
Bismillahirohmanirohim.
Masih di tempat yang sama di dalam kamar Aira, Aira masih setia memijat pangkal leher Ken suaminya.
"Gimana mas sudah mendingan?"
Tanya Aira saat melihat Ken sudah lebih baik dari sebelumnya. "Alhamdulillah Ai, makasih banyak." Aira mengangguk, bukankah sudah menjadi tugasnya sebagai seorang istri untuk mengurus suaminya.
"Makan dulu mas."
Ken yang memang merasa lapar tidak menolak permintaan Aira istrinya. "Mas Aira tinggal dulu mau ke kamar mandi."
Aira merasa jika softex nya sudah penuh padahal dia belum lama menggunakan softex baru dan sekarang harus ganti yang baru lagi, sebenarnya jika datang bulan Aira merasa lelah karena harus bolak-balik kamar mandi saat datang bulan.
"Iya Ai."
Ken menjawab ucapan Aira setelah nasi yang sedang dia kunyah sudah tertelan.
"Kenapa canggung banget sih rasanya, ayo lah Ken cari topik untuk mengajak Aira ngobrol bersama jangan malah canggung gini." ucap Ken pada diri sendiri sedangkan Aira sudah masuk kamar mandi sambil membawa softex. Ken memang sedari tadi masih merasa kaku pada Aira begitu juga sebaliknya.
Ken merasa sedikit beruntung karena di dalam kamar Aira ada kamar mandi tersendiri. Aira sedari tadi tak melepas hijabnya, setelah selesai membersihkan diri, jujur Aira masih malu pada Ken, walaupun sebelumnya Ken sudah melihatnya hanya dengan balutan handuk saja, itu juga tidak disengaja.
"Kenapa dia lama sekali di dalam kamar mandi."
Klek
__ADS_1
Bertepatan saat Ken tengah protes karena Aira sedikit lama di kamar mandi pintu kamar mandi pun terbuka, menampakan Aira yang sudah lebih segar dari sebelumnya.
"Sudah selesai makannya mas?"
"Udah Ai, terus ini apa?" Ken mengangkat satu gelas teh madu yang Aira buat untuk dirinya. Aira berjalan mendekat pada Ken yang masih duduk di kasur mereka.
"Diminum mas itu teh madu yang Aira buat untuk mas, kata umi harus kasih suaminya minum yang manis-manis, tapi nggak boleh terlalu banyak juga. Umi sering buatin abi teh madu juga."
Melihat Ken yang akan segera meminum teh madu yang Aira buat buru-buru Aira menuang air putih ke dalam gelas bekas Ken tadi.
"Untuk siapa lagi Ai?"
"Buat Aira mas." Aira meminum air putih dari gelas yang sudah diisi kembali.
Setelah Aira mengucap Bismillah, Aira meminum tiga teguk air putih yang ada di dalam gelas itu lalu berucap. "Alhamdulillah." hal ini Aira ulang-ulang tiga kali, setiap dia meminum airnya Aira akan mengucapkan bismillah dan setelah selesai meminum airnya Aira akan selalu mengucap hamdallah, segala puji bagi Allah sang maha suci.
Ken hanya mengerut bingung kenapa Aira melakukan hal demikian, tapi saat kemudi Ken lebih tertarik kala melihat Aira tidak jijik menggunakan gelas bekasnya. "Ai itu gelas bekas mas kamu nggak jijik?" tanya Ken pada Aira, tapi senyum di bibirnya mengembang dengan sempurna, seolah sedang mendapatkan kebahagian yang sangat mendalam.
Aira yang mendengar ucapan Ken kupingnya sedikit memerah karena malu, jujur Aira tidak ada niatan apa-apa, dia hanya ingin memberitahu suaminya cara minum yang Rasulullah praktekan, Aira tahu tidak baik menegur suami sendiri secara langsung, jadilah dia berinisiatif untuk memancing suaminya, akhirnya Aira minum menggunakan gelas yang ada di depannya.
Jika boleh jujur Aira meminum air di dalam gelas itu di tempat Ken menempelkan bibirnya di gelas yang sudah Ken gunakan sebelumnya, Aira bisa merasakan jika pinggir gelas itu sedikit basah.
"Heheh, Aira nggak jijik mas, tapi Aira baru sadar kalau ini gelas bekas mas Ken maaf." Ucapnya tertunduk tapi juga dia sambil nyengir.
"Nggak papa lewat gelas dulu ya Ai, nanti langsung dari sumbernya." Goda Ken.
__ADS_1
"Apa mas?" tanya Aira karena tak maksud dengan ucapan Ken, Aira masih menunggu sang suami untuk bertanya kenapa dia minum dengan cara seperti tadi, tapi Ken tak kunjung bertanya, sudah lah Aira akan memberitahu Ken lain kali.
"Nggak Ai, mas cuman mau tanya kok kamu minum dengan cara kayak tadi, pake bismillah segala tiga kali, abis itu baca hamdalah juga tiga kali." Ken juga sebenarnya penasaran.
"Alhamdulillahm" ucap Aira senang akhirnya yang dia tunggu ditanyakan juga oleh Ken.
"Kenapa Ai?"
"Nggak mas Aira senang aja mas mau tanya tentang cara Aira minum tadi."
Senyum di wajah Aira mengembang yang membuat Ken semakin jatuh cinta pada istrinya. "Jadi Rasulullah mencontohkan cara minum seperti yang Aira lakukan tadi mas."
"Apa ada manfaatnya Ai?"
"Alhamdulillah ada mas, barang siapa meminum dengan cara yang Rasulullah ajarkan, air itu akan berkah selama masih ada di dalam perut orang yang meminum air itu dengan cara yang dipraktekan oleh Rasulullah." Terang Aira.
Ken tersenyum. "Makasih Ai, mas tahu kamu sebenarnya ingin memberitahu mas secara tidak langsung, kenapa tidak kamu katakan saja sedari tadi Ai?" Ken tersenyum membuat Aira memberanikan diri untuk bicara perihal ini.
"Aira nggak mau mas, kalau banyak cara untuk membuat orang lain tidak sakit hati dengan penyampaian kita. Tidak semua orang menganggap cara kita hanya untuk menasehati, tapi ada sebagian orang menganggap jika dia sedang digurui."
"Dan untuk masalah yang barusan, Aira tidak bisa menegur suami Aira secara langsung karena itu tidak dianjurkan."
Ken tersenyum dia tidak menyangka ternyata istrinya bisa menjaga perasaan orang lain, dia bisa memberi tahu orang lain tanpa orang itu merasa tersinggung dengan ucapan Aira.
"Masya Allah mas harus banyak bersyukur karena dikaruniai jodoh seperti kamu Ai."
__ADS_1