
"Kak, gue.. gue.. gak bisa nafas di.. disini pengap!" Ucap Nay terbata sambil duduk bersandar.
"NAY!!" Teriak Rangga kalang kabut.
"Kak, gu.. gue..
" Ssstt.. jangan bicara!" Ucap Rangga cepat lalu melepas jaket Nay agar tidak terlalu pengap.
Rangga juga melepas jaketnya untuk dijadikan kipas untuk Nay, setidaknya masih ada banyak udara sebelum Lift nya terbuka. Dia sesekali mengelap keringat dingin yang kekuar dari kening Nay. Wajah pucatnya membuat Rangga khawatir sekaligus sedih, tanpa sadar dia meneteskan air mata.
"Nay ku mohon jangan membuatku khawatir!" Lirih Rangga sedangkan Nay dia masih sempat menampakan Fake Smile nya.
"Jangan, jangan senyum itu lagi!!" Lirih Rangga memeluk tubuh Nay.
ting..
Tiba tiba lift terbuka menampakan oara orang tua dan pegawai hotel yang sedang khawatir. Wajah Rangga dengan deraian air mata sangat berbinar, dia langsung menggendong Nay kekuar dari Lift. Menyenderkannya ditembok lalu berjalan kearah pegawai hotel.
Bug!!
"Kenapa kalian sampai lalai dalam bekerja!!" Umpat Rangga membogem pegawai nya.
"I'am sorry...
"Diam!! Kembali ke kerjaan mu, saya tidak mau kejadian ini terulang lagi dihotel saya!" Titah Rangga tak terbantahkan, pegawai tersebut hanya menunduk lalu kembali.
"Kak.." Lirih Nay menghentikan emosi Rangga.
__ADS_1
"Lo nggak apa apa kan sekarang?" Tanya Rangga cemas.
"No, i'm fine!" Ucap Nay lemas sambil menampilkan senyum termanis nya.
"Gue khawatir sama lo!" Ucap Rangga memeluk tubuh Nay.
"EKHMMM!!" Deheman para orang tua membuat Rangga tersadar.
"Hehehehe maaf saya khilap!" Ucap Rangga cengengsan.
"Khilaf sih Khilaf tapi jangan didepan kita juga lah!" Cibir Gilang membuat Rangga menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"Udahlah Ayah, kayak gak pernah muda aja!" Ucap Arin tersenyum.
"Yaudah deh, para orang tua mumpung disini, sekalian honeymoon lagi hahaha!!" Goda Daniel sambil tertawa menggelegar.
"Heh, ada anak anak!" Ucap Gisya pelan sambil mencubit perut Daniel.
Keesokan harinya, pada saat siang hari dinegara F. Sepasang pengantin cantik dan ganteng itu sudah duduk ditempat dilaksanakannya pernikahan. Yah pernikahan mereka sederhana, hanya ada kolega kolega antara bisnis para orang tua saja. Hari ini Nay nampak cantik anggun menggunakan gaun putih salju dengan mahkota yang digunakannya. Sedangkan Rangga nampak gagah menggunakan setelan jas berwarna hitam.
Setelah serangkaian acara dilaksanakan, mereka sydah syah menjadi suami istri.
"Astaga.. rasanya tulangku sudah mencar dimana mana." Keluh Nay duduk dipinggiran Ranjang.
"Mandi dulu habis itu baru tidur!" Titah Rangga lembut.
"Iya, emm... Kak boleh minta tolong nggak?" Tanya Nay menundukan wajahnya.
__ADS_1
"Boleh, minta tolong apaan? Minta tolong dimandiin?" Goda Rangga membuat Nay melotot.
"Turunin resleting gue!" Ucap Nay berbalik badan membuat Rangga menelan air liur susah payah.
Ck, nih anak niatnya nggoda gue atau gimana sih. Gimana pun juga gue laki beneran!
Dengan susah payah Rangga menurun kan Resleting gaun tanpa melihat tubuh Nay. Setelah selesai Nay berjalan menuju kamar mandi setelah berterima kasih.
"Astaga.. kalau gini terus, gue gak yakin bisa jaga diri!" Ucap Rangga lalu mandi di kamar mandi satunya.
*
Nay keluar kamar mandi duluan, dia langsung merebahkan tubuhnya diranjang lalu memejamkan mata. Tiba tiba ada sesuatu melingkar diperutnya membuat Nay kaget lalu mendorong tubuh seseorang yang memeluknya.
Bruaakkk.
"Aduh Nay, lo kasar banget sama suami sendiri!" Gerutu Rangga memegangi pantatnya yang sakit karrna terjatuh dari ranjang.
"Astaga maaf maaf, lagian datang gak bilang bilang. Kan gue kira om om mesum!" Ucap Nay kesal lalu menolong Rangga berdiri.
"Maaf ya!" Ucap Nay lagi.
"Iya nggak apa apa!" Jawab Rangga.
"Kak!" Panggil Nay lirih.
"Apaan?" Ucap Rangga menengok kearah Nay.
__ADS_1
"Gue belum siap!" Ucap Nay menundukan kepala.
"Tenang aja, gue nggak bakal minta sekarang, tapi lo juga jangan ngegoda gue!" Ancam Rangga diangguki cepat oleh Nay.