
Nay tetap memilih diam agar Rangga tau kesalahanya. Rangga pun makin gemas dengan ulah istri kecilnya yang menurutnya sangat menggemaskan. Beberapa kali Rangga mencoba membuat Nay buka suara namun tak berhasil juga. Pertama dengan membujuknya dengan rayuan mautnya dan tak ada sahutan, kedua dengan cara mencubiti pipi nya tapi tak ada balasan lagi.
"Ngambek nih?" Goda Rangga tak habis habisnya membuat Nay dalam hati mengumpat sumpah serapah.
Tahan Nay tahan, cuma bentaran kok. Kalau lo gak gini, ntar kak Rangga makin gak meduliin lo!!
Batin Nay*
"Gimana kalau gue beliin siomay?"
Mampu's godaan nya berat banget pake siomay njerr.. niat banget nih orang ngerjain gue. Tahan.. masih lama kok Nay!!
"Beneran nih gak mau?" Goda nya lagi.
Nay tetap kekeh pada pendiriannya, walaupun taruhannya adalah siomay kesukaannya yang hanya Rangga yang bisa membelinya dengan cepat tanpa antri di babang siomay, karena itu langganan Rangga.
Rangga tersenyum setan sebelum manangkup muka Nay dengan kedua tangannya kemudian mengecupnya gemas, mulai dari pipi, kening, hidung, dan bibir sekilas.
Nay yang tak tahan pun berteriak kesal hingga membuat Rangga tertawa renyah.
"KAK RANGGA!!"
__ADS_1
"HAHAHA!!!"
Muka Nay saat ini sudah seperti kepiting rebus yang sangat merah, dia menonjok keras bahu Rangga membuat Rangga meringis kesakitan. Tenaga Nay bukan seperti tenaga gadis, tapi seperti tenaga pria dewasa. Nay mengerutuki kebodohannya yang suka kelepasan menonjok orang. Dia mengusap perlahan kemudian mengecup lengan Rangga membuat Rangga tersenyum manis.
"Hahaha, jangan ngambek ya?"
Nay menyembunyikan mukanya yang memerah di dada bidang Rangga. Rangga pun mengusap sayang kepala Nay membuat beberapa siswa siswi yang baru datang heboh sendiri. Rangga dengan tampang tegas dan dinginnya sedangkan Nay dengan tampang ceria dan absurd. Perbedaan yang sangat mencolok membuat para siswa siswi menggosipkan kalau mereka tak cocok. Netizen itulah mereka, tak ikut menjalani namun ikut menghujat.
"Kak beliin gue siomay," Rengek Nay.
"Jangan sekarang. Nanti aja gue buatin sendiri di rumah." Bujuk Rangga dibalas tawa oleh Nay.
"Masak Nasi goreng aja gosong apalagi kalau buat siomay? Hahaha!!!"
"Ketawain teross, lain kali jadi istri romantisan dikit napa!"
Nay langsung menghentikan tawa nya dan menatap tajam ke arah Rangga yang menyuruhnya romantis. Seharusnya dia yang harus meminta Rangga agar romantis. Nay kembali kesal dengan ucapan Rangga. Rangga yang menyadari ucapannya membuat Nay kesal pun menepuk jidat. Baru saja berhasil membuat Nay tidak kesal tapi karena ucapan nya membuat Nay kembali marah.
"Eh eh, jangan marah ya sayang. Ntar kita nonton sambil makan siomay gimana?" Bujuk Rangga memelas.
"Gak!"
__ADS_1
"Gue beliin coklat?"
"Gak!"
"Cilok?"
"Cimol?"
"Cilung?"
"Cium?"
Mata Nay melotot kearah Rangga yang suka asal ceplos membuat nya malu karena beberapa siswi menatap nya sinis.
"GAK!!"
"Terus minta apaan sih??" Tanya Rangga frustasi.
"Pikir aja sendiri!" Ketus Nay memalingkan wajah.
"Iya deh, ntar gue beliin ular baru." Pasrah Rangga yang tau kemauan istrinya.
__ADS_1
"YESS!! SIAP BOSSQUEE!!"
Untung istri sendiri, kalau nggak udah gue buang ke kandang ular biar dijadiin makanan penutup!