
Sesekali Nayara mengerjapkan mata indahnya saat sinar matahari membuat mata indahnya buram.
"Plis jangan sekarang okeh jangan!" Gumam Nayara memegangi kepala nya.
Tiba tiba makin lama makin tak bisa dihindari, mata Nayara memburam lalu tak bisa melihat apa apa. Nayara Pingsan dan ambruk kebelakang. Tapi sebelum tubuhnya menyentuh paving lapangan, sudah lebih cepat Rangga menompang tubuh Nayara.
"Heii heii bangun, Nay bangun kok pingsan sih!" Ucap Rangga khawatir sambil menompang tubuh Naya.
Tanpa banyak omong lagi Rangga menggendong tubuh Nay menuju UKS, Rangga sedikit berlari menuju UKS. Membaringkan tubuh Nay keranjang UKS berlahan.
"Hey bangun!!" Ucap Rangga menempelkan minuman dingin ke pipi Nay.
"Loh Rangga? Kamu ngapain disini?" Ucap Bu Siska tiba tiba masuk.
"Eh Bu Siska, ini ada siswi yang pingsan bu!!" Ucap Rangga cemas.
"Yaudah sini aku periksa dulu!" Ucap Bu Siska mengeluarkan stetoskop nya.
Rangga hanya mengangguk, ia lalu keluar membiarkan Bu Siska memeriksa keadaan Nay. Rangga pergi membeli teh hangat sejenak membawanya ke UKS. Saat masuk UKS ternyata Nayara sudah sadar dari pingsannya dan Bu Siska yang sudah kembali ke ruangan nya.
__ADS_1
"Loh udah sadar?" Ucap Rangga terkejut.
"Iyalah udah, gue kenapa emang?" Ucap Nayara linglung.
"Dasar!! Tadi lo pingsan. Nih minum dulu, lain kali kalau udah nggak kuat jangan dipaksain!" Ucap Rangga kesal sambil menyodorkan gelas berisi teh hangat.
"Muehehehe makasih Pak Ketos yang baek hati." Ucap Nay menerima teh nya lalu meneguknya perlahan.
"Yaudah lo disini aja ntar kalau udah enakan baru balik!" Ucap Rangga lalu duduk.
"Hmm makasih, lagi pula ya tadi itu bukan karena gue nggak kuat, tapi kambuh aja." Ucap Nay bersender di ranjang.
"Ck, dasar kepo. Gue Anemia aja kok nggak parah!" Ucap Nay lalu beranjak pergi.
"Woy mau kemana?" Teriak Rangga.
"Kelas Kak!!" Balas Nay teriak.
"Ck, dasar bandel!" Ucap Rangga berdecak.
__ADS_1
Rangga sedikit berlari mengejar Nayara yang masih sedikit sempoyongan saat berjalan, disebelah taman Nayara berhenti sejenak lalu duduk berjongkok entah ingin apa, setelah didekati oleh Rangga betapa terkejut nya dia saat Nayara menangkap ular hijau yang ada di taman tanpa ada halauan dan rasa takut.
"Heh Nay, itu ada bisa nya!" Ucap Rangga panik namun hanya dilirik oleh Nay.
"Ck, gini doang. Punya gue dirumah lebih besar!" Ucap Nay sambil menggendong ular hijau yang baru ditangkapnya.
Rangga tercengo saat Nay menggendong ular hijau yang jelas jelas memiliki bisa yang mematikan, namun ada yang aneh, ular yang dipegang Nay tak berkutik sama sekali ia nampak tenang saat Nay mengelus pelan kepalanya dari belakang.
"Kenapa liat nya gitu banget?" Ucap Nay mengangkat sebelah alis.
"Dia nggak nggigit?" Ucap Rangga bingung.
"Hahaha nggak kok, lagi pula dia kalau gigit gak sakit. Tapi ya gitu.." Ucap Nay menggantung kalimatnya.
"Tapi ya gitu gimana??" Ucap Rangga kepo.
"Sekali gigit minimal rumah sakit maksimal kuburan sebelah!" Ucap Nay enteng membuat Rangga tercengo.
"Wkwkwk sans aja ntar ini gue lepasin lagi kok, tapi nggak disini. Bahaya!" Ucap Nay lalu beranjak ke kelas.
__ADS_1
Rangga mengangguk lalu berjalan disamping Nay, berjaga jaga kalau Nay pingsan kembali. Sesekali Rangga mencuri pandang Nay, gadis yang cantik tanpa Make up juga pemberani dan tidak manja.