
Reyhan mengetuk pintu kamar adiknya namun belum juga terbuka. Reyhan lalu masuk kekamar adiknya itu. Dan ternyata sang empunya kamar masih tertidur pulas.
"OY ADEK YANG CANTIKNYA SEANTERO PENJURU DUNIA AYO BANGUN ADEKK!!" Teriak Rey disamping Nay.
"Allah.. Abangg jangan teriak teriak Nay ngga tuli!!" Ucap Nay memegangi telinganya.
"Lagian kamu kalau disuruh bangun mana bisa kalau ngga gitu!" Ucap Rey dengan wajah tanpa dosanya.
"Iya tapi lama lama ni rumah digusur sama pak RT tau nggak!" Ucap Nay kesal lalu pergi kekamar mandi sedangkan Rey terkekeh melihat kekesalan adiknya.
Nayara hanya membutuhkan waktu singkat untuk mandi dan berganti pakaian lalu ia turun sudah lengkap dengan antribut pakaiannya.
"Bang adek berangkat sendiri ya?" Tanya Nay diangguki oleh Rey.
Nayara memilih mobil yang ia suka lalu melakukannya menuju sekolahnya namun ia telat 1 menit dan dihadang si ketos.
"BUKAIN OY!!" Teriak Nay dari luar.
"Ngga mau lo udah telat nyolot lagi!" Balas Rangga.
Amel tersenyum miring ia memundurkan mobilnya lalu menginjak gas dengan cepat. Sontak hal itu membuat Rangga menjauh dari gerbang.
Brakk.
"Mangkanya kalau jaga itu pilih lawan!" Balas Nayara lalu pergi.
Rangga sempat berdiri mematung sejenak, lalu ia sadar dari lamunanya dan berlari mengejar Nayara menarik tangannya lembut.
__ADS_1
"Tunggu lo sekarang ikut gue ke BK." Ucap Rangga menarik tangan Nay.
"Apaan sih lepasin tangan gue!" Ucap Nay memberontak namun malah di pererat genggamannya.
"Ngga sekarang lo ikut gue titik." Ucap Rangga kekeh.
Nay terus memberontak dan ia sempat mendapat ide cemerlang untuk kabur, ya kali Nayara anak baru udah kena BK aja kalau ngga ini udah ke 5 kalinya.
"Ahh.. Aduhh.. tanganku sakit!" Rintih Nay pura pura, idenya manjur juga Rangga sontak menengok ke belakang lalu melepas tangannya.
"Ehh maaf maaf lo ngga apa apa kan?" Ucap Rangga panik.
"Sakit tau, pokoknya lo harus cariin gue obat merah!" Ucap Nay masih memegang tangannya.
"Oke oke gue cariin sekarang!" Ucap Rangga lalu berjalan didepan tanpa melihat Nay.
Nayara berjalan mengendap endap menjauh dari Rangga, setelah jauh ia berlari ke rooftop.
"Hufft capek juga huh! Enak juga ngerjain ketos wkwkwk. " Ucap Nayara tertawa.
"Hahaha tak semudah itu Ferguso." Ucap seseorang membuat Nayara berbalik menatapnya.
Rangga menaikan sebelah alisnya sambil tersenyum miring menatap Nayara yang kebingungan mencari ide lagi untuk kabur.
"Eh ada kak Rangga ngapain kak disini? Mau bolos ya?" Ucap Nayara ngeles.
"Lo kira gue ketos bodoh apa bisa lo kerjain kek gitu?" Ucap Rangga tersenyum kemenangan.
__ADS_1
"Siapa juga yang bilang kak Rangga bodoh kan lo sendiri!" Ucap Nay santai lalu berjalan mendekati Rangga.
Rangga langsung menarik tangan Nayara namun saat akan turun dari Rooftop ponsel Nayara berbunyi.
Drrrttt... drttt..
"Zeyna?" Nay mengerutkan Dahinya.
"Iya hallo ada apa Zey?" Ucap Nay santai.
"..."
"Aella yaudah iya gue sekarang kesana!" Jawab Nay Malas.
tut.
"Lepasin tangan gue!" Ucap Nay datar.
"Nggak nanti lo kabur lagi!" Ucap Rangga.
"Lepasin kalau ngga mau yaudah ntar lo yang kena omel bu Sri mau?" Ancam Nay, sedangkan Rangga mengerutkan dahinya.
"Maksudnya?" Tanya Rangga.
"Cih kepo banget sih, gue dapet tugas dari bu Sri. Sekarang!" Ucap Nay kesal.
"Yaudah lain kali lo ngga bisa lolos!" Ucap Rangga lalu pergi.
__ADS_1
Wkwkwkw aman dari BK lagi hahaha.