Ketua Osis Vs Ketua Kelas

Ketua Osis Vs Ketua Kelas
KEKESALAN NAY


__ADS_3

Disekolah, Nay mendengus kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya di lantai atas saat melihat Rangga suaminya dikerubungi fans fans adik kelas Rangga. Zeyna yang melihat wajah kesal Nay pun mengerutkan dahinya bingung, dia mengikuti arah pandang Nay yang mengarah ke Kak Rangga, setelah itu Zeyna tersenyum setan kearah Nay.


"Kata nya gak suka, tapi kok kesel." Goda Zeyna yang belum tau kalau Rangga adalah Suami Nay.


"Gimana gak kesel, punya suami ganteng tuh harus dijaga. Dan sebagai istri yang baik harus menghempas jin bernama pelakor dari rumah tangga!" Kesal Nay tanpa sadar membocorkan ucapannya.


"Aehh.. gue keceplosan. Semoga aja Zeyna gak berfikir macam macam!!" Batin Nay gugup sambil menggigit bibir bagian bawahnya.


Wajah Zeyna semacam mengintimidasi Nay, membuat Nay gugup dan salah tingkah. Nay makin gugup saat Zeyna membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu yang bisa membuat heboh satu sekolah.


"Lo..." Zeyna menggantungkan kalimatnya dan mendekatkan mukanya ke Muka Nay.


"....."


"Lo suka ya sama kak Rangga??" Ucap heboh Zeyna membuat Nay menghela nafas lega.


"Gak, gue cuma menganggumi doang!" Kesal Nay membuang muka.


"Beneran? kok manggilnya Suami suami sih?" Goda Zeyna mencolek dagu Nay.

__ADS_1


"Apaan sih." Kesal Nay menghentakkan kakinya kemudian masuk ke kelasnya meninggalkan Zeyna yang sedang tertawa puas.


Sedangkan di lapangan, tanpa Nay sadari. Rangga sedari tadi tersenyum melihat tingkah Nay yang kesal saat melihat banyak fans yang mengerubunginya demi minta foto saat basket. Sandra mendekati Rangga kemudian menepuk bahunya pelan.


"Bini lo ngambek, percaya sama gue wkwkwk." Kekeh Sandra membuat Rangga tersenyum.


"Kyaaaa... Kak Rangga manisnya!!"


"Oppa!!"


"Oma gak mau?"


Rangga yang sadar perbuatannya membuat jantung para ciwi ciwi cabe tak sehat. Dia langsung mengubah sikapnya menjadi datar tanpa senyuman. Dia melempar bolanya ke Derril kemudian pergi ke lantai atas bersama Sandra, Devan dan Aldi.


Aldi dengan muka kusutnya berjalan ke kelas gadis yang ia sukai beberapa minggu ini. Rangga, Sandra dan Devan yang tau kalau Aldi sudah ditolak Zeyna pun terkekeh.


"Perjuangin dedek dong bang," Goda Devan mendapat tabokan dari Aldi.


"Lo ditolak Ayara mampu's!" Ketus Aldi membuat Devan mengerucutkan bibir dan Sandra yang tertawa ngakak.

__ADS_1


"Aira gue tikung halal kagak Al?" Tanya Devan ke Aldi membuat Sandra melotot.


"Lo nikung gue, gue kepret lu sampe rumah." Sinisnya membuat Rangga tertawa.


"Gue Nay aja dah." Goda Aldi yang langsung mendapat tatapan maut Rangga.


"Gue gak butuh pembinor!" Dingin Rangga membuat Aldi ingin tertawa.


"Katanya dulu gak tertarik sama Nay yang lempengnya masyaalah." Ucap Aldi ngakak.


"Beda, walaupun dia rese sih." Ucap Rangga tersenyum mengingat Nay yang lucu baginya.


Rangga dkk sampai dikelas Nay. Semua siswa siswi saat ini free class karena semua gurunya mengikuti pembinaan selama satu hari. Rangga mendekati Nay yang sedang duduk membaca novel. Nay pun tak menyadari kalau Rangga datang karena keasyikan membaca novelnya.


"Ck, ngeselin banget sih. Kenapa harus ada pelakornya si Zeyn." Kesal Nay tanpa menengok sampingnya.


"Kalau gue jadi Narani pasti udah gue tonjok si Meramira dan hempas jauh jauh jin gentong minyak dari rumah tangga gue!" Kesal Nay lagi namun tak mendapat jawaban dari Zeyna.


"Beneran?"

__ADS_1


"Aehh.. kak Rangga!!"


__ADS_2