abis itu kita sholat magrib jamaah, ada yang mau mama omongin sama kamu Ai."


"Iya ma, Aira ke kamar dulu ya." Aira dan Nina mengobrol sambil masuk ke dalam rumah secara bersama.

__ADS_1


Sampai di dalam kamar Ken yang kini sudah menjadi kamar Aira pula. Aira teringat akan suaminya itu, bahkan Aira masih bisa mencium aroma parfum khas suaminya di dalam kamar mereka.


"Ya Allah semoga mas Ken cepat siuman Aira kangen suaranya." Ucap Aira lirih dia selalu tegar atas semua ujian yang menimpa pada dirinya.


Aira tak pernah berprasangka buruk pada sang Pencipta, dia selalu berhusnudzon atas semua ujian yang Allah berikan pada dirinya. Karena Aira tahu tidak mungkin seorang hamba akan merasakan manisnya iman jika cobaan tidak datang padanya dari segala penjuru.


Selesai sholat magrib Aira menyempatkan diri untuk membaca kitab suci Al-quran dan berzikir kepada Allah, tak lupa pula Aira mendoakan kesembuhan untuk suaminya.


Nina juga yang belum terbiasa membaca Al-quran setelah sholat wajib kini menyempatkan diri untuk membaca Al-quran walaupun hanya satu, dua, tiga ayat saja.


"Ai ke ruang tengah ya ada yang mau mama bicarakan." Ucap Nina yang melihat Aira sudah mulai membereskan alat sholatnya. Sebelum magrib Aira dan Nina sudah sempat makan jadi mereka tidak akan makan lagi setelah ini.


Aira menoleh pada Nina. "Iya ma, Aira nyusul sebentar ya." Sahut Aira sambil cepat menggemaskan alat sholatnya.


Di ruang keluarga Aira duduk disamping Nina. "Ai mama mau minta maaf dulu sebelumnya. Mama mau minta tolong sama Aira buat gantin Ken sementara di Qatar group. Karena Luki akan mengurus anak cabang di kabupaten Bandung."


"Jadi kantor pusat harus ada yang menggantikan posisi Ken terlebih dahulu saat ini. Mama dan papa juga Luki sudah membicarakan masalah ini sebelumnya. Aira mau menjadi pengganti Ken untuk sementara?" Nina langsung to the point tanpa basa-basi. Nina bicara dengan penuh harapan.


Aira bingung harus menjawab apa disisi lain dia belum pernah berpengalaman, di sisi yang lain juga Aira tidak tega mendengar cerita mamanya. "Tapi Aira belum ada pengalaman ma, bagaimana?"


"Tidak papa Ai, nanti papa yang akan mengajari kamu."


"Insya Allah ma doakan Aira bisa menggantikan mas Ken untuk sementara." Akhirnya Aira menyetujui permintaan mama mertuanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Amin Ai, terima kasih banyak."


"Sama-sama ma, Aira akan berusaha dengan keras." Ucapnya memberikan keyakinan pada Nina. Di Sisi lain Aira juga tetap membutuhkan support dari orang-orang rumah.


__ADS_2